Panas
Tiga
Hari, Bajera-Lenganan
Akhirnya
Damai
Tabanan
(Bali Post) -
Setelah
memanas
selama tiga
hari,
mulai dari
sidang
kasus penganiayaan
yang digelar
di
Pengadilan Negeri (PN)
Tabanan
Senin (18/2) lalu,
yang dihadiri
puluhan
pria berbadan
kekar,
Rabu (20/2) kemarin,
kedua
belah pihak
yakni
kelompok masyarakat
Bajera
dan Lenganan,
berdamai
di
Mapolres Tabanan.
Uniknya,
kedua
belah pihak
meminta
maaf atas
kejadian yang
membuat
massa
memanas
dan nyaris
bentrok
tersebut.
Perwakilan
dari
kedua belah
pihak
tiba di
Mapolres
Tabanan
sekitar pukul 14.00
wita, sore
kemarin.
Pertemuan
dipimpin
langsung
Kapolres
Tabanan AKBP Rudolf A.
Rodja.
Hadir
pula Wakil
Ketua DPRD I
Ketut
Suryadi yang berasal
dari
Bajera, Camat
Selemadeg
Gede
Susila, dan
jajaran
Muspika.
Perwakilan
Lenganan yang
kini
menjadi bagian
dari
Desa Bajera
Kaja,
Desa Pengembangan,
dipimpin IB
Surya Negara yang
lebih
dikenal dengan Gus
Surya,
sementara kelompok
Bajera
dipimpin langsung
Perbekel I
Wayan Alit
Sutama.
Sebelum
memberikan
kesempatan
kepada
kedua belah
pihak,
Kapolres menegaskan
situasi yang
memanas
sebenarnya hanya
disebabkan
oleh
miskomunikasi dan
adanya
isu yang berkembang,
dan
tidak ada
masalah
substansi yang harus
diselesaikan.
Demikian
pula Suryadi
meminta
kepada kedua
belah
pihak untuk
bertindak
arif
sehingga tidak
menimbulkan
friksi yang
berkelanjutan, yang
pada
akhirnya merugikan
masyarakat
sendiri.
Gus Surya
diberikan
kesempatan
pertama kali
untuk
berbicara.
Secara
mengejutkan
ia
langsung
menyampaikan
permohonan
maaf
dan menjelaskan
bahwa
pada sidang
di PN
Senin lalu,
dengan
hadirnya sejumlah
anggota PEKAT
telah
menyinggung masyarakat
Bajera.
Dikatakannya,
pihaknya
tidak
melakukan intervensi
melainkan
bermaksud agar
sidang
berlangsung aman.
Perbekel
Bajera Alit
Sutama yang
didampingi
delapan
orang warga
juga
menyatakan tidak
ingin
memperpanjang masalah
dan
meminta agar situasi
kembali normal
serta
tidak ada
permusuhan.
Salah
satu perwakilan, I
Ketut
Suastika juga
meminta
maaf atas
ketersinggungan
massa
sehingga
terjadinya
situasi yang
memanas.
(upi)