Sembilan
Menteri
Pendidikan di
Dunia
akan
Kunjungi SMAN 4
Denpasar
Denpasar
(Bali Post) -
Sembilan
menteri
pendidikan dari
sejumlah
negara --
Cina, Pakistan, India,
Bangladesh, Nigeria, Mesir,
Brazil, Meksiko
dan Indonesia --
akan
mengunjungi SMAN 4 Denpasar.
Kunjungan
para
menteri dari
sembilan
negara yang
berpenduduk
banyak
tersebut serangkaian
E-9 Ministerial Review Meeting di
Bali, 10-12 Maret 2008
mendatang.
Pertemuan
para
menteri pendidikan
itu
mengambil tema ''Pembelajaran
berbasis
teknologi
informasi
dan
komunikasi (TIK)''.
Terkait
dengan
kunjungan tersebut,
Direktur
Pembinaan SMA
Depdiknas Dr.
Sungkowo M.
melakukan
observasi
ke SMAN 4
Denpasar,
Rabu (20/2)
kemarin.
Didampingi Drs.
Muhadjir, Drs.
Didik
Purwadi Sutanto
dan
Kasubdin Dikmenum-Dikmenjur
Dinas
Pendidikan Bali Drs. Ketut
Wija, M.M.,
Sungkowo
diterima
Kepala SMAN 4
Denpasar Drs.
Wayan Rika,
M.Pd.
beserta jajaran.
Di
sekolah yang
dirintis
bertaraf
internasional
ini,
Sungkowo sempat
melihat-lihat
ruangan
laboratorium, perpustakaan,
ruang TTRC
dan
ruang belajar
siswa.
Dipilihnya
SMAN 4 Denpasar
sebagai
tempat kunjungan
para
menteri pendidikan
dunia,
kata Sungkowo,
karena
sejumlah alasan.
SMAN 4 Denpasar
sudah
menjadi sekolah
rintisan
bertaraf
internasional,
proses
pembelajarannya telah
menggunakan TIK,
prestasi
akademik
dan
nonakademik siswanya
sudah
bagus, kepala
sekolah
dan guru-gurunya
profesional
dan
sebagainya.
''Bahkan,
tadi
saya sempat
berbincang-bincang
dengan
sejumlah siswanya
yang akan
mewakili
Bali
mengikuti
debat
bahasa Inggris
di
Jakarta
dan
Olimpiade Biologi
di
Bandung.
Ini
merupakan
prestasi yang
cukup
membanggakan.
Melalui
kunjungan
para
menteri pendidikan
dari
sembilan negara
ke SMAN 4,
kita
ingin tunjukkan
citra
bahwa kualitas
pendidikan
di
Indonesia bisa
bersaing,''
katanya.
Kata
Sungkowo,
setelah
diamati dari
dekat, SMAN 4
Denpasar
telah
memenuhi syarat
untuk
dikunjungi. Lingkungan
sekolahnya
bagus,
demikian pula proses
pembelajarannya
dan
kulturnya bagus.
Meski
demikian, ke
depan
penting terus
ditingkatkan.
Kepala
SMAN 4 Denpasar Drs.
Wayan Rika
mengatakan,
pihaknya
siap
menerima kunjungan
tersebut.
Kunjungan
ini
memiliki makna
penting
bagi sekolahnya
dalam
rangka lebih
meningkatkan
mutu
pendidikan. ''Setelah
diobservasi
oleh Pak
Direktur
Pembinaan SMA,
ada
beberapa hal yang
masih
perlu dilengkapi
seperti LCD,
referensi
di
ruang TRRC, perbaikan
jaringan
untuk
sistem pembelajaran
dan
sebagainya,'' katanya.
Dalam
kunjungan yang
akan
berlangsung 12
Maret
itu pihak
sekolah
akan menampilkan
tari
Nusantara, pameran
seni
budaya dan
sebagainya.
(08/*)