kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 21 Pebruari 2008

 Bali


Meningkat
, Siswa Putus Sekolah di Bali 

Denpasar (Bali Post) -
Bayang-bayang
putus sekolah ternyata masih menghantui ribuan pelajar di Propinsi Bali. Khususnya, para pelajar dari kalangan keluarga tidak mampu. Lantaran ketiadaan biaya pendidikan, mereka terpaksa hengkang dari bangku sekolah sebelum berhasil mengantongi ijazah.

Berdasarkan data yang dihimpun Bali Post dari Dinas Pendidikan (Disdik) Propinsi Bali, Rabu (20/2) kemarin, jumlah siswa putus sekolah di seluruh Bali hingga akhir 2007 lalu tercatat 1.545 orang. Ada peningkatan sebanyak 56 orang dibandingkan pada tahun 2006 yang mencatat angka siswa putus sekolah 1.489 orang.

Menurut Kasubdin Bantuan Studi Kelayakan dan Pengembangan SDM Disdik Propinsi Bali Drs. IGK Widiartha, M.Sc., 1.545 orang siswa putus sekolah itu tersebar di jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA/SMK. Angka siswa putus sekolah tertinggi terjadi di jenjang pendidikan SMA/SMK yang mencatat angka 583 orang. Sedangkan angka siswa putus sekolah di jenjang pendidikan SD dan SMP masing-masing tercatat 454 orang dan 508 orang. "Meskipun pertumbuhan angka siswa putus sekolah tidak sampai 100 orang, realita ini tetap harus dicarikan solusinya sehingga angka siswa putus sekolah itu tidak makin bertambah panjang," katanya.

Widiartha menambahkan, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah kepada siswa SD dan SMP terbukti cukup efektif untuk menekan angka siswa putus sekolah. Pada jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP-red) itu, angka siswa putus sekolah justru menunjukkan grafik penurunan. Pada 2006 lalu, jumlah siswa SD dan SMP yang putus sekolah mencapai 1.040 orang dan menurun menjadi 962 orang pada tahun 2007. Sebaliknya, angka siswa putus sekolah di jenjang pendidikan menengah (SMA dan SMK-red) yang notabene tidak kecipratan dana BOS justru "membengkak" dari 449 orang menjadi 583 orang.

Menurut Widiartha, faktor dominan yang menyebabkan ribuan pelajar di Bali itu putus sekolah adalah alasan ekonomi. Artinya, mayoritas penyandang predikat drop out itu berasal dari kalangan keluarga miskin. Di luar itu, ada juga pelajar yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah lantaran pemukimannya jauh dari lokasi sarana pendidikan/sekolah dan sejumlah faktor penyebab lainnya seperti rendahnya kesadaran orangtua untuk menyekolahkan putra-putrinya. "Khusus untuk siswa SMA/SMK, boleh jadi ada di antara mereka yang terpaksa putus sekolah lantaran melangsungkan perkawinan di usia muda," ujarnya. (kmb13)

 

Angka Siswa Putus Sekolah di Bali

------------------------------------------------------------

No.       Jenjang Pendidikan                    2006                 2007

-----------------------------------------------------------

1.         SD                                                        540                   454

2.         SMP                                                      500                   508

3.         SMA                                                      304                   372

4.         SMK                                                      145                   211

------------------------------------------------------------

      Jumlah                                            1.489    1.545

------------------------------------------------------------

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)