Meningkat,
Siswa
Putus Sekolah
di Bali
Denpasar
(Bali Post) -
Bayang-bayang
putus
sekolah ternyata
masih
menghantui ribuan
pelajar
di Propinsi Bali.
Khususnya,
para
pelajar dari
kalangan
keluarga
tidak
mampu.
Lantaran
ketiadaan
biaya
pendidikan, mereka
terpaksa
hengkang
dari
bangku sekolah
sebelum
berhasil mengantongi
ijazah.
Berdasarkan
data yang dihimpun Bali Post
dari
Dinas Pendidikan (Disdik)
Propinsi Bali,
Rabu (20/2)
kemarin,
jumlah
siswa putus
sekolah
di seluruh Bali
hingga
akhir 2007 lalu
tercatat 1.545
orang.
Ada
peningkatan
sebanyak 56
orang
dibandingkan pada
tahun 2006 yang
mencatat
angka
siswa putus
sekolah
1.489 orang.
Menurut
Kasubdin
Bantuan
Studi Kelayakan
dan
Pengembangan SDM Disdik
Propinsi Bali Drs. IGK
Widiartha,
M.Sc., 1.545
orang
siswa putus
sekolah
itu tersebar
di
jenjang pendidikan
SD, SMP dan SMA/SMK.
Angka
siswa
putus sekolah
tertinggi
terjadi
di jenjang
pendidikan SMA/SMK yang
mencatat
angka 583
orang.
Sedangkan
angka
siswa putus
sekolah
di jenjang
pendidikan SD
dan SMP
masing-masing tercatat
454 orang
dan 508
orang.
"Meskipun
pertumbuhan
angka
siswa putus
sekolah
tidak sampai 100
orang,
realita ini
tetap
harus dicarikan
solusinya
sehingga
angka
siswa putus
sekolah
itu tidak
makin
bertambah panjang,"
katanya.
Widiartha
menambahkan,
dana
Bantuan
Operasional Sekolah
(BOS) yang dikucurkan
pemerintah
kepada
siswa SD dan SMP
terbukti
cukup
efektif untuk
menekan
angka siswa
putus
sekolah.
Pada
jenjang
pendidikan dasar (SD
dan SMP-red)
itu,
angka siswa
putus
sekolah justru
menunjukkan
grafik
penurunan. Pada
2006 lalu,
jumlah
siswa SD dan SMP yang
putus
sekolah mencapai
1.040 orang
dan
menurun menjadi 962
orang
pada tahun 2007.
Sebaliknya,
angka
siswa putus
sekolah
di jenjang
pendidikan
menengah (SMA
dan SMK-red) yang
notabene
tidak
kecipratan
dana BOS
justru "membengkak"
dari 449
orang
menjadi 583 orang.
Menurut
Widiartha,
faktor
dominan yang menyebabkan
ribuan
pelajar di Bali
itu
putus sekolah
adalah
alasan ekonomi.
Artinya,
mayoritas
penyandang
predikat drop out
itu
berasal dari
kalangan
keluarga
miskin.
Di
luar
itu, ada
juga
pelajar yang terpaksa
meninggalkan
bangku
sekolah lantaran
pemukimannya
jauh
dari lokasi
sarana
pendidikan/sekolah dan
sejumlah
faktor
penyebab lainnya
seperti
rendahnya kesadaran
orangtua
untuk
menyekolahkan putra-putrinya.
"Khusus
untuk
siswa SMA/SMK, boleh
jadi
ada di
antara
mereka yang terpaksa
putus
sekolah lantaran
melangsungkan
perkawinan
di usia
muda,"
ujarnya. (kmb13)
Angka
Siswa
Putus Sekolah
di Bali
------------------------------------------------------------
No.
Jenjang
Pendidikan
2006
2007
-----------------------------------------------------------
1. SD
540
454
2. SMP
500
508
3. SMA
304
372
4. SMK
145
211
------------------------------------------------------------
Jumlah
1.489 1.545
------------------------------------------------------------