Petani
Lebih
ke Produksi
Rendahnya
pertumbuhan
di
sektor pertanian
dibandingkan
sektor
lainnya bukan
karena
rendahnya kemampuan
petani.
Namun
lebih
banyak karena
petani
sibuk berkutat
dalam
berproduksi, padahal
untuk
kemajuan sektor
pertanian
selain
memerlukan teknologi
di luar
produksi
juga
aspek pemasaran.
Berikut
komentar
Ketua
Himpunan Kerukunan
Tani Indonesia (HKTI) Bali
Prof. Dr. Nyoman
Supartha
terkait
kondisi pertanian
saat
ini.
Data yang ada
menunjukkan
pertumbuhan
sektor
pertanian 2007 hanya
2,51
persen?
Itu
bisa
saja sebab
hambatan
pertumbuhan
sektor
pertanian selain
masih
minimnya pelibatan
petani
di luar
aspek
produksi, juga
komitmen
pemerintah
dalam
memberdayakan sektor
ini
belum banyak
terlihat.
Contohnya?
Lihat
saja
dalam hal
pemasaran,
petani
sering kelimpungan
ketika
produksi mereka
mengalami booming.
Ini
sudah
sering terjadi
namun
sampa kini
masih
terus berlangsung.
Selain
pemasaran,
teknologi
juga minim
sehingga
hasil-hasil
pertanian
banyak yang
tak
bisa memberikan
nilai
tambah.
Apa
pertanian
saat
ini kurang
prospektif
lagi?
Kalau
dilihat
prospek sektor
ini
masih sangat
besar
dan memungkinkan
untuk
memperkuat pilar
ekonomi Bali.
Namun
sayangnya
petani
tak banyak
dilibatkan
di luar
kegiatan
produksi.
Padahal
kegiatan selain
produksi
sangat
menentukan perkembangan
pertanian
di masa
depan.
Beda
dengan
Thailand, misalnya,
di mana
petani
ikut dilibatkan
dalam
banyak hal
menyangkut
kegiatan
pemasaran,
teknologi
serta
aspek terkait
lainnya yang
berhubungan
dengan
usaha taninya.
Lantas
masalahnya
di mana?
Ya,
semua
pihak mesti
bersama-sama
membangun
sektor
pertanian.
Pemerintah
memiliki
banyak
fasilitas untuk
membantu
percepatan
pertumbuhan
sektor
pertanian sebagaimana
di masa
lalu di
mana
pertanian begitu
berarti.
Yang perlu
komitmen
dan
kemauan untuk
memajukan
sektor
ini. Kalau
ini
bisa diwujudkan
tentu
pertanian
akan
maju
lagi. (lit)