kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 31 Januari 2008

 Ekuin


Petani
Lebih ke Produksi 

Rendahnya pertumbuhan di sektor pertanian dibandingkan sektor lainnya bukan karena rendahnya kemampuan petani. Namun lebih banyak karena petani sibuk berkutat dalam berproduksi, padahal untuk kemajuan sektor pertanian selain memerlukan teknologi di luar produksi juga aspek pemasaran. Berikut komentar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Prof. Dr. Nyoman Supartha terkait kondisi pertanian saat ini. 

Data yang ada menunjukkan pertumbuhan sektor pertanian 2007 hanya 2,51 persen?

Itu bisa saja sebab hambatan pertumbuhan sektor pertanian selain masih minimnya pelibatan petani di luar aspek produksi, juga komitmen pemerintah dalam memberdayakan sektor ini belum banyak terlihat.  

Contohnya?

Lihat saja dalam hal pemasaran, petani sering kelimpungan ketika produksi mereka mengalami booming. Ini sudah sering terjadi namun sampa kini masih terus berlangsung. Selain pemasaran, teknologi juga minim sehingga hasil-hasil pertanian banyak yang tak bisa memberikan nilai tambah.  

Apa pertanian saat ini kurang prospektif lagi?

Kalau dilihat prospek sektor ini masih sangat besar dan memungkinkan untuk memperkuat pilar ekonomi Bali. Namun sayangnya petani tak banyak dilibatkan di luar kegiatan produksi. Padahal kegiatan selain produksi sangat menentukan perkembangan pertanian di masa depan. Beda dengan Thailand, misalnya, di mana petani ikut dilibatkan dalam banyak hal menyangkut kegiatan pemasaran, teknologi serta aspek terkait lainnya yang berhubungan dengan usaha taninya. 

Lantas masalahnya di mana?

Ya, semua pihak mesti bersama-sama membangun sektor pertanian. Pemerintah memiliki banyak fasilitas untuk membantu percepatan pertumbuhan sektor pertanian sebagaimana di masa lalu di mana pertanian begitu berarti. Yang perlu komitmen dan kemauan untuk memajukan sektor ini. Kalau ini bisa diwujudkan tentu pertanian akan maju lagi. (lit)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)