Manfaatkan
Lahan
Tidur di
Badung---------
Diusulkan
Bentuk
Kawasan Wisata
Terpadu
LAHAN
tidur yang
tidak
terurus di
Badung,
khususnya di
Kuta
Selatan perlu
dijadikan
usaha
produktif. Misalnya,
dengan
membentuk kawasan
pariwisata
holistik
dan
terbangun di
bawah
naungan Pemkab
Badung.
Manfaatnya sangat
besar
bagi peningkatan
kesejahteraan
rakyat
sekitarnya. Bagaimana
caranya?
''Ya,
semacam BTDC (Bali Tourism Development
Corporation) di
Nusa
Dua,'' lontar
Ketua
Komisi C DPRD Badung,
I Wayan
Disel Astawa, S.E.,
Rabu (30/1)
kemarin.
Menurutnya,
sistem
kawasan wisata
terpadu
seperti di
Nusa
Dua itu
bagus
diterapkan. Hanya,
kendalinya
tidak
dari pusat
seperti
di BTDC sehingga
Pemkab
Badung bisa
memperoleh
pemasukan
sepenuhnya
dari
kawasan tersebut.
Politisi
asal
Ungasan itu
menyebutkan,
lahan yang
mengantongi HGB
seperti
milik PT Bali Raga Wisata
di
kawasan Kutuh,
Kuta
Selatan yang luasnya
mencapai
ribuan
hektar bisa
dimanfaatkan.
Toh
lahan tersebut
sekian lama
dibiarkan
tanpa
ada pembangunan.
''Kita bisa
panggil
investornya untuk
membahas
hal ini,''
ujarnya.
Sayangnya,
luas
lahan tidur
di
Badung tidak
bisa
terdeteksi. Dinas
Cipta
Karya (DCK) tidak
memiliki data
mengenai
lahan
tidur tersebut.
Kepala DCK Ir. I
Ketut
Suwandi didampingi
Kasubdin
Tata
Ruang Ir. I Gusti
Ngurah
Sudira mengaku
tidak
tahu luas
lahan
tidur di
Badung
karena pihaknya
hanya
mengeluarkan IMB. Tidak
diketahui
ada
atau tidak
bangunan
di
lahan itu,
seberapa
luas
lahan yang terpakai
dan
sebagainya. Sedangkan
Kepala
Bappeda Badung
Kompyang R.
Swandika
tidak
bisa dimintakan
konfirmasi
mengenai
usulan
tersebut. Berkali-kali
dihubungi HP-nya
mailbox. (ari)