kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 31 Januari 2008

 Bali


Manfaatkan
Lahan Tidur di Badung---------
Diusulkan
Bentuk Kawasan Wisata Terpadu 

LAHAN tidur yang tidak terurus di Badung, khususnya di Kuta Selatan perlu dijadikan usaha produktif. Misalnya, dengan membentuk kawasan pariwisata holistik dan terbangun di bawah naungan Pemkab Badung. Manfaatnya sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat sekitarnya. Bagaimana caranya?

''Ya, semacam BTDC (Bali Tourism Development Corporation) di Nusa Dua,'' lontar Ketua Komisi C DPRD Badung, I Wayan Disel Astawa, S.E., Rabu (30/1) kemarin.

Menurutnya, sistem kawasan wisata terpadu seperti di Nusa Dua itu bagus diterapkan. Hanya, kendalinya tidak dari pusat seperti di BTDC sehingga Pemkab Badung bisa memperoleh pemasukan sepenuhnya dari kawasan tersebut.

Politisi asal Ungasan itu menyebutkan, lahan yang mengantongi HGB seperti milik PT Bali Raga Wisata di kawasan Kutuh, Kuta Selatan yang luasnya mencapai ribuan hektar bisa dimanfaatkan. Toh lahan tersebut sekian lama dibiarkan tanpa ada pembangunan. ''Kita bisa panggil investornya untuk membahas hal ini,'' ujarnya.

Sayangnya, luas lahan tidur di Badung tidak bisa terdeteksi. Dinas Cipta Karya (DCK) tidak memiliki data mengenai lahan tidur tersebut. Kepala DCK Ir. I Ketut Suwandi didampingi Kasubdin Tata Ruang Ir. I Gusti Ngurah Sudira mengaku tidak tahu luas lahan tidur di Badung karena pihaknya hanya mengeluarkan IMB. Tidak diketahui ada atau tidak bangunan  di lahan itu, seberapa luas lahan yang terpakai dan sebagainya. Sedangkan Kepala Bappeda Badung Kompyang R. Swandika tidak bisa dimintakan konfirmasi mengenai usulan tersebut. Berkali-kali dihubungi HP-nya mailbox. (ari)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)