Pengurus
PWRI Bali Dilantik...
DOA Lemah, PWRI
masih
Kerdil
Denpasar
(Bali Post) -
Ketua
Persatuan
Wredatama
Republik Indonesia (PWRI)
Bali Made Swanda
mengakui
selama 45
tahun
enam bulan
keberadaan PWRI Bali
masih
miskin dan
kerdil.
Ini
karena DOA (dana,
orang
dan alat)
masih
lemah. ''Dalam
perjalanan
panjang,
PWRI belum
tumbuh
besar dan
kuat,''
ucapnya usai
pelantikan
pengurus PWRI Bali
periode 2007-2017
di
Gedung Ksirarnawa,
Rabu (29/1)
kemarin.
Pengurus
PWRI Bali yang dilantik
pembina
Sekda Bali Drs. Nyoman
Yasa,
M.Si.
diketahui
Made Swanda.
Wakil
Ketua I Drs. I
Nyoman
Beraten, Wakil
Ketua II
Dra. Ni
Wayan
Karsa,
M.Kes.,
Sekretaris I Ida
Bagus
Kesuma Penson
dan
Wakil Sekretaris II
Dra.
Putu
Suryati
dan Bendahara Drs.
Ketut
Darka.
Diakui
dari
segi
dana, kemampuan
pemerintah
membantu PWRI
sangat
terbatas.
Selain
itu, PWRI
juga
mengalami keterbatasan
orang.
Akibatnya
sosialisasi
kepada
para pensiunan
masih
lemah. Jika
pensiunan
sebanyak 17.600
orang
masuk PWRI menyumbang
rata-rata Rp 5.000,
ada Rp
132 juta
iuran
dari dari
anggota PWRI.
PWRI sangat
berbeda
dengan Korpri.
''Korpri
ibarat
berburu di
kebun
binatang, ditembak
sekali
mati.
Beda
dengan PWRI
seperti
berburu di
hutan
bakau, sulit
ditemukan
rimbanya,''
katanya.
Pihaknya
berharap DPP
berhasil
mengubah AD/ART agar PWRI
tampil
perkasa.
Sekjen
DPP PWRI AS Sunandie, SIP.,
M.M. menyatakan
jika
sebuah organisasi
dihuni
oleh orang yang
melempem,
tak
profesional dan
wilayahnya
tak
berkembang, wajar
PWRI tumbuh
seperti
kerakap di
atas
batu.
Dia
teringat
dengan
ucapan Pak Harto (alm)
yang juga
sesepuh PWRI.
''Kata
dan
tutur bahasa
beliau
begitu bijak
dan
arif sehingga
mampu
mengayomi semua
anggota,''
katanya.
Sekjen
PWRI mengisyaratkan
beberapa
fokus
perjuangannya.
Mulai
dari
legitimasi mengenai
eksistensi PWRI,
perjuangan
aspirasi
anggota
ke DPR.
Banyak
anggota DPR yang
pensiun
tetapi tak
menjadi
anggota PWRI.
Perjuangan
lainnya
menyangkut kesejahteraan
pensiunan,
perubahan
kartu
anggota menjadi
multiguna.
Saat
ini di
Indonesia
ada 17
juta orang
lansia.
Namun
baru 20
persen menjadi
anggota PWRI.
Di
antaranya 3,4
juta
orang pensiunan
di atas
60 tahun
dan 1,6
juta orang
usianya
di bawah 60
tahun.
Sekda
Bali mengharapkan
pengurus PWRI agar
terus
memantapkan diri
dan
meningkatkan pemberdayaan
sehingga PWRI
bisa
tumbuh besar
dan
mandiri.
(029/*)