kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 31 Januari 2008

 Bali


Pengurus
PWRI Bali Dilantik...
DOA Lemah, PWRI masih Kerdil
 

Denpasar (Bali Post) -
Ketua
Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bali Made Swanda mengakui selama 45 tahun enam bulan keberadaan PWRI Bali masih miskin dan kerdil. Ini karena DOA (dana, orang dan alat) masih lemah. ''Dalam perjalanan panjang,  PWRI belum tumbuh besar dan kuat,'' ucapnya usai pelantikan pengurus PWRI Bali periode 2007-2017 di Gedung Ksirarnawa, Rabu (29/1) kemarin.

Pengurus PWRI Bali yang dilantik pembina Sekda Bali Drs. Nyoman Yasa, M.Si. diketahui Made Swanda. Wakil Ketua I Drs. I Nyoman Beraten, Wakil Ketua II Dra. Ni Wayan Karsa, M.Kes., Sekretaris I Ida Bagus Kesuma Penson dan Wakil Sekretaris II Dra. Putu Suryati dan Bendahara Drs. Ketut Darka. 

Diakui dari segi dana, kemampuan pemerintah membantu PWRI sangat terbatas. Selain itu, PWRI juga mengalami keterbatasan orang. Akibatnya sosialisasi kepada para pensiunan masih lemah. Jika pensiunan sebanyak 17.600 orang masuk PWRI menyumbang rata-rata Rp 5.000, ada Rp 132 juta iuran dari dari anggota PWRI. PWRI sangat berbeda dengan Korpri. ''Korpri ibarat berburu di kebun binatang, ditembak sekali mati. Beda dengan PWRI seperti berburu di hutan bakau, sulit ditemukan rimbanya,'' katanya. Pihaknya berharap DPP berhasil mengubah AD/ART agar PWRI tampil perkasa.

Sekjen DPP PWRI AS Sunandie, SIP., M.M. menyatakan jika sebuah organisasi dihuni oleh orang yang melempem, tak profesional dan wilayahnya tak berkembang, wajar PWRI tumbuh seperti kerakap di atas batu. Dia teringat dengan ucapan Pak Harto (alm) yang juga sesepuh PWRI. ''Kata dan tutur bahasa beliau begitu bijak dan arif sehingga mampu mengayomi semua anggota,'' katanya.

Sekjen PWRI mengisyaratkan beberapa fokus perjuangannya. Mulai dari legitimasi mengenai eksistensi PWRI, perjuangan aspirasi anggota ke DPR. Banyak anggota DPR yang pensiun tetapi tak menjadi anggota PWRI. Perjuangan lainnya menyangkut kesejahteraan pensiunan, perubahan kartu anggota menjadi multiguna. Saat ini di Indonesia ada 17 juta orang lansia. Namun baru 20 persen menjadi anggota PWRI. Di antaranya 3,4 juta orang pensiunan di atas 60 tahun dan 1,6 juta orang usianya di bawah 60 tahun.

Sekda Bali mengharapkan pengurus PWRI agar terus memantapkan diri dan meningkatkan pemberdayaan sehingga PWRI bisa tumbuh besar dan mandiri. (029/*)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)