kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 31 Januari 2008

 Bali


Disayangkan
, Pengemudi Kabur setelah Lakalantas

Tabanan (Bali Post) -
Kasus
lakalantas di wilayah hukum Polres Tabanan belakangan ini makin meningkat. Bahkan, dari beberapa kasus meninggal dunia, pengemudi kendaraan besar langsung tancap gas, melarikan diri meninggalkan korbannya yang tergeletak tidak berdaya. Namun beruntung selama ini, polisi berhasil melakukan pengejaran dan mengamankan kendaraan yang terlibat.

Seperti kasus lakalantas yang terjadi Selasa (29/1) lalu jalan jurusan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah timur Hardys dan lakalantas yang terjadi di Banjar Penyalin Samsam, Tabanan korban tergelatak dan pihak terlibat langsung melarikan diri. Selasa lalu, seorang mahasiswa asal Medan, Andi Wayoko Tarigan, membonceng Firmansyah asal Padang Panjang mengendarai sepeda motor Honda DK 6947 ER datang dari arah Denpasar. Ia mendahului dari kiri sebuah bus Jawa-Bali dengan mengambil haluan pada kiri bus. Saat bersamaan berjalan seorang penjual bakso sambil mendorong rombongnya, Sarino (40). Mahasiswa tersebut kontan menabrak rombong bakso, sehingga sepada motor jatuh di bahu jalan sebelah utara, sementara yang dibonceng terpental. Andi tergilas roda bus tersebut sementara rekannya serta penjual bakso selamat. Namun, tanpa merasa ada keganjilan, bus Jawa-Bali tersebut tancap gas melanjutkan perjalanannya.

Polisi segera melakukan pengejaran terhadap bus tersebut. Akhirnya dapat dikejar di Terminal Ubung dengan sopir Nanang Kosim (31) asal Banyuwangi. Anehnya, Kosim mengaku tidak merasakan telah melindas kepala korban berikut helm yang dikenakannya. Padahal pada beberapa bagian bus yang dikemudikan terdapat ceceran darah segar. Kasatlantas Polres Tabanan AKP I Made Rustawan yang didampingi Kanit Laka Iptu I Nengah Patrem Rabu (30/1) kemarin, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus tersebut. Ia menyayangkan para sopir yang tidak bertanggung jawab dan langsung kabur ketika terlibat lakalantas. Pihak kepolisian rencananya lebih meningkatkan patroli dan melakukan penyuluhan ke terminal-terminal untuk mengimbau agar para sopir tertib lalu lintas dan bertanggung jawab ketika terjadi kecelakaan, bukan malah meninggalkan korbannya dan langsung kabur. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)