Upaya
Tingkatkan
Hasil
Pertanian,
DuPont
Luncurkan
Prevathon
Tabanan
(Bali Post)-
Petani
sering
dirugikan akibat
serangan
hama
ulat yang
mengancam
gagal
panen. Sebagai
upaya
untuk meningkatkan
hasil
pertanian tanaman
pangan,
diperlukan berbagai
sarana
penunjang seperti
pengendali
hama
tersebut.
DuPont
perusahan yang berbasis
di
Amerika Serikat
meluncurkan
produk
pengendali
hama
yang cukup
ramah
lingkungan yakni
Prevathon 50 SC.
Prevathon
secara
resmi diluncurkan
ke
pasaran Rabu (30/1)
kemarin
di Musem
Subak
Sanggulan, Tabanan.
Tobu Sitorus, Tim
DuPont Jakarta
saat
peluncuran Prevathon
menyatakan
produk
ini diyakini
akan
dapat
membantu meningkatkan
produksi
padi
dan hasil
tanaman
pangan lainnya.
Demikian
pula Kepala
Dinas
Pertanian Tabanan I
Nyoman
Sunarta menyambut
baik
keberadaan insektisida
ini.
Dia
berharap
produk
tersebut dapat
membantu
petani
dalam meningkatkan
produksinya.
Sebab
kata dia
dari
puluhan masalah yang
dihadapi
petani,
diantaranya yang sangat
menakutkan
adalah
gagal panen
akibat
serangan
hama
dan
penyakit.
Sementara
itu,
Reseach and Development
DuPont Argriculture
Product Indonesia Edi Saptodewo
dalam
presentasinya menyatakan
sejak September 2007,
Prevathon
terdaftar
mampu
mengendalikan hama
pada
tanaman padi,
kubis,
cabai, dan
kacang
panjang serta
efektif pula
untuk
tanaman pangan
lainnya. Cara
kerja
cairan putih
ini,
aktif terhadap
serangan
hama
terutama
ulat
dengan tidak
mematikan
serangga
berguna
serta cukup
ramah
terhadap lingkungan.
Dalam
tujuh
menit dapat
menghentikan
aktivitas
makan
serangga, mematikan
telur
atau larva yang baru
menetas.
Penggunaan
Prevathon
sangat
efektif memanggulangi
hama
khususnya
ulat
dan terbukti
telah
mampu bekerja
lebih
efektif, terangnya.
Dinyatakan
Saptodewo
dari
beberapa perlakuan
yang pernah
dilakukan
pada
beberapa lahan
pertanian,
terbukti
berhasil
baik.
Dicontohkannya
penggerek
batang
dan
hama
putih
palsu yang dapat
menyerang
padi
dengan ganas
dapat
ditanggulangi dengan
baik
melalui penggunaan
Prevathon.
Sabhantara
Pekaseh
Tabanan I Wayan
Sukanada
pada
kesempatan tersebut
juga
menyambut baik
produk
tersebut.
Dinyatakannya,
awalnya
di subak
Jaka
Dayang dicobakan
untuk
menggunakan Prevathon.
Pada
perlakuan
pertama,
pihaknya
belum
meyakini keunggulan
produk
tersebut, tetapi
setelah
dilakukan penyemprotan
kedua
kalinya, kini
padi
terlihat subur
dan
menghijau.
Ia
berharap
produk
ini mampu
membantu
petani
dalam mengentaskan
hama
dan
penyakit yang telah
endemik
pada beberapa
tempat.
(upi/*)