Politisi
jangan
Korbankan
Rakyat
Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY)
meminta
para politisi
dapat
bersaing secara
sehat
dalam pemilu
maupun
pilkada.
Kepala
Negara juga
mengharapkan agar
para
politisi tetap
mengedepankan
kepentingan
rakyat. ''Saya
menyerukan
kepada
para politisi yang
berkompetisi
untuk
pemilihan bupati,
wali
kota, gubernur, DPR,
presiden
dan
wakil presiden
untuk
tetap arif,
berjiwa
besar, menahan
diri
serta tidak
mengorbankan
rakyat,''
kata
Presiden saat
berdialog
dengan
pelaku bursa saham
di
Gedung Bursa Efek
Indonesia, Jakarta, Rabu
(2/1) kemarin.
Pernyataan
Presiden
itu
disampaikan menanggapi
pertanyaan
seorang
pelaku pasar
saham yang
khawatir
dengan
perkembangan politik
nasional.
Pelaku
pasar ini
khawatir,
jika
kondisi politik
dan
keamanan memburuk,
akan
berdampak
negatif
terhadap pertumbuhan
ekonomi
dan pasar modal
Indonesia.
Kata
Yudhoyono,
dalam
berpolitik, para
politisi
seharusnya
mampu
mengikuti kompetisi
dengan
baik dan
menjunjung
tinggi
aturan dan
etika yang
berlaku.
Mereka
diharapkan
dapat
menerima kemenangan
maupun
kekalahan dalam
pilkada/pemilu
dengan
jiwa besar.
Meski
meminta
semua pihak
berjiwa
besar, Presiden
tetap
menilai wajar
terjadinya
riak-riak
kecil
di berbagai
daerah
terkait dengan
penyelenggaraan
pilkada.
Menurutnya,
gejolak-gejolak
kecil
itu wajar
terjadi
di negara yang
sedang
menuju ke
arah
demokrasi seperti
Indonesia.
Namun,
ditegaskannya, jika
nantinya
riak-riak
kecil
itu membesar,
aparat
keamanan pasti
akan
menindaknya.
''Hukum
harus
ditegakkan dan
tidak
ada kompromi
untuk
penegakan hukum
bagi
berlangsungnya keamanan,
stabilitas
dan
ketertiban masyarakat,"
tegasnya.
Tidak
Khawatir
Pada
bagian
lain, saat
memberikan
sambutan
usai
membuka perdagangan
perdana
di Bursa Efek
Indonesia (BEI), Yudhoyono
mengaku
tetap optimis
dengan
perekonomian Indonesia pada
tahun 2008,
meski
saat ini
perekonomian
dunia
disebut-sebut tengah
mengalami
kelesuan.
Alasannya,
perekonomian
Indonesia
sudah
berada pada
arah yang
benar
dan diperkuat
dengan
terus membaiknya
fundamental ekonomi
nasional.
''Ekonomi
kita
akan
tetap
baik dan
positif.
Dampak
dari spekulasi
investasi
di
pasar global, tidak
akan
ada
pengaruhnya,'' ujar
Presiden yang
menilai
ekonomi Indonesia terbantu
oleh
meningkatnya harga
produk
nonminyak dan gas,
ditambah
dengan
investasi asing yang
masih
cukup baik
di Indonesia.
Khusus
mengenai
pasar modal,
mantan
Menko Polkam
ini
berharap pasar modal
Indonesia dapat
terus
tumbuh.
Kepala
Negara bahkan
mematok
angka pertumbuhan
sebesar 30
persen yang
harus
dapat dicapai
oleh
pasar modal
Indonesia.
(kmb5)