kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Januari 2008

 Politik


Politisi
jangan Korbankan Rakyat

Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para politisi dapat bersaing secara sehat dalam pemilu maupun pilkada. Kepala Negara juga mengharapkan agar para politisi tetap mengedepankan kepentingan rakyat. ''Saya menyerukan kepada para politisi yang berkompetisi untuk pemilihan bupati, wali kota, gubernur, DPR, presiden dan wakil presiden untuk tetap arif, berjiwa besar, menahan diri serta tidak mengorbankan rakyat,'' kata Presiden saat berdialog dengan pelaku bursa saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1) kemarin.

Pernyataan Presiden itu disampaikan menanggapi pertanyaan seorang pelaku pasar saham yang khawatir dengan perkembangan politik nasional. Pelaku pasar ini khawatir, jika kondisi politik dan keamanan memburuk, akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar modal Indonesia. 

Kata Yudhoyono, dalam berpolitik, para politisi seharusnya mampu mengikuti kompetisi dengan baik dan menjunjung tinggi aturan dan etika yang berlaku. Mereka diharapkan dapat menerima kemenangan maupun kekalahan dalam pilkada/pemilu dengan jiwa besar.

Meski meminta semua pihak berjiwa besar, Presiden tetap menilai wajar terjadinya riak-riak kecil di berbagai daerah terkait dengan penyelenggaraan pilkada. Menurutnya, gejolak-gejolak kecil itu wajar terjadi di negara yang sedang menuju ke arah demokrasi seperti Indonesia. Namun, ditegaskannya, jika nantinya riak-riak kecil itu membesar, aparat keamanan pasti akan menindaknya. ''Hukum harus ditegakkan dan tidak ada kompromi untuk penegakan hukum bagi berlangsungnya keamanan, stabilitas dan ketertiban masyarakat," tegasnya.

 

Tidak Khawatir

Pada bagian lain, saat memberikan sambutan usai membuka perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Yudhoyono mengaku tetap optimis dengan perekonomian Indonesia pada tahun 2008, meski saat ini perekonomian dunia disebut-sebut tengah mengalami kelesuan. Alasannya, perekonomian Indonesia sudah berada pada arah yang benar dan diperkuat dengan terus membaiknya fundamental ekonomi nasional. ''Ekonomi kita akan tetap baik dan positif. Dampak dari spekulasi investasi di pasar global, tidak akan ada pengaruhnya,'' ujar Presiden yang menilai ekonomi Indonesia terbantu oleh meningkatnya harga produk nonminyak dan gas, ditambah dengan investasi asing yang masih cukup baik di Indonesia.

Khusus mengenai pasar modal, mantan Menko Polkam ini berharap pasar modal Indonesia dapat terus tumbuh. Kepala Negara bahkan mematok angka pertumbuhan sebesar 30 persen yang harus dapat dicapai oleh pasar modal Indonesia. (kmb5)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)