kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Januari 2008

 Debat Publik


HIV/AIDS, Diketahui untuk Dihindari

Oleh Drs. I Made Yudha, M.Si.

SEBAGAI penyakit dengan tingkat penyebaran yang relatif sangat cepat serta memiliki kekhususan tersendiri, dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS diperlukan kewaspadaan semua pihak. Mengingat, HIV/AIDS sudah berkembang dan merupakan kompleksitas masalah karena dampak yang ditimbulkannya sangat luas terhadap aspek sumber daya manusia, ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Di samping itu penyakit HIV/AIDS merupakan penyakit infeksi virus yang akan diderita seumur hidup dan berakibat fatal, mengingat belum ada obat penyembuhnya dan vaksin pencegahnya, dan selalu berakhir dengan kematian si penderita dalam jangka waktu tertentu.

Di Bali, data yang tercatat pada Dinas Kesejahteraan Sosial Propinsi Bali merupakan data resmi yang dilaporkan namun belum menunjukkan keadaan sebenarnya mengingat banyak kasus yang tidak dilaporkan, khususnya yang dalam tahap infeksi HIV disebabkan si penderita merasa malu, takut, ketidaktahuan dan lain sebagainya.

Kelompok-kelompok masyarakat khususnya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang rentan dan berisiko tinggi terhadap penyakit HIV/AIDS, antara lain: bekas narapidana, korban penyalahgunaan narkotika, anak nakal, gelandangan, pengemis, anak jalanan, tuna susila (wanita/pria/waria). Oleh karena itu, pembinaan dan rehabilitasi sosial yang dilakukan tidak hanya terbatas pada aspek-aspek sosial dan peningkatan kemampuan motorik atau keterampilan semata. Tetapi, perlu juga dititikberatkan pada aspek spiritual keagamaan serta pemahamannya terhadap penyakit HIV/AIDS sehingga upaya pencegahan dan identifikasi dini penyakit HIV/AIDS dapat dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait.

Penyebaran informasi tentang HIV/AIDS secara benar dan tepat perlu dilakukan dengan harapan akan menambah wawasan dan pemahaman masyarakat khususnya kelompok-kelompok potensial dan berisiko tinggi. Sehingga pada gilirannya nanti muncul partisipasi sosial secara aktif seluruh lapisan masyarakat dalam upaya-upaya pencegahan dan penanganan penyakit HIV/AIDS.

Untuk menghindari penularan AIDS, perlu diketahui gejala-gejala yang sering timbul sebagai tindakan diri yang bersifat prefentif. Beberapa alasan mengapa AIDS perlu dicermati antara lain: AIDS belum ada obatnya dan belum ada vaksin untuk pencegahannya. Orang yang terinfeksi HIV akan menjadi pembawa dan penular HIV selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS merupakan fenomena gunung es di mana kasus yang diketahui saat ini kelihatan kecil padahal kasus yang sebenarnya lebih besar.

Secara umum dapat dijelaskan bahwa kelompok-kelompok masyarakat yang berpotensi dan berisiko tinggi terkena AIDS adalah mereka yang mempunyai banyak pasangan seksual, penerima transplantasi darah, bayi yang dilahirkan dari ibu pengidap HIV, pecandu narkotika suntikan, pasangan dari pengidap HIV.

Sebagaimana layaknya warga masyarakat yang memiliki hak dan martabat, penderita HIV/AIDS pun seyogianya diperlakukan sama untuk mencegah penularan serta menumbuhkan rasa percaya diri yang berdampak terhadap proses penyembuhannya. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam memperlakukan penderita HIV/AIDS. Perlakuan mereka secara manusiawi, jangan dikucilkan dari pergaulan biasa, bantu menghilangkan beban penderitanya, tuntutlah ke jalan yang benar sesuai ajaran agamanya masing-masing agar hidupnya tenang.

Seperti uraian awal di atas, pencegahan terhadap penularan HIV/AIDS relatif sulit mengingat data yang ada belum menunjukkan keadaan sebenarnya sehingga perkembangan hak secara kuantitatif maupun kualitas belum dapat terdeteksi dan dicarikan alternatifnya. Namun, sebagai tahap awal pencegahan dini dapat dilahirkan dengan memberikan informasi yang benar tentang permasalahan virus HIV/AIDS, baik kepada khalayak umum maupun orang yang mengidap AIDS.

Sementara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS di lingkungan masyarakat adalah meningkatkan iman dan takwa, ikut menyebarluaskan informasi yang benar dan tepat, memberi dukungan kepada penanggulangan HIV/AIDS, berperilaku yang bertanggung jawab.

 

Penulis, PNS di Dinas Kesejahteraan Sosial Prop. Bali

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)