kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Januari 2008

 Bali


Sepanjang 2007---
Bali Entaskan 29.419 Penduduk Buta Aksara

Denpasar (Bali Post) -
Berdasarkan
kompilasi data kabupaten/kota se-Bali pada tahun 2005 lalu, Propinsi Bali ''mengoleksi'' sekitar 70.000 orang penduduk buta aksara. Dari jumlah itu, tercatat 29.419 orang penduduk buta aksara sudah berhasil dientaskan melalui program Keaksaraan Fungsional yang digulirkan sepanjang tahun anggaran 2007 lalu. Sedangkan sisanya akan disasar pada tahun anggaran 2008 ini. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Propinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. didampingi Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Luar Biasa IBM Parwata, S.E., M.Si. mengatakan hal itu kepada Bali Post, Rabu (2/1) kemarin.

Menurut Wardhani, 29.419 orang penduduk buta aksara yang disasar sepanjang 2007 lalu merupakan kelompok penduduk usia produktif (15-44 tahun). Saat ini, mereka sudah mengantongi Surat Keterangan Melek Aksara (Sukma) tahap I yang menandakan mereka bisa membaca, menulis dan berhitung (calistung) dalam tingkatan yang sederhana. Selanjutnya, mereka tetap diberikan materi penguatan sehingga bisa mengantongi Suksma Mandiri yang dibuktikan mereka mampu membaca bahan bacaan seperti koran secara fasih. ''Jadi, program Keaksaraan Fungsional ini ada tingkatan. Yakni, Sukma I, Sukma II hingga Sukma Mandiri,'' katanya.

Wardhani menambahkan, data penduduk buta aksara di Bali versi kabupaten/kota se-Bali memang relatif tinggi. Pasalnya, data itu tidak hanya mencakup penduduk buta aksara kelompok usia produktif. Tapi, juga mencakup penduduk buta aksara kelompok usia di bawah 14 tahun dan di atas usia 44 tahun termasuk penduduk lanjut usia. ''Untuk tahun anggaran 2008 ini, kami akan mulai menyasar penduduk buta aksara kelompok usia 45-55 tahun mengingat kelompok usia produktif sudah digarap pada tahun anggaran lalu. Sedangkan penduduk kelompok usia di bawah 14 tahun akan dimasukkan ke dalam program Pendidikan Kesetaraan Paket A (setara SD-red),'' katanya dan menambahkan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang guna mendapatkan data penduduk buta aksara kelompok usia 45-55 tahun yang akurat.

Hal senada juga dilontarkan Parwata. Pada tahun anggaran 2008 ini, kata dia, Disdik Propinsi Bali kembali menggulirkan program Keaksaraan Fungsional. Anggaran yang dialokasikan untuk kepentingan itu mencapai Rp. 5,3 milyar yang menyasar 8.750 orang penduduk buta aksara. Anggaran sebesar itu juga dialokasikan pada tahun anggaran 2007 lalu. ''Sesuai MoU (kesepakatan-red) yang ditandatangani Mendiknas, Gubernur Bali dan bupati/wali kota se-Bali tahun 2006 lalu, Propinsi Bali punya kewajiban mengentaskan 25 persen dari 70.000 orang penduduk buta aksara di seluruh Bali. Sedangkan pemerintah pusat punya kewajiban mengentaskan 50 persen dan sembilan kabupaten/kota se-Bali punya kewajiban mengentaskan 25 persen penduduk buta aksara,'' katanya dan menambahkan, Pemprop Bali punya kewajiban mengentaskan 17.500 orang penduduk buta aksara di mana separuh dari jumlah itu sudah digarap tahun anggaran 2007 lalu. (kmb13)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)