Sepanjang
2007---
Bali Entaskan
29.419 Penduduk
Buta
Aksara
Denpasar
(Bali Post) -
Berdasarkan
kompilasi data
kabupaten/kota se-Bali
pada
tahun 2005 lalu,
Propinsi Bali ''mengoleksi''
sekitar 70.000
orang
penduduk buta
aksara.
Dari jumlah
itu,
tercatat 29.419 orang
penduduk
buta
aksara sudah
berhasil
dientaskan
melalui program
Keaksaraan
Fungsional yang
digulirkan
sepanjang
tahun
anggaran 2007 lalu.
Sedangkan
sisanya
akan
disasar
pada tahun
anggaran 2008
ini.
Kepala Dinas
Pendidikan (Disdik)
Propinsi Bali TIA
Kusuma
Wardhani, S.H., M.M.
didampingi Kasubdin
Pendidikan
Luar
Sekolah dan
Pendidikan
Luar
Biasa IBM Parwata,
S.E., M.Si.
mengatakan
hal itu
kepada Bali Post,
Rabu (2/1)
kemarin.
Menurut
Wardhani, 29.419
orang
penduduk buta
aksara yang
disasar
sepanjang 2007 lalu
merupakan
kelompok
penduduk
usia
produktif (15-44
tahun).
Saat
ini,
mereka sudah
mengantongi
Surat
Keterangan Melek
Aksara (Sukma)
tahap I yang
menandakan
mereka
bisa membaca,
menulis
dan berhitung (calistung)
dalam
tingkatan yang sederhana.
Selanjutnya,
mereka
tetap diberikan
materi
penguatan sehingga
bisa
mengantongi Suksma
Mandiri yang
dibuktikan
mereka
mampu membaca
bahan
bacaan seperti
koran
secara
fasih. ''Jadi,
program Keaksaraan
Fungsional
ini ada
tingkatan.
Yakni,
Sukma I,
Sukma II
hingga
Sukma Mandiri,''
katanya.
Wardhani
menambahkan, data
penduduk
buta
aksara di Bali
versi
kabupaten/kota se-Bali
memang relatif
tinggi.
Pasalnya, data
itu
tidak hanya
mencakup
penduduk
buta
aksara kelompok
usia
produktif.
Tapi,
juga mencakup
penduduk
buta
aksara kelompok
usia
di
bawah 14 tahun
dan di
atas
usia 44 tahun
termasuk
penduduk
lanjut
usia. ''Untuk
tahun
anggaran 2008 ini,
kami
akan
mulai
menyasar penduduk
buta
aksara kelompok
usia 45-55
tahun
mengingat kelompok
usia
produktif sudah
digarap
pada tahun
anggaran
lalu.
Sedangkan penduduk
kelompok
usia
di
bawah 14 tahun
akan
dimasukkan ke
dalam program
Pendidikan
Kesetaraan
Paket A (setara
SD-red),'' katanya
dan
menambahkan, pihaknya
akan
melakukan pendataan
ulang
guna mendapatkan data
penduduk
buta
aksara kelompok
usia 45-55
tahun yang
akurat.
Hal senada
juga
dilontarkan Parwata.
Pada
tahun anggaran 2008
ini,
kata dia,
Disdik
Propinsi Bali kembali
menggulirkan program
Keaksaraan
Fungsional.
Anggaran yang
dialokasikan
untuk
kepentingan itu
mencapai
Rp. 5,3
milyar yang
menyasar 8.750
orang
penduduk buta
aksara.
Anggaran
sebesar
itu juga
dialokasikan
pada
tahun anggaran 2007
lalu. ''Sesuai
MoU (kesepakatan-red)
yang ditandatangani
Mendiknas,
Gubernur Bali
dan
bupati/wali kota
se-Bali tahun 2006
lalu,
Propinsi Bali punya
kewajiban
mengentaskan 25
persen
dari 70.000 orang
penduduk
buta
aksara di
seluruh Bali.
Sedangkan
pemerintah
pusat
punya kewajiban
mengentaskan 50
persen
dan sembilan
kabupaten/kota se-Bali
punya
kewajiban mengentaskan
25 persen
penduduk
buta
aksara,'' katanya
dan
menambahkan, Pemprop
Bali punya
kewajiban
mengentaskan 17.500
orang
penduduk buta
aksara
di mana
separuh
dari jumlah
itu
sudah digarap
tahun
anggaran 2007 lalu.
(kmb13)