kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Januari 2008

 Bali


Berkunjung
ke Perpustakaan YKBK--
Deddy Sutomo Diberi Buku dan Foto Bung Karno

Denpasar (Bali Post) -
Bung Karno, sang Founding Father negara ini, pernah berkata jangan sekali-sekali melupakan sejarah (Jasmerah). Namun kenyataannya masih banyak orang, terutama generasi muda yang belum memahami tentang filosofi ajaran Bung Karno. Padahal hingga saat ini ajaran tersebut masih sangat relevan diterapkan dalam pembangunan bangsa. ''Bangsa ini perlu dibenahi. Kita bisa mengimplementasikan ajaran Bung Karno, Soekarnoisme, terutama Tri Sakti yang meliputi politik, kepribadian nasional dan berdikari dalam bidang ekonomi,'' tegas Deddy Sutomo, anggota Fraksi PDI-P dan anggota Komisi X (bidang pendidikan, pariwisata, kebudayaan) DPR-RI, dalam kunjungannya ke Perpustakaan Yayasan Kepustakaan Bung Karno (YKBK), Rabu (2/1) kemarin.

Lelaki yang juga aktor terkenal era 70-an itu disambut Ketua YKBK Gus Marhaen. Pada kesempatan tersebut, Gus Marhaen menyerahkan buku koleksi YKBK berjudul ''Artis Film dan Partai Politik'' serta sejumlah buku tentang Bung Karno. Gus Marhaen juga memberikan kenang-kenangan foto Soekarno.

Deddy Sutomo sangat mengapresiasi keberadaan Perpustakaan YKBK. Dia mengaku kaget karena ada orang Bali yang begitu rajin mengumpulkan dokumen otentik Bung Karno sehingga koleksi YKBK sangat lengkap. Banyak buku langka yang sulit dijumpai di tempat lain ternyata ada di sini. ''Saya sampai merinding melihat koleksi buku-buku itu. Ini merupakan sesuatu yang sangat monumental,'' ujarnya didampingi sang istri Ny. Farida Widyawati Sutomo.

Deddy Sutomo yang di komisinya membidangi bagian perpustakaan itu mengingatkan Perpustakaan Bung Karno merupakan aset yang harus dirawat dengan baik dan dilestarikan. Karena perpustakaan juga andil mencerdaskan bangsa. Demikian pula menyangkut keamanan perpustakaan dan koleksi buku-bukunya juga perlu mendapat perhatian. Apalagi di Perpustakaan Bung Karno yang merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. ''Kalau perlu ada patung Bung Karno di depan perpustakaan ini,'' sarannya.  

Pada kesempatan itu, Deddy Sutomo juga membacakan puisi ''Persetujuan dengan Bung Karno'' karya Chairil Anwar yang sangat menggetarkan. Bunyinya, Ayo Bung Karno kasih tangan, mari kita bikin janji. Kita sudah cukup lama digarami oleh laut dipanggang atas api...''.

Sementara itu Ketua Umum Yayasan Kepustakaan Bung Karno Gus Marhaen mengatakan Perpustakaan YKBK menyimpan ribuan koleksi dokumentasi tentang Bung Karno. Koleksi tersebut terdiri atas pidato dan tulisan-tulisan yang mampu membangkitkan dan membakar semangat nasionalisme generasi muda kala itu. (kmb21)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)