Berkunjung
ke
Perpustakaan YKBK--
Deddy
Sutomo
Diberi Buku
dan
Foto Bung
Karno
Denpasar
(Bali Post) -
Bung Karno, sang Founding
Father negara
ini,
pernah berkata
jangan
sekali-sekali melupakan
sejarah (Jasmerah).
Namun
kenyataannya
masih
banyak orang,
terutama
generasi
muda yang
belum
memahami tentang
filosofi
ajaran Bung
Karno.
Padahal
hingga
saat ini
ajaran
tersebut masih
sangat
relevan diterapkan
dalam
pembangunan bangsa.
''Bangsa
ini
perlu dibenahi.
Kita bisa
mengimplementasikan
ajaran Bung
Karno,
Soekarnoisme, terutama
Tri Sakti yang
meliputi
politik,
kepribadian
nasional
dan
berdikari dalam
bidang
ekonomi,'' tegas
Deddy
Sutomo, anggota
Fraksi PDI-P
dan
anggota Komisi X (bidang
pendidikan,
pariwisata,
kebudayaan) DPR-RI,
dalam
kunjungannya ke
Perpustakaan
Yayasan
Kepustakaan Bung Karno
(YKBK), Rabu (2/1)
kemarin.
Lelaki
yang juga
aktor
terkenal era 70-an itu
disambut
Ketua YKBK Gus
Marhaen.
Pada
kesempatan tersebut,
Gus Marhaen
menyerahkan
buku
koleksi YKBK berjudul
''Artis Film
dan
Partai Politik''
serta
sejumlah buku
tentang Bung
Karno.
Gus Marhaen
juga
memberikan kenang-kenangan
foto
Soekarno.
Deddy
Sutomo
sangat mengapresiasi
keberadaan
Perpustakaan YKBK.
Dia
mengaku
kaget karena
ada
orang
Bali yang
begitu
rajin mengumpulkan
dokumen
otentik Bung Karno
sehingga
koleksi YKBK
sangat
lengkap.
Banyak
buku langka yang
sulit
dijumpai di
tempat
lain ternyata
ada di
sini. ''Saya
sampai
merinding melihat
koleksi
buku-buku itu.
Ini
merupakan sesuatu
yang sangat monumental,''
ujarnya
didampingi sang istri
Ny.
Farida
Widyawati Sutomo.
Deddy
Sutomo yang
di
komisinya membidangi
bagian
perpustakaan itu
mengingatkan
Perpustakaan Bung
Karno
merupakan aset yang
harus
dirawat dengan
baik
dan dilestarikan.
Karena
perpustakaan
juga
andil mencerdaskan
bangsa.
Demikian
pula menyangkut
keamanan
perpustakaan
dan
koleksi buku-bukunya
juga
perlu mendapat
perhatian.
Apalagi
di
Perpustakaan Bung Karno
yang merupakan
kekayaan yang
tidak
ternilai harganya.
''Kalau
perlu ada
patung Bung
Karno
di depan
perpustakaan
ini,''
sarannya.
Pada
kesempatan
itu,
Deddy Sutomo
juga
membacakan puisi ''Persetujuan
dengan Bung
Karno''
karya Chairil
Anwar yang
sangat
menggetarkan. Bunyinya,
Ayo Bung
Karno
kasih tangan,
mari
kita
bikin janji. Kita
sudah
cukup lama digarami
oleh
laut dipanggang
atas
api...''.
Sementara
itu
Ketua Umum
Yayasan
Kepustakaan Bung Karno
Gus Marhaen
mengatakan
Perpustakaan YKBK
menyimpan
ribuan
koleksi dokumentasi
tentang Bung
Karno.
Koleksi
tersebut
terdiri
atas pidato
dan
tulisan-tulisan yang mampu
membangkitkan
dan
membakar semangat
nasionalisme
generasi
muda
kala itu.
(kmb21)