kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Januari 2008

 Bali


Tanda
Tangani MoU Kerja ke LN --
Massa
AS Histeris

Gianyar (Bali Post) -
Pasangan
kandidat bupati-wakil bupati dari Koalisi Rakyat Gianyar (KRG), Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si. - Dewa Made Sutanaya, S.H. (AS), Rabu (2/1) kemarin, memenuhi janjinya. Mereka menandatangani kontrak kerja (memorandum of understanding/MoU) pengiriman ribuan tenaga kerja ke luar negeri di Lapangan Umum Blahbatuh. Akibatnya, belasan ribu massa yang menyaksikan sontak histeris.

''AS memang terbukti tidak hanya obral janji, tetapi benar-benar mewujudkannya,'' demikian teriak massa yang sudah memenuhi lapangan sejak siang hari ketika prosesi penandatanganan MoU dilakukan oleh Tjok. Artha dan PT Elkarim yang diwakili pimpinannya, Susanto. Jumlah tenaga kerja yang akan dikirim ke luar negeri sebagaimana tercantum dalam MoU adalah sekitar 3.500 orang ke perusahaan elektronik di Malaysia dan sekitar 600 tenaga kerja sektor perhotelan dan restoran ke Amerika.

Dalam sambutannya, Tjok. Artha menegaskan bahwa penandatanganan MoU itu adalah salah satu bentuk dari program-program yang telah dirancang dalam visi-misinya dalam mewujudkan perubahan Gianyar ke arah yang lebih baik. Salah satu dari tujuh program unggulan AS adalah bantuan pinjaman bergulir untuk tenaga kerja ke luar negeri.

Di luar itu, AS juga memrogramkan SPP pendidikan gratis, kesehatan gratis, subsidi pupuk dan PBB, pinjaman modal usaha tanpa agunan, peningkatan sektor pariwisata, dan pemerataan pembangunan di segala bidang.

Dalam pandangan Tjok. Artha, ada tiga kebutuhan mendasar rakyat yang harus dipenuhi oleh negara yang dalam hal ini adalah Pemkab Gianyar yakni jaminan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang layak. Ketiga hal inilah yang menurut Ketua BPD PHRI Bali ini menjadi dasar penyusunan program-programnya yang pro-rakyat.

Sementara itu di sela-sela berlangsungnya kampanye, Direktur Utama PT Elkarim, Susanto, menyampaikan alasannya mengapa berminat untuk kerja sama dengan AS. Menurutnya, Tim AS sangat agresif, kreatif, dan punya inisiastif dalam mewujudkan Gianyar ke depan yang lebih baik.

Sementara itu, Dewa Sutanaya tak kalah semangatnya. Mantan birokrat yang berpengalaman selama puluhan tahun di Pemkab Badung ini mengajak massa pendukung AS untuk bersikap santun, bersih, tetapi memiliki keberanian dalam menegakkan keadilan terhadap tindakan-tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pihak lain.

Sebelumnya, Tjokorda Kerthyasa yang tampil sebagai jurkam juga mengajak massa untuk ramai-ramai berjuang dalam mewujudkan perubahan. Alasannya, perubahan itu membutuhkan perjuangan. Sedangkan perjuangan membutuhkan pengorbanan. Menyusul Tjokorda Budi Suryawan mengajak seluruh rakyat Gianyar untuk bertindak santun selama massa kampanye. ''Kita harus bersabar dalam menghadapi ketertindasan ini. Karena perjuangan untuk mencapai perubahan memang banyak menghadapi rintangan,'' tandasnya. (dar/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)