Tanda
Tangani
MoU Kerja
ke LN --
Massa
AS Histeris
Gianyar
(Bali Post) -
Pasangan
kandidat
bupati-wakil
bupati
dari Koalisi
Rakyat
Gianyar (KRG), Ir. Tjokorda
Oka
Artha Ardhana
Sukawati,
M.Si.
- Dewa Made
Sutanaya, S.H. (AS),
Rabu (2/1)
kemarin,
memenuhi
janjinya.
Mereka
menandatangani
kontrak
kerja (memorandum of understanding/MoU)
pengiriman
ribuan
tenaga kerja
ke luar
negeri
di Lapangan
Umum
Blahbatuh. Akibatnya,
belasan
ribu
massa
yang menyaksikan
sontak
histeris.
''AS memang
terbukti
tidak
hanya obral
janji,
tetapi benar-benar
mewujudkannya,''
demikian
teriak
massa
yang sudah
memenuhi
lapangan
sejak
siang hari
ketika
prosesi penandatanganan
MoU
dilakukan oleh
Tjok.
Artha
dan PT
Elkarim yang diwakili
pimpinannya,
Susanto.
Jumlah
tenaga kerja yang
akan
dikirim ke
luar
negeri sebagaimana
tercantum
dalam
MoU adalah
sekitar 3.500
orang
ke perusahaan
elektronik
di Malaysia
dan
sekitar 600 tenaga
kerja
sektor perhotelan
dan
restoran ke
Amerika.
Dalam
sambutannya,
Tjok.
Artha
menegaskan
bahwa
penandatanganan MoU
itu
adalah salah
satu
bentuk dari
program-program yang telah
dirancang
dalam
visi-misinya dalam
mewujudkan
perubahan
Gianyar
ke arah yang
lebih
baik.
Salah
satu
dari tujuh program
unggulan AS
adalah
bantuan pinjaman
bergulir
untuk
tenaga kerja
ke luar
negeri.
Di
luar
itu, AS juga
memrogramkan SPP
pendidikan gratis,
kesehatan gratis,
subsidi
pupuk dan PBB,
pinjaman modal
usaha
tanpa agunan,
peningkatan
sektor
pariwisata, dan
pemerataan
pembangunan
di
segala bidang.
Dalam
pandangan
Tjok.
Artha,
ada
tiga kebutuhan
mendasar
rakyat yang
harus
dipenuhi oleh
negara yang
dalam
hal ini
adalah
Pemkab Gianyar
yakni
jaminan pendidikan,
kesehatan,
dan
kehidupan yang layak.
Ketiga
hal
inilah yang menurut
Ketua BPD PHRI Bali
ini
menjadi dasar
penyusunan program-programnya
yang pro-rakyat.
Sementara
itu di
sela-sela
berlangsungnya
kampanye,
Direktur
Utama PT
Elkarim,
Susanto,
menyampaikan
alasannya
mengapa
berminat untuk
kerja
sama
dengan AS.
Menurutnya, Tim AS
sangat
agresif, kreatif,
dan
punya
inisiastif dalam
mewujudkan
Gianyar
ke depan yang
lebih
baik.
Sementara
itu,
Dewa Sutanaya
tak
kalah semangatnya.
Mantan
birokrat yang berpengalaman
selama
puluhan tahun
di
Pemkab Badung
ini
mengajak
massa
pendukung AS
untuk
bersikap santun,
bersih,
tetapi memiliki
keberanian
dalam
menegakkan keadilan
terhadap
tindakan-tindakan
kecurangan yang
dilakukan
oleh
pihak lain.
Sebelumnya,
Tjokorda
Kerthyasa yang
tampil
sebagai jurkam
juga
mengajak
massa
untuk
ramai-ramai berjuang
dalam
mewujudkan perubahan.
Alasannya,
perubahan
itu
membutuhkan perjuangan.
Sedangkan
perjuangan
membutuhkan
pengorbanan.
Menyusul
Tjokorda
Budi
Suryawan mengajak
seluruh
rakyat Gianyar
untuk
bertindak santun
selama
massa
kampanye.
''Kita harus
bersabar
dalam
menghadapi ketertindasan
ini.
Karena
perjuangan
untuk
mencapai perubahan
memang
banyak menghadapi
rintangan,''
tandasnya.
(dar/*)