Penilaian
Komisi C DPRD
Jembrana --
Kualitas
Proyek 2007
masih
Buruk
Negara (Bali Post) -
Proyek
pembangunan
di
Kabupaten Jembrana
sepanjang
tahun 2007
masih
dianggap buruk.
Banyaknya
keterlambatan
pengerjaan
proyek yang
dilakukan
pemborong
menjadi
salah satu
faktor
penilaian tersebut.
Hal itu
dikatakan
Sekretaris
Komisi C
Jembrana,
Iskandar
Alfan,
Rabu (2/1) kemarin.
Iskandar
melihat rata-rata
keterlambatan
pengerjaan
banyak
dikerjakan oleh
pemborong
dari
luar daerah.
Mereka
terkesan
bandel
karena menyepelekan
peringatan yang
diberikan
baik
oleh DPRD maupun
instansi
terkait.
Diharapkan
pada 2008
ini,
pemkab lebih
memberdayakan
para
pemborong lokal,
karena
dari penilaiannya
para
pemborong lokal
ini
pengawasan lebih
mudah
dan tidak
bandel.
Selain
itu
untuk memberikan
efek
jera kepada
para
pemborong yang tidak
mampu
memenuhi batas
waktu
dan kualitas yang
diinginkan,
pria
asal Singaraja
ini
mengusulkan agar mereka
di blacklist.
Berbeda
dengan
pendapat Ketua DPRD
Jembrana, Made
Kembang
Hartawan.
Kembang
mengatakan
secara
keseluruhan kualitas
proyek
di Jembrana
tahun 2007
sudah
mengalami peningkatan
daripada
tahun 2006.
Meskipun
ada
berbagai keterlambatan
namun
dinilai masih
baik
dibanding tahun
sebelumnya.
Meski
demikian,
diharapkan
kinerja
Dewan dalam
menjalankan
fungsi
pengawasan tidak
berkurang,
malah
seharusnya lebih
ketat
lagi.
Menurutnya,
dengan
mendatangkan staf
ahli
bisa membantu
kinerja
Dewan dalam
pengawasan
proyek-proyek
tersebut.
Dewan
juga
masih mempertimbangkan
usul
Komisi C untuk
menambah
staf
ahli agar lebih
memperketat
pengawasan.
(sur)