Calo
Seba
Polri masih
Gentayangan
Denpasar
(Bali Post) -
Sikap
tegas
Kapolda Bali Irjen
Pol.
Paulus Purwoko, MDA
membangun
pelayanan
Polri yang
bersih,
ternyata belum
membuat
kalangan calo
takut.
Buktinya,
tes
Seba Polri
masih
diwarnai upaya
suap
atau KKN.
Kalangan
calo
malah terus
gentayangan
dan
sibuk menawarkan
jasa
pada pelamar.
Satu
''kursi''
dijual
Rp 60 juta
sampai
Rp 75 juta.
Polda
Bali mendapat
jatah 140
calon
Seba Polri
angkatan 2008.
Pelamar
yang sudah
resmi
ikut bersaing
mencapai 948,
termasuk 42
orang
Polwan. Rinciannya,
120 orang
untuk
Polri umum,
intel
organik (7),
intel
khusus (2), brimob
(10) dan
pol. air 10
orang.
''Tidak
ada yang boleh
nitip-nitip
nomor,
saya tak
bisa
disuap. Biar
anak
pejabat atau
keluarga
petinggi
Polri,
tak akan
bisa
intervensi Kapolda,''
tegas
Irjen Purwoko.
Kapolda
boleh
saja mengklaim
tes
Seba Polri
bersih
dari budaya
suap
atau KKN.
Toh
begitu,
oknum calo
masih
saja mencari
celah.
Sejumlah
keluarga
pelamar
bahkan dicari
oleh
kalangan makelar yang
mengaku
bisa membantu
kelulusan
pelamar.
Oknum
calo
tersebut tidak
saja
dari PNS, juga
oknum
Polri yang notabene
punya
akses ke
pemegang
kebijakan
di
Polda. ''Saya
diminta
menyediakan Rp 75
juta,
katanya pasti
lulus
dan jangan
ribut,''
bisik
orangtua pelamar
di
Mapolda Bali, Rabu
(2/1) kemarin.
Kabid
Humas
Polda Bali Kombes
Pol. AS
Reniban menegaskan,
tak ada
biaya
sepeser pun dalam
rangkaian
tes
calon Seba
Polri.
Masyarakat
diminta
tak percaya
pada
calo, apalagi yang
mengaku
bisa meluluskan
pelamar.
''Jangan
percaya,
semua
tergantung hasil
ujian
dan kemampuan
masing-masing
pelamar,''
katanya.
Ditanya
ulah
calo yang masih
gentayangan,
Kombes
Reniban menyebutkan
Polda
membentuk
tim
pengawas
dan tim
khusus
untuk mengejar
oknum yang
mencari
keuntungan pribadi.
Orangtua
pelamar
Seba Polri
diminta
melaporkan ulah
calo yang
berani
menodai kebijakan
Kapolda.
''Silakan
jadi
calo tes
Seba
Polri, kalau
ketahuan
bersiaplah
masuk
sel,'' ancamnya.
Sementara
Wakapolda Bali
Brigjen
Pol Drs. Andi
Chaerudin
memimpin
acara
sosialisasi penerimaan
Seba
Polri, di
Gedung
Rupatama, Rabu (2/1)
kemarin.
Karo
Pers
Polda Bali Kombes
Pol Drs. Mustafa
Hari
Kuncoro melaporkan,
pendaftaran
Seba
Polri berlangsung 4
Desember 2007
sampai 28
Desember 2007.
Pelamar
ikut
kompetisi 948, termasuk
42 orang
Polwan.
''Kuota
untuk
Bali 140
orang,
lebih banyak
dari
tahun lalu yang
hanya 90
orang,''
ucapnya.
(kmb10)