Empat
Pembunuh
Satpam
Ditangkap
Satu
Saat
Berobat di RS---
Denpasar
(Bali Post) -
Tim gabungan
Polda Bali,
Poltabes
Denpasar
dan
Polsek Kuta
hanya
perlu waktu
sehari
untuk mengungkap
kasus
pembunuhan
Mustiada alias
Budi
dan Wayan
Suparta alias
Kayun.
Keduanya Satpam Dee
Jay Music di
Kuta.
Empat
pria
berbadan kekar,
masing-masing EN, OP, KM,
dan MN
ditangkap polisi
di
tempat berbeda,
Rabu (2/1)
kemarin.
Pasukan
Polda
dan Poltabes
masih
memburu empat
orang yang
diduga
terlibat.
Wakapoltabes
Denpasar AKBP
Gede Alit
Widana,
M.Si.
membenarkan ada
empat
tersangka kasus
pembunuhan
Satpam Dee Jay
sudah
dijebloskan ke
sel.
Satu di
antaranya
diperiksa
penyidik
Polsek
Kuta, sedangkan
tiga
pelaku lagi
ditangani
Poltabes.
''Empat
tersangka
sudah
ditangkap, dan
sekarang
tengah
diperiksa. Soal
kronologis
penangkapan
dan
hasil pemeriksaan,
besok (Kamis-red)
akan
disampaikan
ke
Kapoltabes,'' tegasnya.
Tersangka
sebelum
dibawa ke
Poltabes
sempat
digelandang ke
Mapolda Bali.
Entah
bagaimana, Dir.
Reskrim
Polda Bali Kombes
Pol. W.
Marpaung memerintahkan
anggota
untuk membawa
ke
Poltabes.
''Poltabes
yang memeriksa,
namun
Polda tetap
mem-back-up,''
kata
Wadir Reskrim AKBP
Rusmana.
Informasi
yang dihimpun Bali Post,
keempat
tersangka ditangkap
wilayah
Denpasar dan
Badung.
Identitas
para
pelaku dapat
diketahui,
setelah
polisi mendengar
keterangan
para
saksi di TKP.
Tim gabungan
Polda-Poltabes
langsung
memblokir
tempat-tempat
persembunyian EN
dkk.
Hasilnya,
pasukan
Kasat Reskrim
Kompol
Komang Sandi Arsana
dapat
informasi bahwa
tersangka MN
ngumpet
di wilayah
Sesetan.
Penyergapan
yang dilakukan
petugas
berhasil, dan MN
diringkus
saat
melintas di
jalan
raya.
Berselang
30 menit
sejak MN
ditangkap,
polisi
kembali sukses
melacak
keberadaan pelaku
lain. Tersangka EN yang
sedang
berobat di
salah
satu RS di
Sesetan,
langsung
dijemput
tim
gabungan
Polda-Poltabes.
EN saat
dirungkus,
ternyata
mengalami
luka di
bagian
kepala belakang,
punggung,
dan
lengan.
''EN juga
kena
tebas saat
berkelahi,''
kata
perwira Poltabes.
Dua
tersangka
lagi, OP
dan KM
ditangkap secara
bersamaan
di
suatu tempat.
Keempat
pria yang diduga
membunuh
dua
satpam kafe
itu
langsung digelandang
ke
kantor
polisi.
Hanya,
soal
luka yang diderita EN
ada dua
versi yang
beredar
di lapangan.
Informasi
pertama,
tersangka yang
sudah
pernah terlibat
kasus
serupa itu
ditebas
oleh salah
satu
korban saat
berkelahi
di TKP.
Versi
kedua, EN
terluka
setelah diserang
kelompok
pria yang
diduga
teman korban.
Sering
Dikeluhkan
Masyarakat
Kuta
mempertanyakan waktu
operasional Dee Jay Music,
Kuta.
Jam buka
tempat
hiburan tersebut
dinilai
melanggar ketentuan
Perda
Badung yang mengatur
tentang
waktu operasional
tempat
hiburan.
Seharusnya
waktu
operasional tempat
hiburan
dibatasi hingga
pukul 03.00
wita.
Namun
ternyata Dee Jay Music yang
berlokasi
di
Jalan
Kartika
Plaza itu
buka
hingga pukul 08.30
wita.
Ketua
LPM Kuta I
Nyoman
Graha Wicaksana
Rabu (2/1)
kemarin
membenarkan adanya
pertanyaan
masyarakat
tentang jam
operasional
tempat
hiburan yang menjadi
tempat
perkelahian berdarah
itu.
Menurutnya,
masyarakat
di
lingkungan sekitar
tempat
hiburan tersebut
sudah
sering mengeluhkan
jam beroperasi
tempat
hiburan itu
karena
suara musiknya
mengganggu
ketenangan
warga.
''Untuk
itu
dalam waktu
dekat
kami akan
duduk
bersama pihak
pengelola,
tokoh
dan masyarakat
sekitar
untuk membicarakan
hal
tersebut,'' ujarnya.
Sementara
itu
Kepala Dinas
Pariwisata
Badung I Made
Subawa
mengatakan belum
mengetahui
tentang
pelanggaran waktu
operasional
tempat
hiburan tersebut.
''Akan
saya
cek dulu,''
ujarnya
singkat.
Sedangkan
mengenai
waktu
buka tempat
hiburan
hingga pukul 08.30
wita,
Subawa mengatakan
kemungkinan
karena
pergantian tahun
sehingga jam
buka
diperpanjang. Namun
untuk
memperpanjang jam buka
itu
seharusnya pihak
pengusaha
tempat
hiburan juga
meminta
izin kepada
dinas
pariwisata
dan
dinas terkait
lainnya.
(kmb10\kmb21)