kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 22 Januari 2008

 Pariwisata

Promosikan Pariwisata Bali Berbekal ''Bali Brochure''
Oleh
Drs. I Gede Kasna 

MENJADI harapan kita bersama setelah beberapa kejadian menimpa Pulau Bali agar segera pulih dari cedera dan bangkit kembali di kancah pariwisata dunia. Masyarakat pun ingin kembali menikmati manisnya pariwisata Bali seperti yang pernah dirasakan dulu karena tidak bisa dimungkiri bahwa  roda perekonomian Bali bergantung dari kelanjutan pariwisata di daerah ini. Upaya yang harus lebih banyak dilakukan semestinya tidak saja terpaku pada promosi semata melainkan konsentrasi internal guna mempercantik diri dengan menata lingkungan dan menata objek wisata yang lebih baik.

Dana  promosi selama ini yang dianggarkan melalui pos APBD Pemda Bali dan Pemkab/Pemkot se-Bali sebagian bisa dialihkan untuk memperbaiki jalan menuju objek wisata, pembuatan toilet yang berstandar internasional di masing-masing objek, pencetakan brosur objek wisata, petunjuk jalan menuju objek dan yang terpenting pengamanan di objek wisata. Sedangkan sebagian dana promosi yang bersumber dari APBD itu benar-benar dipakai untuk mempromosikan Bali secara terpadu pada pasar-pasar wisata, baik yang digelar di dalam maupun di luar negeri. Cara berpromosi sendiri-sendiri selama ini ke beberapa negara sudah tidak efektif lagi karena sering dikonotasikan ngelencer dan sulit dipertanggungjawabkan.

Untuk itu mekanisme sebuah promosi perlu digodok sebelum berangkat dan dibentuk tim terpadu untuk menyediakan bahan-bahan yang telah diuji kelayakannya baik dari segi bahasa maupun gambar-gambar yang akan disajikan. Dari sini diharapkan lahir  sebuah ''Brosur Bali'' yang memiliki daya tarik dan daya jual tinggi. Melalui semangat kebersamaan satu kata satu tujuan siapa pun dan kemana pun berpromosi hendaknya sudah siap dengan Bali Brochure 2008 dicetak dalam beberapa bahasa sesuai keperluan. Dengan mengubah cara dan mekanisme berpromosi di samping lebih efisien akan berdampak positif di mata calon wisatawan karena mereka benar-benar mendapatkan informasi tentang Bali sebelum mereka datang.

Brosur Bali menampilkan latar belakang pulau ini kemudian di dalamnya dikemas masing-masing objek wisata, hotel, restoran, dan fasilitas penunjang pariwisata lainnya yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota se-Bali. Brosur Bali harus di-up date tiap tahun atas perubahan yang terjadi di masing-masing kabupaten/kota se-Bali sebelum mengadakan promosi berikutnya.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali mesti diikuti oleh perangkat hukum yang jelas melalui peraturan daerah. Hal ini penting untuk dilakukan karena tidak mustahil ada oknum pribadi maupun kelompok yang hanya mencari keuntungan atas pariwisata Bali tanpa ikut menjaga kelestariannya. Di bandara, misalnya, makin hari makin banyak turis dijemput turis yang tak jelas keberadaannya bahkan beberapa dari mereka dengan pakaian seadanya sambil menenggak sebotol bir dengan santainya berada di deretan penjemputan di tengah-tengah pramuwisata berpakaian adat Bali, ratusan brosur berbagai produk wisata dengan persaingan harga yang mencolok  bebas dicetak dan didistribusikan. Apakah ini the first impression tentang Bali yang kita harapkan? Kalau kesan Bali saat pertama kali wisatawan menginjakkan kakinya di bandara sudah seperti itu, lantas mereka berpikir di Bali ternyata urakan dan gampang (boleh tidak berpakaian di mana saja dan boleh minum-minum di mana saja). Dari segi armada pariwisata sebagian sudah tidak laik jalan dan celakanya sebagian armada pengangkut wisatawan tidak dilengkapi izin angkutan wisata. Ratusan vila menghiasi tebing di Bali yang izinnya perlu dipertanyakan dan masih banyak lagi pernik-pernik Bali di sela gencarnya promosi Bali, terlebih saat menyongsong  Tahun Kunjungan Indonesia 2008. Kalau kita mau jujur dan menginginkan kualitas pariwisata Bali betul-betul terjaga kelangsungannya, semua komponen terkait harus introspeksi diri untuk menata ulang perangkat yang diperlukan dan tidak ada istilah terlambat untuk sebuah perbaikan karena sesungguhnya kita tidak mengejar kuantitas kunjungan wisatawan semata.

Penulis, praktisi pariwisata

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)