kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 22 Januari 2008

 Olahraga


Pembinaan
Tenis lewat Porjar 

Denpasar (Bali Post) -
Agar tercipta pembinaan berjenjang untuk mengoptimalkan percepatan prestasi, perlu digelar kejuaraan secara kontinyu termasuk Pekan Olah Raga Pelajar (Porjar).
Demikian harapan  Ketua Pengprop Pelti Bali Drs. Gede Nurjaya, M.M., saat rapat koordinasi dengan pengurus Pelti Baii masa bakti 2007/2012 yang terbentuk awal Januari lalu dan ketua Pengcab Pelti se-Bali, di Kantor Dinas Pariwisata Bali, Renon, Denpasar, Senin (21/1) kemarin.

Untuk itu, pihaknya akan menyurati Dinas Pendidikan Bali  agar pada Porjar kabupaten/kota dan Bali, tidak lagi memberlakukan ketentuan cabang tenis diwakili satu orang untuk semua tingkatan sekolah (SD, SMP, SMA). ''Model Porjar dengan menggelar kompetisi per jenjang SD, SMP dan SMA perlu diberlakukan lagi. Kalau potong kompas begitu, pembinaan tidak jalan,'' tambah Nurjaya.

Pelti Bali akan mendata kejuaraan pelajar dan kelompok umur yang gencar dilaksanakan Pelti Buleleng dan Pelti Badung, serta kejuaraan senior termasuk turnamen baru Piala IDI. Jumlah klub yang ada juga dimonitor dengan bantuan pengcab-pengcab.

Sementra itu, Bidang Perwasitan Partanayasa mengatakan Pelti Bali Bali akan diwakili empat wasit pada PON XVII/2008 di Kaltim. Mereka adalah Nyoman Sumerta, Wayan Sukadana, Wayan Unok Partanayasa dan Ketut Karyono. Pihaknya sudah mendapatkan surat dari PP Pelti untuk menjalankan tugas tersebut.

Relatif tingginya frekuensi pertandingan tenis di Bali membuat wasit di daerah ini memiliki jam terbang nasional tinggi. Karenanya, sejak PON XIII/1993, wasit Bali terus mendapat tugas memimpin pertandingan PON. (kmb11)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)