Pembinaan
Tenis
lewat Porjar
Denpasar
(Bali Post) -
Agar tercipta
pembinaan
berjenjang
untuk
mengoptimalkan percepatan
prestasi,
perlu
digelar kejuaraan
secara
kontinyu termasuk
Pekan
Olah Raga Pelajar (Porjar).
Demikian
harapan
Ketua
Pengprop Pelti Bali
Drs. Gede
Nurjaya, M.M.,
saat
rapat koordinasi
dengan
pengurus Pelti
Baii
masa bakti 2007/2012
yang terbentuk
awal
Januari lalu
dan
ketua Pengcab
Pelti se-Bali,
di
Kantor Dinas
Pariwisata Bali,
Renon,
Denpasar, Senin
(21/1) kemarin.
Untuk
itu,
pihaknya akan
menyurati
Dinas
Pendidikan Bali agar
pada
Porjar kabupaten/kota
dan Bali,
tidak
lagi memberlakukan
ketentuan
cabang
tenis diwakili
satu
orang untuk
semua
tingkatan sekolah
(SD, SMP, SMA). ''Model
Porjar
dengan menggelar
kompetisi per
jenjang SD, SMP
dan SMA
perlu diberlakukan
lagi.
Kalau
potong
kompas begitu,
pembinaan
tidak
jalan,'' tambah
Nurjaya.
Pelti
Bali akan
mendata
kejuaraan pelajar
dan
kelompok umur yang
gencar
dilaksanakan Pelti
Buleleng
dan
Pelti Badung,
serta
kejuaraan senior termasuk
turnamen
baru
Piala IDI.
Jumlah
klub yang
ada
juga dimonitor
dengan
bantuan pengcab-pengcab.
Sementra
itu,
Bidang Perwasitan
Partanayasa
mengatakan
Pelti Bali
Bali
akan
diwakili
empat
wasit pada PON
XVII/2008 di
Kaltim.
Mereka
adalah
Nyoman Sumerta,
Wayan
Sukadana, Wayan
Unok
Partanayasa dan
Ketut
Karyono. Pihaknya
sudah
mendapatkan
surat
dari PP
Pelti untuk
menjalankan
tugas
tersebut.
Relatif
tingginya
frekuensi
pertandingan
tenis
di Bali membuat
wasit
di daerah
ini
memiliki jam terbang
nasional
tinggi.
Karenanya,
sejak PON XIII/1993,
wasit
Bali
terus
mendapat tugas
memimpin
pertandingan PON.
(kmb11)