kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 22 Januari 2008

 Ekuin


Empat
Bank Ber-KP di Surabaya Diakuisisi 

Surabaya (Bali Post) -
Empat
bank dari sembilan bank yang berkantor pusat (ber-KP) di Surabaya awal 2008 diakuisisi, karena tidak bisa memenuhi minimal modal Rp 80 milyar. Keempat bank itu adalah Bank Harfa diakuisisi Panin Bank, Bank ANK diakuisisi Comment Wealth Bank, Bank Halim mengajak ICBC Bank dan Bank Amien masih dalam proses dengan investor. Sedangkan kelima bank lainnya memenuhi modal minimum Rp 80 milyar.

Penegasan itu dikemukakan Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, Rusli Simanjuntak di Surabaya, Senin (21/1) kemarin. Sesuai ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia (API), hingga 2010 bank harus memenuhi minimal permodalan Rp 100 milyar. ''Jadi keempat bank yang diakuisisi ada yang namanya hilang dan bergabung dengan nama bank yang mengambilalih. Tetapi ada juga yang nama banknya tetap,'' katanya.

Misalnya, kata dia, Bank ANK yang berkantor pusat di dekat KBI Surabaya di kawasan Jalan Pahlawan kini berubah nama menjadi Comment Wealth Bank. Diakuisisinya keempat bank, kata dia, karena manajemen lama tidak bisa memenuhi modal minimal sebesar Rp 80 milyar hingga akhir 2007 lalu. Karena tidak bisa memenuhi modal minimal seperti yang disyaratkan API, tentunya harus menambah modal dan pemegang saham baru.

Menurut dia, proses akuisisi keempat bank yang ber-KP di Surabaya diperkirakan memerlukan waktu konsolidasi internal sekitar enam bulan. ''Setelah melakukan konsolidasi kedalam tentunya baru melakukan rencana bisnis ke depan,'' ujarnya.

Selain menjelaskan empat bank yang ber-KP di Surabaya diakuisisi, dia juga menjelaskan kinerja ke-69 bank umum yang ada di Jawa Timur (Jatim). Hingga Desember 2007, pertumbuhan total aset sebesar 13,51 persen menjadi Rp 167,47 trilyun. Sementara kredit

bertambah Rp 17,73 trilyun (23,82 persen), sehingga total kredit perbankan mencapai Rp 92,15 trilyun. Pertumbuhan kredit, kata dia, didanai oleh peningkatan dana pihak ketiga sebesar Rp 15,26 trilyun (11,89 persen) yang secara komulatif meningkat menjadi Rp 143,55 trilyun. Demikian juga dengan kinerja BPR menunjukkan pertumbuhan berarti. Di Jatim terdapat 338 BPR dengan 438 kantor dan total aset sebesar Rp 3,6 trilyun dan portofolio kredit mencapai Rp 2,5 trilyun. ''Dengan nilai kredit yang relatif kecil, untuk satuan kredit yang sama rasio jumlah nasabah yang dilayani BPR jauh lebih besar dari bank umum,'' katanya. (059)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)