Empat
Bank Ber-KP
di Surabaya
Diakuisisi
Surabaya (Bali Post) -
Empat
bank dari
sembilan bank yang
berkantor
pusat (ber-KP)
di Surabaya
awal 2008
diakuisisi,
karena
tidak bisa
memenuhi minimal modal
Rp 80
milyar.
Keempat
bank itu
adalah Bank
Harfa
diakuisisi Panin
Bank, Bank ANK diakuisisi
Comment Wealth Bank, Bank Halim
mengajak ICBC Bank
dan Bank
Amien
masih dalam
proses
dengan investor.
Sedangkan
kelima bank
lainnya
memenuhi modal minimum Rp
80 milyar.
Penegasan
itu
dikemukakan Pemimpin
Kantor Bank Indonesia (KBI)
Surabaya, Rusli
Simanjuntak
di Surabaya,
Senin (21/1)
kemarin.
Sesuai
ketentuan
Arsitektur
Perbankan Indonesia (API),
hingga 2010 bank
harus
memenuhi minimal permodalan
Rp 100
milyar. ''Jadi
keempat bank yang
diakuisisi
ada yang
namanya
hilang dan
bergabung
dengan
nama bank yang
mengambilalih.
Tetapi
ada juga yang
nama
banknya
tetap,'' katanya.
Misalnya,
kata
dia, Bank ANK yang berkantor
pusat
di dekat KBI Surabaya
di
kawasan Jalan
Pahlawan
kini
berubah
nama menjadi
Comment Wealth Bank.
Diakuisisinya
keempat bank,
kata
dia, karena
manajemen lama
tidak
bisa memenuhi modal
minimal sebesar
Rp 80
milyar hingga
akhir 2007
lalu.
Karena
tidak
bisa memenuhi modal
minimal seperti yang
disyaratkan API,
tentunya
harus
menambah modal dan
pemegang
saham
baru.
Menurut
dia,
proses
akuisisi keempat bank
yang ber-KP
di
Surabaya
diperkirakan
memerlukan
waktu
konsolidasi internal sekitar
enam
bulan.
''Setelah
melakukan
konsolidasi
kedalam
tentunya baru
melakukan
rencana
bisnis ke
depan,''
ujarnya.
Selain
menjelaskan
empat bank yang
ber-KP
di Surabaya diakuisisi,
dia
juga menjelaskan
kinerja ke-69 bank
umum yang
ada di
Jawa
Timur (Jatim).
Hingga
Desember 2007, pertumbuhan
total aset
sebesar 13,51
persen
menjadi Rp 167,47
trilyun.
Sementara
kredit
bertambah
Rp 17,73
trilyun (23,82
persen),
sehingga total
kredit
perbankan mencapai
Rp 92,15
trilyun.
Pertumbuhan
kredit,
kata dia,
didanai
oleh peningkatan
dana
pihak ketiga
sebesar
Rp 15,26
trilyun (11,89
persen) yang
secara
komulatif meningkat
menjadi
Rp 143,55 trilyun.
Demikian
juga
dengan kinerja BPR
menunjukkan
pertumbuhan
berarti.
Di
Jatim terdapat 338
BPR dengan 438
kantor
dan total aset
sebesar
Rp 3,6
trilyun
dan portofolio
kredit
mencapai Rp 2,5
trilyun. ''Dengan
nilai
kredit yang relatif
kecil,
untuk satuan
kredit yang
sama
rasio
jumlah nasabah yang
dilayani
BPR jauh
lebih
besar dari bank
umum,''
katanya. (059)