Di
Bali ------
Galungan
sudah
Dirayakan Sejak
Abad Ke-9
Di
Bali, hari
raya
Galungan ternyata
sudah
dirayakan pada
abad ke-9.
Hal itu
dibuktikan
dari
prasasti Terunyan
yang menyebutkan
Mehayu-hayuan
di
magha mahanamawi,
yang artinya
pemujaan
terhadap
Durga.
Sementara
perayaan
Galungan
dilakukan
secara
besar-besaran di Bali
pada
abad ke-11 saat
wafatnya
Mahendradatta
Gunapriya
Darmapatni --
istri Raja
Udayana, yang
stananya
dapat
ditemukan di
Pura
Kedarman Kutri-Gianyar
dalam
wujud arca
Durga
Kutri.
-------------
GURU
besar IHDN
Denpasar Prof. Dr. Made
Titib,
Rabu (16/1) kemarin
menuturkan,
di India
Durga
Puja dirayakan
dua kali
setahun
yaitu saat
Rama
Nawami -- kelahiran
Sri Rama
sekitar
bulan Mei-Juni
dan
Srada Wijaya
Dasami
sekitar bulan
Oktober-November.
Sementara
dalam
perayaan Galungan-Kuningan,
menurut
Titib dan
Ketua
Parisada Bali Drs. IGN
Sudiana, M.Si.,
perlu
diisi dengan
kegiatan yang
bermanfaat
untuk
meningkatkan sradha
dan
bhakti umat
kepada Ida Sang
Hyang
Widi Wasa,
di
samping kegiatan yang
mendukung
ajegnya
budaya Bali.
Kegiatan
lomba dharma
wacana, dharma
shanti,
mesatwa
Bali, lomba
busana
ke pura
dan
sebagainya, tampaknya
strategis
dan
relevan dilakukan
serangkaian
perayaan
Galungan.
''Perayaan
Galungan
penting
diisi dengan
kegiatan yang
mendukung
pemaknaan
nilai yang
terkandung
dalam
hari raya
tersebut.
Dengan
demikian
merayakan
hari
raya tidak
sekadar
rutinitas,'' ujarnya.
Selama
ini
umumnya dalam
perayaan
Galungan-Kuningan
diisi
dengan kegiatan
bazar.
Hal itu
boleh
saja.
Cuma,
mesti
dihindari penjualan
miras.
Sebab,
miras
dampak negatifnya
lebih
banyak ketimbang
postif.
Miras
bisa
diganti dengan
minuman
ringan (soft drink).
(lun)