kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 17 Januari 2008

 Bali


Di
Bali  ------
Galungan
sudah Dirayakan Sejak Abad Ke-9 

Di Bali, hari raya Galungan ternyata sudah dirayakan pada abad ke-9. Hal itu dibuktikan dari prasasti Terunyan yang menyebutkan Mehayu-hayuan di magha mahanamawi, yang artinya pemujaan terhadap Durga. Sementara perayaan Galungan dilakukan secara besar-besaran di Bali pada abad ke-11 saat wafatnya Mahendradatta Gunapriya Darmapatni -- istri Raja Udayana, yang stananya dapat ditemukan di Pura Kedarman Kutri-Gianyar dalam wujud arca Durga Kutri.

------------- 

GURU besar IHDN Denpasar Prof. Dr. Made Titib, Rabu (16/1) kemarin menuturkan, di India Durga Puja dirayakan dua kali setahun yaitu saat Rama Nawami -- kelahiran Sri Rama sekitar bulan Mei-Juni dan Srada Wijaya Dasami sekitar bulan Oktober-November.

Sementara dalam perayaan Galungan-Kuningan, menurut Titib dan Ketua Parisada Bali Drs. IGN Sudiana, M.Si., perlu diisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, di samping kegiatan yang mendukung ajegnya budaya Bali. Kegiatan lomba dharma wacana, dharma shanti, mesatwa Bali, lomba busana ke pura dan sebagainya, tampaknya strategis dan relevan dilakukan serangkaian perayaan Galungan.

''Perayaan Galungan penting diisi dengan kegiatan yang mendukung pemaknaan nilai yang terkandung dalam hari raya tersebut. Dengan demikian merayakan hari raya tidak sekadar rutinitas,'' ujarnya.

Selama ini umumnya dalam perayaan Galungan-Kuningan diisi dengan kegiatan bazar. Hal itu boleh saja. Cuma, mesti dihindari penjualan miras. Sebab, miras dampak negatifnya lebih banyak ketimbang postif. Miras bisa diganti dengan minuman ringan (soft drink). (lun)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)