DPD PDI-P dalam
Penjaringan
Bacagub (2-Habis)
Kepercayaan
yang Disia-siakan
Setelah
jajaran
pengurus DPD PDI-P kecewa
atas
keputusan rakerdasus,
kini
pengurus PAC di Bali
juga
menyayangkan hal
tersebut.
Mereka
menilai
kepercayaan dari DPP
untuk
menyerap aspirasi
bagi
figur bacagub
atau
paketnya tidak
dimanfaatkan.
Dengan
diserahkannya
figur
dari nonkader
atau pun
kader
ke DPP PDI-P untuk
menentukan,
dinilai
tak memanfaatkan
satu parameter
menilai
calon yang terbaik.
KETUA
PAC PDI-P Rendang,
Karangasem
Ketut
Wijaya
Mataram
menyayangkan
kepercayaan
dari DPP
untuk
menyerap aspirasi
bagi
figur bacagub
atau
paketnya tidak
dimanfaatkan.
Dengan
diserahkannya
figur
dari nonkader
atau pun
kader
ke DPP PDI-P untuk
menentukan,
dinilai
tak memanfaatkan
satu parameter
menilai
calon yang terbaik.
Menurut
Wijaya
Mataram, dari 56 PAC
di Bali paling
tidak 40 PAC
mempunyai
pendapat
atau
pandangan yang sama
dengannya.
Kepercayaan
untuk
jajaran PDI-P di Bali
menyerap
aspirasi
siapa
calon yang dikehendaki
arus
justru disia-siakan.
Menurutnya,
ada
empat parameter seharusnya
dimanfaatkan PDI-P
untuk
menjaring bacagub
Bali.
Parameter itu,
hasil
rakerdasus yang merupakan
penyerapan
aspirasi
secara
demokratis, hasil
intelijen DPP,
pandangan
pribadi-pribadi DPP
dan polling
tim
pemenangan.
''Karena
sudah
keputusan rakerdasus
bahwa
figur diserahkan
ke DPP,
kita maklumi
dulu.
Barangkali
lima
atau
sepuluh tahun
ke
depan, kader PDI-P
di Bali
mesti tidak
menyia-nyiakan
kepercayaan
dan
harus mampu
mandiri,''
ujar
Wijaya.
Lain dengan DPC PDI-P
Jembrana.
Sekretaris DPC PDI-P
Jembrana
Ketut
Sugiasa, Selasa
(18/9) kemarin
menyatakan
menyerahkan
penentuan
bacagub Bali
kepada DPP
sudah
tepat.
Sementara
itu,
Ketua PAC PDI-P Klungkung
A.A. Anom
menegaskan,
diserahkannya
pengambilan
keputusan
bacagub/bacawagub
oleh elite PDI-P Bali
ke DPP
merupakan bentuk
pengekangan
aspirasi
dan
keterpaksaan dari
pengurus-pengurus PDI-P
di
tingkat bawah.
Karena
pengurus PDI-P mau
tak mau
harus
mengikuti SK DPP 428 tahun
2007 yang salah
satu
pasalnya mewajibkan
segala
keputusan harus
ditentukan DPP.
''Kita harus
nurut
dengan apa pun yang
menjadi
keputusan DPP, sekalipun
tidak
sesuai dengan
aspirasi
pengurus,
kader,
dan simpatisan PDI-P
di
tingkat bawah.''
Padahal,
pengurus
tingkat
bawah juga
memiliki
aspirasi yang
sangat
kuat yang belum
tentu
terakomodasi oleh
dominasi DPP.
Ketua
DPC PDI-P Tabanan I Made
Sudana,
Senin kemarin
menyatakan,
diserahkannya
keputusan
bacagub Bali
ke DPP
justru merupakan
langkah yang
baik.
Sebab, DPP
akan
melakukan
analisis
dan
mengambil keputusan
bijak,
siapa paket yang
akan
bersaing menjadi
pemimpin Bali.
Selama
ini,
kata Sudana,
setiap
pimpinan partai
belum
melakukan polling yang dapat
dipercaya
untuk
menjaring aspirasi
warga yang
ada di
daerahnya,
siapa yang
diinginkan
untuk
memimpin
Bali.
Pandangan
berbeda
datang dari
Ketua PAC PDI-P
Bangli, Sang
Komping
Suarjaksa.
Katanya,
sikap DPD
menyerahkan
ke
pusat sebagai
langkah
menghindari terjadinya
gesekan
sesama kader, yang
masing-masing
sudah
mulai mengusung
calon.
Namun,
proses
demokrasi sudah
dikebiri
karena
penjaringan arus
bawah
ditiadakan dan
semuanya
diserahkan
ke
pusat. (tim
BP)
Bukan
Ditentukan
Nilai
Transaksi
Denpasar
(Bali Post) -
Sorotan
terhadap
kebijakan DPD PDI-P Bali
yang menyerahkan
semua
bacagub untuk
diseleksi
di DPP,
ditanggapi Sekretaris
DPD PDI-P Bali Nyoman
Parta, S.H.
didampingi
Wakil
Ketua Bidang
Informasi
dan
Komunikasi Adenan,
S.E., Selasa (18/9)
kemarin.
Kata
Parta,
lolosnya calon
gubernur
dan
calon wakil
gubernur
untuk
mendapatkan rekomendasi
oleh
Ketua Umum DPP PDI
Perjuangan Megawati
Soekarnoputri
bukan
ditentukan dari
nilai
transaksi bakal
calon
gubernur dan
wakil
gubernur itu
ke DPP,
tetapi dari
hasil
dua kali survai.
Ia
juga
membantah kesan
adanya
transaksi untuk
memuluskan
bakal
calon untuk
mendapatkan
rekomendasi.
Sebab,
pandangan miring yang
beredar di
masyarakat
makin
banyak bacagub/bacawagub
yang disetor
ke DPP
untuk mendapatkan
rekomendasi,
nilai
posisi tawar DPP
terhadap
bakal
calon tersebut
makin
tinggi.
Parta
menyatakan PDI-P
tak mau
terjebak
kepada
asumsi bahwa
calon
si A
atau si
B akan
menang berdasarkan
realitas
dukungan yang
disampaikan
peserta
rakerdasus.
Ia
juga
tidak yakin
kalaupun
ditetapkan
dukungan real
sebagaimana voting yang
dilakukan
di
sejumlah kabupaten,
tak ada
jaminan
otomatis calon
tersebut
menang.
Justru
dengan
pilkada langsung
ini,
partai telah
sepakat
menggunakan survai
dalam
pengambilan keputusan.
Berdasarkan
pengalaman
pilkada
di DKI, Parta
menyebutkan
semua
kandidat
akan
disurvai
dua kali
secara
berturut-turut selama
dua
bulan. Selanjutnya
hasil
survai ini
akan
dijadikan
acuan
dalam penetapan
pasangan
calon
gubernur dan
wakil
gubernur.
Oleh
karena
itu, survai yang
dilakukan DPP
tak
mungkin sembarangan
karena PDI-P
juga
berkeinginan menang
dalam
pilkada.
Parta
juga
membantah peserta
yang hadir
pada
rakerdasus hanyalah
penggembira.
Peserta
756 orang
setuju
menyerahkan kepada
DPP setelah
ketua DPC
kabupaten/kota
menyampaikan
pemandangan
umumnya.
Bacagub/bacawagub
itu
akan
diplenokan
dalam
rapat Kamis (20/9)
besok
karena para
bacagub
dan bacawagub
itu
harus di-SK-an
sebelum
dibawa ke DPP.
(029)