Keluar
Hotel,Langsung
Ditangkap
Perburuan
yang melelahkan yang
dilakukan
tim
gabungan
Kejaksaan
Negeri (Kejari)
Jakarta Selatan
dan
Kejaksaan Tinggi (Kejati)
DKI Jakarta berakhir
sangat
memuaskan. Kerja
keras
tim
itu
berhasil dengan
ditangkapnya
terpidana
kasus
korupsi minyak
goreng,
Nurdin Halid.
Berikut
sekelumit cerita yang
dibeberkan
dari
seorang anggota
tim
intelijen
pemburu
Nurdin Halid.
SEBELUM
melakukan
perburuan
terhadap
Nurdin
Halid, sebenarnya
tim
gabungan
kejaksaan
sudah
memantau pergerakannya
sejak
keluarnya putusan
kasasi MA
terhadap
perkara
korupsi minyak
goreng
pada Jumat (14/9)
lalu.
Tetapi
pencariannya
baru
intensif dilakukan
Senin (17/9),
setelah
Nurdin mangkir
dari
panggilan Kejari
Jaksel.
Hari
itu
juga tim
gabungan
beranggotakan 30
aparat
intelijen kejaksaan
langsung
disebar.
Masing-masing
15 orang
dari
Kejari dan 15
orang
dari Kejati.
Mereka
terbagi dalam
tiga
kelompok dengan
target delapan
titik yang
diduga
menjadi tempat
persembunyian
Nurdin.
Tim
intelijen
ini di
bawah
pimpinan Asisten
Intelijen
Kejati DKI
Adi
Togarisman.
Strategi
dikeluarkan,
sebagian
kekuatan
tim
sengaja
diarahkan ke
rumah
mewah Nurdin
di Raffles Hills
Cibubur, Jakarta
Timur.
Sebuah
tim lagi
merapat
ke rumah lain
milik
Nurdin di
kompleks
perumahan
Tanjung
Barat Indah,
Pasarminggu, Jakarta
Selatan.
Kedua
rumah
itu sudah
diamati
sejak pagi.
Kemudian,
pukul 19.00 WIB
tujuh
mobil dan
satu
sepeda motor
tim
eksekusi
merapat
ke rumah
di Raffles Hills.
Tindakan
ini
merupakan sekadar
pancingan
bagi
Nurdin.
Pada
malamnya,
kekuatan
langsung
ditarik.
Tetapi
di
sana
tetap
dipatok 4-5 petugas
intel. Yang
diharapkan
tim
akhirnya
berbuah
manis.
Nurdin
terpancing
untuk
bergerak dari
tempat
persembunyiannya.
Strategi
ini
berbuah
manis. Satu
tim
berhasil
mengendus
dan
membuntuti terus
pergerakan
Nurdin yang
ternyata
masih
berada di
dalam
kota
Jakarta. Dua
hari
sebelumnya,
tim
sempat
memantau keberadaan
Nurdin
Halid di Hotel
Kartika Chandra,
Kuningan, Jakarta
Selatan.
Keluarnya
dia
dari hotel terpantau
dari
kamera CCTV milik
hotel.
Tim berhasil
mempersempit
pergerakannya.
Tim berhasil
mengendus
keberadaan
Nurdin
di sekitar
Jalan HOS
Cokroaminoto,
Menteng, Jakarta
Pusat
pada Senin (17/9)
pukul 22.00.
Dia
bersama
dua orang yang
diduga
pengawal pribadinya.
Mereka
terlihat
memasuki Hotel Formula 1
(F1).
Kemungkinan
besar yang
bersangkutan
beristirahat
sejenak.
Sekitar
pukul 04.00 WIB sehabis
santap
sahur sebelum
menjalani
ibadah
puasa Ramadan ini,
ia
terlihat
keluar hotel.
Tim belum
mau
bergerak, karena
target belum
diketahui
gerakannya.
Tetapi
begitu Nurdin
menuju
halaman parkir
dan
masuk ke
dalam
mobil Honda Accord warna
hitam,
tim
langsung
membekuknya
pukul 04.20 WIB.
Nurdin
Halid yang
sudah
berada di
dalam sedan
tidak
bisa berbuat
apa-apa.
Dia
pasrah dan
tak
melakukan perlawanan
sama
sekali.
Tim langsung
mengeksekusinya
dengan
membawanya ke
Rutan
Salemba dan
menitipkannya
sebagai
tahanan kejaksaan.
(kmb3)