kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 September 2007

 Nusantara

 

Keluar Hotel,Langsung Ditangkap

Perburuan yang melelahkan yang dilakukan tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta berakhir sangat memuaskan. Kerja keras tim itu berhasil dengan ditangkapnya terpidana kasus korupsi minyak goreng, Nurdin Halid. Berikut sekelumit cerita yang dibeberkan dari seorang anggota tim intelijen pemburu Nurdin Halid

SEBELUM melakukan perburuan terhadap Nurdin Halid, sebenarnya tim gabungan kejaksaan sudah memantau pergerakannya sejak keluarnya putusan kasasi MA terhadap perkara korupsi minyak goreng pada Jumat (14/9) lalu. Tetapi pencariannya baru intensif dilakukan Senin (17/9), setelah Nurdin mangkir dari panggilan Kejari Jaksel.

Hari itu juga tim gabungan beranggotakan 30 aparat intelijen kejaksaan langsung disebar. Masing-masing 15 orang dari Kejari dan 15 orang dari Kejati. Mereka terbagi dalam tiga kelompok dengan target delapan titik yang diduga menjadi tempat persembunyian Nurdin. Tim intelijen ini di bawah pimpinan Asisten Intelijen Kejati DKI Adi Togarisman.

Strategi dikeluarkan, sebagian kekuatan tim sengaja diarahkan ke rumah mewah Nurdin di Raffles Hills Cibubur, Jakarta Timur. Sebuah tim lagi merapat ke rumah lain milik Nurdin di kompleks perumahan Tanjung Barat Indah, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Kedua rumah itu sudah diamati sejak pagi.

Kemudian, pukul 19.00 WIB tujuh mobil dan satu sepeda motor tim eksekusi merapat ke rumah di Raffles Hills. Tindakan ini merupakan sekadar pancingan bagi Nurdin. Pada malamnya, kekuatan langsung ditarik. Tetapi di sana tetap dipatok 4-5 petugas intel. Yang diharapkan tim akhirnya berbuah manis. Nurdin terpancing untuk bergerak dari tempat persembunyiannya.

Strategi ini berbuah manis. Satu tim berhasil mengendus dan membuntuti terus pergerakan Nurdin yang ternyata masih berada di dalam kota Jakarta. Dua hari sebelumnya, tim sempat memantau keberadaan Nurdin Halid di Hotel Kartika Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan. Keluarnya dia dari hotel terpantau dari kamera CCTV milik hotel. 

Tim berhasil mempersempit pergerakannya. Tim berhasil mengendus keberadaan Nurdin di sekitar Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (17/9) pukul 22.00. Dia bersama dua orang yang diduga pengawal pribadinya. Mereka terlihat memasuki Hotel Formula 1 (F1). Kemungkinan besar yang bersangkutan beristirahat sejenak. Sekitar pukul 04.00 WIB sehabis santap sahur sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan ini, ia terlihat keluar hotel.

Tim belum mau bergerak, karena target belum diketahui gerakannya. Tetapi begitu Nurdin menuju halaman parkir dan masuk ke dalam mobil Honda Accord warna hitam, tim langsung membekuknya pukul 04.20 WIB. Nurdin Halid yang sudah berada di dalam sedan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pasrah dan tak melakukan perlawanan sama sekali. Tim langsung mengeksekusinya dengan membawanya ke Rutan Salemba dan menitipkannya sebagai tahanan kejaksaan. (kmb3)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)