Jelang
Lebaran,
Transasi
di
Pegadaian
Meningkat
Banyuwangi
(Bali Post) -
Meski
hari
raya Lebaran
masih
jauh, jumlah
nasabah
pegadaian di
Banyuwangi yang
bertransasksi
meningkat.
Berbeda
dengan
hari biasanya.
Menjelang
Lebaran,
nasabah
lebih banyak
mengambil
barang
jaminan daripada
menggadaikan
barang.
Kondisi
ini
merupakan fenomena
tahunan yang
selalu
terjadi di
Banyuwangi.
Membludaknya
nasabah
ini mulai
terasa
sejak satu
minggu
terakhir.
Mulai
pagi hingga sore
terjadi
antrean panjang
di
kantor
pegadaian.
''Omset
naik
tajam hingga 60%,''
kata
Manajer Kantor
Cabang
Pegadaian Banyuwangi
Mulyo
Slamet, Selasa (18/9)
kemarin
di kantornya.
Nasabah
yang datang
kebanyakan
kalangan
pedagang
dan
wiraswasta.
Hampir
90 persen
didominasi
kalangan
ibu
rumah tangga.
Para wanita
ini
sengaja berebut
untuk
mengambil berbagai
perhiasan yang
digadaikan
sebelumnya.
Kendati
banyak yang
belum
jatuh tempo, para
nasabah
memilih lebih
dulu
mengambil barang
jaminan.
Alasannya
cukup
sederhana, yakni
hanya
untuk merayakan
Lebaran.
Setiap
hari
jumlah nasabah yang
melunasi
hutang
mencapai lebih
dari 125
orang
dengan nilai
transaksi
hingga
Rp 180 juta
lebih.
Jumlah
ini
jauh melambung
di banding
tahun
sebelumnya.
Barang
jaminan yang paling
banyak
adalah jenis
perhiasan
emas.
Barang
ini paling
mudah
dijadikan jaminan
di
pegadaian.
Selain
perawatannya
mudah,
barang ini
memiliki
harga
jual yang relatif
stabil.
''Kami
selalu anjurkan
perhiasan
sebagai
barang jaminan,''
ujar
Mulyo Slamet.
Banyaknya
nasabah yang
mengambil
barang
berdampak minimnya
proses
lelang.
Pengelola
pegadaian
selalu
berupaya menekan
angka
lelang dengan
memberikan
toleransi
jatuh tempo.
Selain
perhiasan,
barang
jaminan lain berupa
peralatan
elektronik.
Namun,
jumlahnya
masih
relatif kecil.
Bulan
ini,
pegadaian terpaksa
mengundur
jadwal
lelang untuk
memberikan
kesempatan
nasabah
mengambil barang
jaminan.
Melonjaknya
jumlah
nasabah diyakini
akan
terus
terjadi hingga
hari
Lebaran tiba.
Puncaknya
biasanya
terjadi
satu minggu
sebelum
lebaran.
Lonjakan
nasabah
juga terjadi
pada
permohonan kredit.
Setiap
harinya
pemohon kredit
mencapai
sekitar 120
orang
dengan jumlah
transaksi
Rp 225
juta. Jumlah
ini
diyakini
akan
menurun
hingga Lebaran
tiba.
Lonjakan kredit
biasanya
akan
naik
lagi setelah
satu
minggu Lebaran.
Banyak
warga yang
ingin
menggadaikan barang
untuk
mendapatkan pinjaman
kredit.
Melonjaknya
jumlah
nasabah membuat
pengelola
pegadaian
harus
bekerja ekstra
keras.
Untuk
melayani nasabah
secara
penuh,
kantor pegadaian
mulai
dibuka pukul
08.00-15.00 WIB.
Kendati
diberikan
waktu
panjang, jumlah
pengunjung
tetap
saja membludak.
Mereka
memenuhi ruangan
lobi
dan pintu
masuk
kantor
pegadaian.
Diantara 7
kantor
pegadaian yang
ada di
Banyuwangi,
kantor
cabang Banyuwangi
memiliki
jumlah
nasabah yang paling besar.
(udi)