Pengangguran
di Bali 106.430
Orang
Semarapura
(Bali Post) -
Lemahnya
tingkat
pendidikan dan
kurangnya
kompetensi
masyarakat,
membuat
jumlah kemiskinan
dan
pengangguran di Bali
sulit
teratasi.
Sampai
saat ini,
jumlah
rumah tangga
miskin (RTM)
di Bali
mencapai 147.044 RTM.
Sedangkan pengangguran
tercatat 106.430
orang
atau 4,12
persen
dari total jumlah
usia
kerja terdidik.
Demikian
disampaikan
Kasubdin
Pendidikan
Luar
Sekolah dan
Pendidikan
Luar
Biasa Dinas
Pendidikan
Propinsi Bali I.B. Made
Parwatha
saat
menyampaikan sambutan
di
sela-sela pembukaan
bakti
sosial road show 2007
BisnisBali di
Kabupaten
Klungkung,
Selasa (18/9)
kemarin.
Jika
dilihat
dari ketersediaan
lapangan
kerja, I.B.
Parwatha
menyatakan
masih
sangat terbuka.
Namun,
lemahnya
pendidikan
dan
kurangnya kompetensi
masyarakat
membuat
kemampuan masyarakat
untuk
memasuki/mengisi lapangan
kerja yang
tersedia
sangat
terbatas. ''Kadang-kadang
antara
tenaga kerja yang
dibutuhkan
industri
tidak
nyambung dengan
keterampilan yang
dimiliki
masyarakat.
Sehingga
muncul
kles antara
ketersediaan
dan
kebutuhan,'' tandasnya.
Karenanya,
dia
memandang perlu
digalakkan
pendidikan
keterampilan
masyarakat
secara
berkelanjutan.
Tentunya
pendidikan
keterampilan yang
mengarah
dan
sesuai dengan
kepentingan yang
dibutuhkan
industri.
Terkait
hal itu,
Pemerintah
Propinsi Bali
menyiapkan
anggaran
bantuan
khusus pendidikan
life skill (kecakapan
hidup)
Rp 4,11
milyar
pada tahun 2007.
Anggaran
itu
difokuskan ke
daerah-daerah
kantong
kemiskinan dan
pengangguran
serta
warga putus
sekolahnya
terbanyak,
seperti
Buleleng dan
Karangasem.
Intinya,
di Bali
kesempatan kerja
masih
terbuka lebar.
Seperti
di
bidang otomotif,
elektronik,
payas
Bali dan
lainnya.
Terkait
bantuan
anggaran yang dipersiapkan,
difokuskan
pemanfaatannya
untuk
meningkatkan keterampilan
masyarakat
sesuai
dengan potensi yang
bisa
dikembangkan di
wilayah
masing-masing.
(kmb20)