kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 September 2007

 Ekuin


Pengangguran
di Bali 106.430 Orang 

Semarapura (Bali Post) -
Lemahnya
tingkat pendidikan dan kurangnya kompetensi masyarakat, membuat jumlah kemiskinan dan pengangguran di Bali sulit teratasi. Sampai saat ini, jumlah rumah tangga miskin (RTM) di Bali mencapai 147.044 RTM. Sedangkan pengangguran tercatat 106.430 orang atau 4,12 persen dari total jumlah usia kerja terdidik. Demikian disampaikan Kasubdin Pendidikan Luar Sekolah dan Pendidikan Luar Biasa Dinas Pendidikan Propinsi Bali I.B. Made Parwatha saat menyampaikan sambutan di sela-sela pembukaan bakti sosial road show 2007 BisnisBali di Kabupaten Klungkung, Selasa (18/9) kemarin.

Jika dilihat dari ketersediaan lapangan kerja, I.B. Parwatha menyatakan masih sangat terbuka. Namun, lemahnya pendidikan dan kurangnya kompetensi masyarakat membuat kemampuan masyarakat untuk memasuki/mengisi lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. ''Kadang-kadang antara tenaga kerja yang dibutuhkan industri tidak nyambung dengan keterampilan yang dimiliki masyarakat. Sehingga muncul kles antara ketersediaan dan kebutuhan,'' tandasnya.

Karenanya, dia memandang perlu digalakkan pendidikan keterampilan masyarakat secara berkelanjutan. Tentunya pendidikan keterampilan yang mengarah dan sesuai dengan kepentingan yang dibutuhkan industri. Terkait hal itu, Pemerintah Propinsi Bali menyiapkan anggaran bantuan khusus pendidikan life skill (kecakapan hidup) Rp 4,11 milyar pada tahun 2007. Anggaran itu difokuskan ke daerah-daerah kantong kemiskinan dan pengangguran serta warga putus sekolahnya terbanyak, seperti Buleleng dan Karangasem. Intinya, di Bali kesempatan kerja masih terbuka lebar. Seperti di bidang otomotif, elektronik, payas Bali dan lainnya.

Terkait bantuan anggaran yang dipersiapkan, difokuskan pemanfaatannya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sesuai dengan potensi yang bisa dikembangkan di wilayah masing-masing. (kmb20)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)