Pertanyakan
Kualitas
Proyek ---
Warga
Selbar
Datangi DPRD
Tabanan
(bali
Post) -
Guna
mempertanyakan
kualitas
proyek
di daerahnya,
perwakilan
warga
Mundeh, Selemadeg
Barat (Selbar),
Selasa (18/9)
kemarin,
mendatangi DPRD
Tabanan.
Warga
diterima
Ketua
Fraksi PDI-P DPRD Tabanan
IGM Suryantha
Putra
dan anggota DPRD
asal
Selemadeg Barat I
Ketut
Agusriana, I Wayan
Sriarta,
dan I
Gede Suamba.
Warga
yang terdiri
atas
perwakilan Desa
Mundeh
Kangin, Jelijih
Punggang,
dan
Lumbung mengadukan
kualitas
proyek
perbaikan jalan
Bangsing
Cantel
sepanjang 9 km senilai
Rp 1,8
milyar menurut
penilaian
warga,
tidak sesuai
dengan
bestek. Menyikapi
pengaduan
tersebut,
Fraksi PDI=P
berjanji
akan
turun
ke lapangan,
Rabu (19/9)
ini
untuk melakukan
pengecekan
secara
langsung.
Di
samping
itu, warga
juga
mengadukan tingginya
peningkatan
pajak
bumi dan
bangunan (PBB)
tahun
ini dibandingkan
tahun
sebelumnya.
Kepada
para
wakil rakyat,
secara
bergiliran warga
mengungkapkan
bahwa
proyek jalan
tersebut,
kualitasnya
rendah.
Padahal
jalan yang
digunakan
oleh
tiga desa
itu
dianggap sebagai
jalan
utama yang sangat
strategis
dalam
menghidupkan perekonomian
daerah
sekitar.
Namun
sayang,
setelah lama
mengidam-idamkan adanya
perbaikan
jalan,
justru warga
kecewa
dengan kualitas
pengerjaan yang
menurut
penilaian mereka
sangat
rendah. ''Warga
sangat
mendambakan proyek
ini.
Tetapi,
kami
sesalkan kualitas
perbaikan
jalan
rendah dan
tidak
sesuai harapan,''
ujar
Putu Suwirya,
warga
Mundeh Kangin.
Hal yang sama
diungkapkan
Kades
Jelijih Punggang I
Ketut
Mudiartawan.
Mudiartawan
menganggap
kualitas
proyek
jalan tersebut
jauh
menyimpang dari
bestek yang
disosialisasikan
sebelum
pengerjaan jalan
dimaksud.
Rendahnya
kualitas
proyek
juga diungkapkan
Kades
Mundeh Kangin, I
Wayan
Sarba Artawijaya.
Menanggapi
hal
tersebut, Suryantha
Putra
bersama anggota
Dewan
lainnya yang berada
di
Komisi II berjanji
segera
turun ke
lapangan
mengecek
keberadaan
proyek yang
dipermasalahkan
warga
tersebut.
Melihat
kesungguhan
anggota
fraksi moncong
putih
itu, warga
mengaku
akan
menunggu
kehadiran
anggota
Dewan di
lapangan.
Diharapkan pula,
ke
depan kualitas
proyek
tidak dipermainkan
demi
tidak terjadi
kerugian yang
besar,
baik di
tingkat
warga maupun
oleh
pihak pemda.
(upi)