Pelatihan
Payas
Agung ''BisnisBali''
Wujud
Nyata
Pelestarian Nilai
Budaya
Semarapura
(Bali Post) -
Dalam
rangka
memberikan bekal
keterampilan
dan
melestarikan nilai-nilai
budaya Bali,
khususnya
tata
rias pengantin Bali
dan home spa,
BisnisBali (Kelompok
Media Bali Post) menggandeng
Pemkab
Klungkung dan
kelompok PKK,
Dinas
Pendidikan Propinsi
Bali, Yayasan
Kecantikan
Agung, Bali Citra
Internasional Training
Centre, Viva Kosmetik
menggelar
bakti
sosial roadshow 2007
di
Kabupaten Klungkung,
Selasa (18/9)
kemarin.
Roadshow
dibuka
Bupati Klungkung
Wayan
Candra, dihadiri
Ketua Tim
Penggerak PKK Bali
Ny.
Mas
Beratha, Ketua TP PKK
Klungkung
Ny.
Ringin
Candra dan
Pimpinan
Kelompok Media Bali Post
yang diwakili
Ny.
Satria
Naradha.
Roadshow
sekaligus
pelatihan
payas
agung dan home spa
yang melibatkan Ni Made
Rai
Anggreni dan
pemilik Salon
Agung A.A.
Ayu
Ketut Agung
itu
diikuti 100 peserta,
remaja
dan ibu-ibu.
Ketua
panitia
Nyoman Srianti
mengungkapkan,
pelatihan yang
berlangsung
dua
hari itu
juga
merupakan bentuk
nyata
perwujudan konsep
ajeg Bali
dalam
pertarungannya menghadapi
budaya global,
utamanya
bagi
remaja putri.
Pada
kesempatan itu,
Srianti
juga menyatakan
Dinas
Pendidikan Bali selaku
pihak yang
diajak
bekerja
sama akan
memberi
beasiswa mengikuti
pendidikan
keterampilan
tata
rias pengantin Bali
dan
kecantikan kepada 20
remaja
putus sekolah
dan
kurang mampu.
Kasubdin
Pendidikan
Luar
Sekolah dan
Pendidikan
Luar
Biasa Disdik Bali I.B.
Made Parwatha
menyambut
positif
kegiatan tersebut.
Bahkan,
menurut
dia, kegiatan
pemberian
keterampilan
kepada
masyarakat sangat
perlu
digalakkan secara
rutin.
Bupati
Klungkung
Wayan
Candra menyambut
gembira
roadshow yang digelar
BisnisBali.
Pasalnya,
beberapa kali
melakukan
kunjungan
kerja
ke desa-desa,
dirinya
kerap ditodong
ibu-ibu PKK
soal
pelatihan keterampilan
untuk
meningkatkan taraf
hidup
keluarga mereka.
Candra
juga
mengaku bangga,
salah
satu materi yang
disampaikan
saat
pelatihan berupa
pengetahuan
tentang
busana payas
agung
Klungkung. ''Ini
penting,
karena
payas agung
merupakan
nilai
warisan budaya,''
tandasnya.
Dia
berharap
dari
pelatihan itu,
peserta
mampu mengaplikasikannya
secara
baik.
Minimal
dipraktikkan untuk
memenuhi
kebutuhan
sendiri.
Jangka
panjangnya,
Candra
berharap pelatihan
itu
mampu meningkatkan
keterampilan
peserta yang
nantinya
bisa
diimplementasikan untuk
meningkatkan
pendapatan
keluarga.
(kmb20/*)