kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 September 2007

 Bali


Komplotan
Pencuri Meteran PDAM Ditangkap
Enam
masih Buron------------- 

Denpasar (Bali Post) -
Aparat
kepolisian sempat dibuat puyeng dengan ulah maling yang menyasar meteran PDAM (Perusahaan Daerah Air Minummilik warga. Petugas kini bisa sedikit bernapas lega lantaran dua dari delapan tersangka berhasil dibekuk, Selasa (18/9) kemarin.

Mereka adalah Oktoparegorius alias Opris (14), warga Jalan Sudirman, Denpasar dan Antony Bary Prabowo (18), warga Jalan Tukad Unda, Renon, Denpasar. Mereka ditangkap saat tepergok mencuri meteran air milik Made Asuh (61) di Komplek Pertokoan, Jalan Bedugul No. 47A, Sidakarya, Denpasar Selatan. Enam tersangka lainnya, masih dalam pengejaran petugas (buron-red) yakni berinisial BM, FZ, UT, PN, AM dan NC yang rata-rata masih duduk di bangku SMP.

Informasi yang dikumpulkan Bali Post kemarin, Opris dan Antony ditangkap setelah tepergok warga saat menjalankan aksinya. Sebelumnya, Opris dkk. menggelar acara ngumpul-ngumpul di kawasan Yang Batu, Denpasar Timur. Pukul 01.05 wita, tersangka BM yang merupakan otak komplotan menyuruh Opris dan Antony untuk mencari kuningan (meteran air PDAM). Atas perintah BM, mereka berangkat dengan menggunakan sepeda motor Supra dan menyasar komplek pertokoan di TKP. ''Mereka berdua membagi tugas masing-masing. Opris mengeksekutor sasaran dan Antony mengawasi situasi di sekeliling,'' jelas salah satu petugas.

Mereka pun mulai beraksi dan Opris membuka meteran air dengan menggunakan tangannya. Satu buah meteran berhasil dikantongi. Opris yang masih berstatus siswa SMP swasta di Denpasar, bergeser ke TKP 2 yang posisinya tak jauh dari TKP 1. Begitu aksinya baru berjalan setengah, salah satu warga memergoki. Mereka pun berupaya melarikan diri. Opris berhasil meloloskan diri, sementara Antony ditangkap dan langsung digelandang ke Polsek Densel. Antony yang diperiksa di ruang penyidik mulai buka mulut. ''Saya baru pertama kali melakukan pencurian. Itu pun disuruh oleh teman saya,'' aku Antony di depan penyidik.

Mendengar pengakuan Antony, pasukan buser yang dipimpin Kanit Reskrim I Made Karsa S.H. terus mengembangkan kasusnya. Langkah awal yang dilakukan yaitu mengejar komplotannya. Satu tersangka lagi yakni Opris ditangkap di rumahnya beberapa jam kemudian. Hasil pemeriksaan, Opris mengaku sudah empat kali melakukan pencurian serupa. ''Tempatnya saya lupa. Salah satu yang saya ingat di wilayah Monang Maning,'' terang Opris asal Kupang ini. (jay)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)