kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 19 September 2007

 Bali


Pemilihan
Sekwan Bangli ...
Fraksi
PNI-M Abstain, Basma ''Walk Out''

Bangli (Bali Post) -
Proses
pemilihan dan pemberhentian Sekwan Bangli yang dilakukan DPRD setempat, Selasa (18/9) kemarin, berlangsung seru. Jalannya sidang paripurna dihadiri 26 anggota DPRD sempat diskors selama 30 menit untuk menghindari proses pengambilan keputusan melalui voting.

Mantan Kabag Humas dan Kepeg Setda Bangli Ir. I Ketut Kayana, Ms yang dua tahun lalu sempat menjadi calon kuat, kali ini kembali harus menelan pil pahit. Pasalnya, tiga fraksi yakni Fraksi PDI-P, Partai Golkar, dan Bangli membulatkan tekadnya memilih nomor urut III hasil verifikasi Gubernur yakni Ir. I.B. Gede Giri Putra sebagai sekwan.

Sementara Fraksi PNI Marhaenisme memilih abstain alias tak mau menyatakan sikap. Begitu juga dengan anggota Fraksi Partai Golkar, I Nyoman Basma, memilih walk out, lantaran tidak dihadirkannya tiga calon untuk memaparkan visi dan misi.

Di luar sidang paripurna DPRD Bangli, I Nyoman Basma membeberkan secara gamblang kenapa memilih walk out daripada duduk manis di kursi sidang ikut menyaksikan proses akhir pemilihan Sekwan Bangli. Kata dia, walk out merupakan pilihan dirinya. Dilakukan atas nama pribadi bukan fraksi. Hal itu dilakukan karena dia menilai ada kekurangpasan dalam mekanisme yang diambil.

Sementara itu, Ketua Fraksi PNI Marhaenisme, I Nengah Suarka, memberi alasan pihaknya abstain. Bila ada proses voting diserahkan ke pribadi anggota DPRD tanpa mengatasnamakan fraksi. Meski begitu pihaknya akan tetap menghormati apa pun hasilnya.

Sementara Kayana menutupi kekecewaan dan mengaku berbesar hati. Dengan nada parau dia menyatakan semua itu adalah pilihan DPRD. ''Sepanjang hidup mungkin ini tak bisa terlupakan. Tanpa munafik, seluruh pegawai jelas menginginkan karier lebih baik. Namun, saya enggan melakukan lobi dan hanya pasrah pada nasib dan garis tangan,'' ujarnya. (kmb17)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)