Pemilihan
Sekwan
Bangli
...
Fraksi
PNI-M Abstain, Basma ''Walk
Out''
Bangli
(Bali Post) -
Proses
pemilihan
dan
pemberhentian Sekwan
Bangli yang
dilakukan DPRD
setempat,
Selasa (18/9)
kemarin,
berlangsung
seru.
Jalannya
sidang
paripurna dihadiri 26
anggota DPRD
sempat
diskors selama 30
menit
untuk menghindari
proses
pengambilan keputusan
melalui voting.
Mantan
Kabag
Humas dan
Kepeg
Setda Bangli Ir.
I Ketut
Kayana, Ms yang
dua
tahun lalu
sempat
menjadi calon
kuat, kali
ini
kembali harus
menelan
pil pahit.
Pasalnya,
tiga
fraksi yakni
Fraksi PDI-P,
Partai
Golkar, dan
Bangli
membulatkan tekadnya
memilih
nomor urut III
hasil
verifikasi Gubernur
yakni Ir. I.B.
Gede
Giri Putra
sebagai
sekwan.
Sementara
Fraksi PNI
Marhaenisme
memilih abstain alias
tak mau
menyatakan
sikap.
Begitu juga
dengan
anggota Fraksi
Partai
Golkar, I Nyoman
Basma,
memilih walk out, lantaran
tidak
dihadirkannya tiga
calon
untuk memaparkan
visi
dan misi.
Di
luar
sidang paripurna DPRD
Bangli, I
Nyoman
Basma membeberkan
secara
gamblang kenapa
memilih walk out
daripada
duduk
manis
di
kursi sidang
ikut
menyaksikan proses
akhir
pemilihan Sekwan
Bangli.
Kata dia, walk out
merupakan
pilihan
dirinya. Dilakukan
atas
nama
pribadi
bukan fraksi.
Hal
itu
dilakukan karena
dia
menilai ada
kekurangpasan
dalam
mekanisme yang diambil.
Sementara
itu,
Ketua Fraksi PNI
Marhaenisme, I
Nengah
Suarka, memberi
alasan
pihaknya abstain. Bila
ada
proses voting diserahkan
ke
pribadi anggota DPRD
tanpa
mengatasnamakan fraksi.
Meski
begitu pihaknya
akan
tetap
menghormati apa pun
hasilnya.
Sementara
Kayana
menutupi kekecewaan
dan
mengaku berbesar
hati.
Dengan
nada parau
dia
menyatakan semua
itu
adalah pilihan DPRD.
''Sepanjang
hidup
mungkin ini
tak
bisa terlupakan.
Tanpa
munafik,
seluruh
pegawai jelas
menginginkan
karier
lebih baik.
Namun,
saya
enggan melakukan
lobi
dan hanya
pasrah
pada nasib
dan
garis tangan,''
ujarnya.
(kmb17)