Candra
Datangi
Beberapa Tempat
Pengabenan
Massal
Semarapura
(Bali
Post) -
Bupati
Klungkung
Wayan
Candra beberapa
hari
belakangan ini
terus-menerus
mendatangi
masyarakat yang
tengah
menggelar pengabenan
massal.
Itu
dilakukan
untuk
merealisasikan komitmennya
lebih
mendekatkan diri
kepada
masyarakat.
Seperti
dilakukan
pada
pengabenan massal
di
Banjar Minggir
dan
Jelantik Mamoran,
Senin (6/8) sore
dan di
Desa
Kemoning, Selasa
(7/8) kemarin.
Bukan
hanya
itu, Bupati
Candra
juga menyerahkan
punia
secara langsung
guna
meringankan beban
warga
pemilik sawa.
Kedatangan
Bupati
asal Pikat,
Dawan
ini di
Banjar
Minggir,
diterima
ketua
panitia dan
tokoh
masyarakat.
Panitia
mengatakan
upacara
pengabenan (pitra
yadnya)
mulai dilaksanakan
sejak 20
Juli 2007.
Mulai
dari nanceb
taring,
membuat rompok,
pengulapan,
ngebet
sawa, ngaskara
hingga
puncaknya
akan
berlangsung
Rabu (8/8)
ini.
Jumlah
sawa
sebanyak 24 dari 24
KK.
Begitu
juga di
Banjar
Jelantik Mamoran.
Pelaksanaan
ngaben
sudah digelar
sejak 4
Juli 2007 dengan 23
sawa
dari 21 KK.
Sementara
itu di
Desa
Kemoning, puncak
pengabenan
berlangsung
Sabtu (18/8)
mendatang
dengan 25
sawa.
Masing-masing
pengarep (pemilik
sawa)
mengeluarkan
dana
Rp 3
juta.
Ketua
panitia
masing-masing banjar
adat
menyatakan syukur
dan
berterima kasih
atas
kesediaan Bupati
menghadiri
kegiatan yang
mereka
gelar.
''Bupati
benar-benar
menaruh
perhatian besar
kepada
kami yang menggelar
upacara
pitra yadnya,''
ujar
Ketua Panitia
Pengebenan
Desa
Adat Kemoning,
Nyoman
Sumerta.
Bupati
Candra
menyerahkan
dana
punia
berkisar Rp 3
juta
hingga Rp 4
juta.
Diharapkan
masyarakat
tidak
melihat dari
segi
besarnya bantuan.
Bantuan
ini diberikan
secara
tulus ikhlas yang
sekaligus
merupakan
doa
restu,
upacara pitra
yadnya agar
berjalan
lancar
sehingga dharma agama dan
dharma negara
dapat
ditingkatkan. ''Semoga
dalam
pelaksanaan pitra
yadnya
tidak muncul
pertentangan.
Sedikit
saja
terjadi pertentangan,
besar
pengaruhnya terhadap
kualitas
yadnya,''
tandasnya.
Kalaupun
terjadi
permasalahan, Candra
berharap
setiap
anggota pengarep
duduk
bersama untuk
memecahkan
persoalan yang
ada
secara musyawarah.
(kmb20/*)