Ketidakadilan
dalam Pendidikan
Gratis
Menjelang
pilkada di
Kabupaten
Buleleng, berbagai program
telah ditawarkan
dan
dipublikasikan oleh
para kandidat
bupati untuk
menarik simpati
warga masyarakat
agar berbondong-bondong
memilih pada
hari pemilihan.
-------------
Bagi
warga masyarakat
yang akan
menggunakan hak
pilihnya,
tentunya harus
kritis dan
cermat untuk
menilai setiap
program yang ditawarkan.
Apakah setiap
program telah
menyentuh kepentingan
orang banyak
atau hanya
untuk kepentingan
kelompok tertentu.
Berbagai janji
di dalam
program terkadang
memberikan harapan
akan adanya
perubahan,.
Ketika terpilih
janji tinggalah
janji. Untuk
itu sikap
kritis diperlukan
agar nantinya
tidak terjebak
oleh janji-janji
yang tidak teruji
dan terbukti.
Sebagai
contoh, isu
pendidikan gratis
perlu dicermati
lebih mendalam,
sebelum menjadi
sistem di
dalam dunia
pendidikan,
khususnya di
Kabupaten
Buleleng. Masyarakat
jangan sampai
terjebak oleh
pemikiran yang
begitu saja
menghendaki gratis.
Di dalam
sistem pendidikan
gratis itu akan
masuk elemen
ketidakadilan.
Sebab orang
kaya akan
memperoleh
kesempatan yang sama
dengan mereka
yang tidak mampu,
di samping
juga tidak
mengandung sifat
mendidik
masyarakat untuk
terlibat dan
bertanggung jawab
di dalam
dunia pendidikan.
Sekecil apa
pun potensi
masyarakat harus
diberdayakan.
Menurut
Daud Yusuf,
mantan Menteri
P dan K; di
dunia ini
tidak ada
pendidikan gratis
sama sekali.
Sebab jika
pun gratis bagi
orangtua murid,
maka hal
itu akan
dibayar oleh
masyarakat.
Menurut beliau
sebaiknya
dikembangkan sistem
perpajakan yang
betul-betul progresif
untuk mendukung
suatu pendidikan
yang sifatnya
wajib.
Lukas Harry
Budi
Utomo
Jl.
P. Batam, Gg.
Kaswari No.1
Kel.
Banyuning,
Singaraja