kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 20 Mei 2007 tarukan valas
 

SURAT PEMBACA


Ketidakadilan
dalam Pendidikan Gratis

Menjelang pilkada di Kabupaten Buleleng, berbagai program telah ditawarkan dan dipublikasikan oleh para kandidat bupati untuk menarik simpati warga masyarakat agar berbondong-bondong memilih pada hari pemilihan.

-------------

 

Bagi warga masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya, tentunya harus kritis dan cermat untuk menilai setiap program yang ditawarkan. Apakah setiap program telah menyentuh kepentingan orang banyak atau hanya untuk kepentingan kelompok tertentu. Berbagai janji di dalam program terkadang memberikan harapan akan adanya perubahan,. Ketika terpilih janji tinggalah janji. Untuk itu sikap kritis diperlukan agar nantinya tidak terjebak oleh janji-janji yang tidak teruji dan terbukti.

Sebagai contoh, isu pendidikan gratis perlu dicermati lebih mendalam, sebelum menjadi sistem di dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Buleleng. Masyarakat jangan sampai terjebak oleh pemikiran yang begitu saja menghendaki gratis. Di dalam sistem pendidikan gratis itu akan masuk elemen ketidakadilan. Sebab orang kaya akan memperoleh kesempatan yang sama dengan mereka yang tidak mampu, di samping juga tidak mengandung sifat mendidik masyarakat untuk terlibat dan bertanggung jawab di dalam dunia pendidikan. Sekecil apa pun potensi masyarakat harus diberdayakan.

Menurut Daud Yusuf, mantan Menteri P dan K; di dunia ini tidak ada pendidikan gratis sama sekali. Sebab jika pun gratis bagi orangtua murid, maka hal itu akan dibayar oleh masyarakat. Menurut beliau sebaiknya dikembangkan sistem perpajakan yang betul-betul progresif untuk mendukung suatu pendidikan yang sifatnya wajib.

 

Lukas Harry Budi Utomo
Jl
. P. Batam, Gg. Kaswari No.1
Kel
. Banyuning, Singaraja

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com