MPR Desak
Presiden Tegas
Soal Isu
''Reshuffle''
Bogor
(Bali Post) -
Ketua
MPR Hidayat
Nurwahid mendesak
Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono
untuk memberikan
ketegasan seputar
isu reshuffle yang
mengemuka
akhir-akhir ini.
Ketegasan itu,
menurut Nurwahid,
diperlukan untuk
mengakhiri
polemik soal
kabar pergantian
anggota kabinet
itu yang
dikhawatirkan akan
mengganggu
kinerja kabinet
secara
keseluruhan.
''Perlu
ada ketegasan
dari beliau.
Kalau memang
akan
reshuffle lakukan
segera, tapi
kalau tidak
jangan ada
polemik antara
Wapres dengan
orang-orang
terdekat di
kalangan Presiden,''
jelas Hidayat
di sela-sela
acara sosialisasi
putusan MPR untuk
wartawan
koordinatoriat MPR/DPR/DPD di
Cisarua,
Bogor,
Sabtu (3/3)
kemarin.
Mengenai
perlu-tidaknya
Presiden menyampaikan
sikap politiknya
mengenai reshuffle
kabinet dalam
bentuk pernyataan
resmi, mantan
Presiden Partai
Keadilan
Sejahtera (PKS) ini
menegaskan yang
terpenting sebenarnya
bukanlah
pernyataan politik
dari Presiden,
tetapi Presiden
harus menjawabnya
dengan
meningkatkan kinerja
seluruh
menterinya.
Ketika
ditanya apakah
dirinya menilai
saat ini
perlu dilakukan
reshuffle di
kabinet, Nurwahid
mengaku sulit
untuk menjawabnya,
karena hal
itu sepenuhnya
merupakan
kewenangan Presiden.
Namun
ditegaskannya, presiden
tidak boleh
menggantung isu
reshuffle itu,
karena pada
gilirannya pasti
akan
mengganggu
kinerja menteri-menterinya
di kabinet.
''Artinya,
menteri serba
salah, mau
kerja keras
percuma, toh
mau diganti
juga, jika
tidak bekerja
apalagi,'' kata
mantan Dosen
Universitas Islam
Negeri (UIN)
Jakarta
ini.
Kalaupun
nantinya Presiden
memutuskan untuk
melakukan reshuffle,
maka menurut
Nurwahid,
sebaiknya pergantian
itu
dilakukan
sebelum
tahun 2007 berakhir.
Jika dilakukan
setelah melewati
masa itu,
Nurwahid khawatir
kondisinya tidak
akan
kundusif, karena
menteri-menteri yang
baru tidak
akan memiliki
cukup waktu
untuk menunjukkan
kinerjanya. ''Kalau
memang mau
reshuffle momentum terakhir
adalah 2007 ini.
Kalau
memang tidak
reshuffle, ya
tingkatkan saja
kinerja
menterinya,'' tegas
Nurwahid.
Menanggapi
kabar soal
adanya keinginan
PKS untuk menarik
dukungan terhadap
Pemerintahan SBY-JK,
pria asal
Klaten (Jawa
Tengah) ini
membantahnya.
Menurut Nurwahid,
kewenangan untuk
memutuskan
mendukung atau
tidak
pemerintahan SBY-JK, sepenuhnya
berada di
tangan Majelis
Syuro PKS.
Sejauh
ini, tambahnya,
Majelis Syuro
PKS belum
memiliki agenda untuk
mengevaluasi soal
dukungan itu.
(kmb4)