Sepak
Bola Porda Bali--
Jembrana
ke Final
Gianyar
(Bali Post) -
Mampu
menahan
Jembrana 0-0 selama 2
x 45 menit,
kesebelasan
Tabanan
akhirnya gagal
mewujudkan
ambisinya
melangkah
ke
babak final
cabang
sepak bola Porda Bali
2007. Tabanan
harus
mengakui ketangguhan
Jembrana 1-4
dalam drama
adu
penalti di
Stadion
Dipta, Gianyar,
Senin (26/3)
kemarin.
Di final,
Jembrana
menghadapi
pemenang semifinal
antara
tuan rumah
Gianyar
dan Badung yang
digelar
Selasa sore ini.
Tabanan
kandas
lantaran dua
eksekutornya,
Wahyu
Adiatmika dan
Satria
Surya Wijaya,
gagal
membuat gol
dari
titik penalti.
Hanya
Ketut
Wiguna sebagai
penembak
ketiga
sukses memperdaya
kiper
Jembrana, Adi
Mahayana.
Sementara
empat
penembak Jembrana
tidak
ada yang gagal.
Diawali
tembakan terukur
kapten
tim
Riyanto,
kemudian
Sugiarto,
Sigit
Sudarmawan dan
terakhir
Sunaryo.
Dua
penalti terakhir
tidak
dilanjutkan karena
apa
pun hasilnya
Tabanan
tidak mungkin
lagi
mengejar keunggulan
Jembrana.
Pertandingan
yang dipimpin
wasit Ali
Mustofa
berlangsung menarik.
Sejak
awal kedua
tim
silih
berganti adu
serang,
namun Jembrana
lebih
mendominasi peluang.
Tim besutan
Mecky
Tata ini
lebih
banyak mengancam
gawang
Tabanan
lewat
Sunaryo,
Sigit
Sudarmawan dan
Sugiarto.
Namun,
penampilan
gemilang
kiper
Deni Yurianto
mampu
memntahkan semua
kesempatan
emas
pemain Jembrana.
Tabanan
mendapat
kesempatan
mencetak
gol
dari titik
penalti
pada menit ke-21
setelah
penjaga gawang
Jembrana,
Adi Mahayana,
menjegal bomber
Wahyu.
Sayang,
pemain
pengganti Kadek
Agus
Arta Wirawan
gagal
menjadi algojo yang
baik.
Tembakannya
membentur
mistar
lalu keluar.
Pada
paro
kedua giliran
Jembrana yang
mendapat
hadiah
penalti setelah
Sugiarto
diganjal
di
daerah terlarang.
Sigit
Sudarmawan yang
telah
mengoleksi 10 gol
ternyata
tidak
beruntung menjalankan
tugasnya.
Tembakannya
yang mengarah
ke kiri
dapat
diblok Deni
Yurianto.
Kubu
Tabanan
termasuk Wakil
Bupati I GG
Wirasana
tampak
lesu usai
pertarungan.
Manajer
dan
pelatih Putra
Astawa
dan Made Murjana
menyatakan
hanya
bisa pasrah
atas
kegagalan ini.
''Nasib
tidak
berpihak pada
kami,
padahal dua
hari
sebelumnya anak-anak
sudah
diberikan latihan
penalti.
Beginilah
sepak bola,''
ujar
Murjana.
Wakil
Bupati
Jembrana Putu
Arta
mengaku sangat
bangga.
Sementara
pelatih
Mecky Tata
mengkritik
lini
depannya yang kurang
tenang.
''Mestinya
tidak
sampai adu
penalti.
Kami
memiliki
banyak
peluang,'' kata
Mecky
Tata.
Atas
sukses
ke final, pemain
Jembrana
mendapat bonus
Rp 10
juta. Hadiah
Rp 50
juta
akan keluar
jika
mereka mampu
menjadi
juara. (kmb11)