kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 27 Maret 2007

 Olahraga


Sepak
Bola Porda Bali--
Jembrana
ke Final 

Gianyar (Bali Post) -
Mampu
menahan Jembrana 0-0 selama 2 x 45 menit, kesebelasan Tabanan akhirnya gagal mewujudkan ambisinya melangkah ke  babak final cabang sepak bola Porda Bali 2007. Tabanan harus mengakui ketangguhan Jembrana 1-4 dalam drama adu penalti di Stadion Dipta, Gianyar, Senin (26/3) kemarin. Di finalJembrana menghadapi pemenang semifinal antara tuan rumah Gianyar dan Badung yang digelar Selasa sore ini.

Tabanan kandas lantaran dua eksekutornya, Wahyu Adiatmika dan Satria Surya Wijaya, gagal membuat gol dari titik penalti. Hanya Ketut Wiguna sebagai penembak ketiga sukses memperdaya kiper Jembrana, Adi Mahayana. Sementara empat penembak Jembrana tidak ada yang gagal. Diawali tembakan terukur kapten tim Riyanto, kemudian Sugiarto, Sigit Sudarmawan dan terakhir Sunaryo. Dua penalti terakhir tidak dilanjutkan karena apa pun hasilnya Tabanan tidak mungkin lagi mengejar keunggulan Jembrana.

Pertandingan yang dipimpin wasit Ali Mustofa berlangsung menarik. Sejak awal kedua tim silih berganti adu serang, namun Jembrana lebih mendominasi peluang. Tim besutan Mecky Tata ini lebih banyak mengancam gawang Tabanan lewat  Sunaryo, Sigit Sudarmawan dan Sugiarto. Namun, penampilan gemilang kiper Deni Yurianto mampu memntahkan semua kesempatan emas pemain Jembrana.

Tabanan mendapat kesempatan mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-21 setelah penjaga gawang Jembrana, Adi Mahayana, menjegal bomber Wahyu. Sayang, pemain pengganti Kadek Agus Arta Wirawan gagal menjadi algojo yang baik. Tembakannya membentur mistar lalu keluar.

Pada paro kedua giliran Jembrana yang mendapat hadiah penalti setelah Sugiarto diganjal di daerah terlarang. Sigit Sudarmawan yang telah mengoleksi 10 gol ternyata tidak beruntung menjalankan tugasnya. Tembakannya yang mengarah ke kiri dapat diblok Deni Yurianto.

Kubu Tabanan termasuk Wakil Bupati I GG Wirasana tampak lesu usai pertarungan. Manajer dan pelatih Putra Astawa dan Made Murjana menyatakan hanya bisa pasrah atas kegagalan ini. ''Nasib tidak berpihak pada kami, padahal dua hari sebelumnya anak-anak sudah diberikan latihan penalti. Beginilah sepak bola,'' ujar Murjana.

Wakil Bupati Jembrana Putu Arta mengaku sangat bangga. Sementara pelatih Mecky Tata mengkritik lini depannya yang kurang tenang. ''Mestinya tidak sampai adu penalti. Kami memiliki banyak peluang,'' kata Mecky Tata. Atas sukses ke final, pemain Jembrana mendapat bonus Rp 10 juta. Hadiah Rp 50 juta akan keluar jika mereka mampu menjadi juara. (kmb11)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)