Ciptakan
''Image'' Politik
Memukau
Oleh
Ida Bagus
Putu
Oka,
BBA
BALI
seyogianya
memiliki
imbas
politik yang memukau
bila
politisi dan
para
pemimpin di
daerah
bersatu.
Bali
telanjur
monopoli
alam
budaya yang telah
mendunia
dengan
keramahan, tenggang
rasa
dan kepribadian yang
masih
utuh.
Bagi
pakar-pakar,
cendekiawan,
hal ini
merupakan
dasar
titik tolak
untuk
mengembangkan serta
merintis
awal
pertumbuhan dan
perkembangan
ide-ide yang
menopang
unsur-unsur
politik,
baik
untuk karier
diri
maupun kiprah
rintisan
politik
demi keajegan
Bali.
Dimensi
budaya
ini dapat
untuk
menggerakkan bangsa
Indonesia yang kita
cintai
bersama.
Rupanya
tidak
berlebihan bahwa
masyarakat
Bali yang
terdiri
atas berbagai
suku
dan kepercayaan
hidup
rukun dari
sejak
dulu.
Hal ini
membuktikan
bahwa
kita telah
memahami
pedoman
hidup berbangsa
maupun
bernegara bila
terjun
ke kancah
politik.
Apa
yang kita
miliki
bersama tersebut
tidak
lepas dari
pada
warisan budaya
yaitu
perwujudan persatuan
bangsa
dan negara.
Dasar-dasar
dinamis yang universal
kepemimpinan
ada
pada ajaran
kepemimpinan
Asta
Bratha juga
merupakan
warisan
nenek moyang
kita.
Secara
tidak sadar
ajaran
ini telah
oleh
bangsa lain.
Ini
merupakan
salah
satu aset
pola
kepemimpinan yang tak
ada
duanya.
Juga
sebagai
dasar yang sebenarnya
telah
diadopsi negara-negara
maju
untuk melengkapi
manajemen
seni
kepemimpinannya.
Mengapa
kita,
khususnya cendekiawan
atau
politikus-politikus
Bali masih
banyak
berpaling dan
terseret
arus
modernisasi yang kurang
bermanfaat
bagi Bali?
Kita boleh
maju
atau mengecap
kehidupan modern
dan lain
sebagainya
hanya
sebagai pelengkap
tetapi
tidak dipakai
sebagai
dasar mengubah
corak
budaya dan
sendi
kehidupan. Kita
semua
sepakat untuk
menegakan
sendi-sendi yang
mengarah
pada
ajeg
Bali.
Keuntungan
lain yang
dimiliki Bali
merupakan
etalase
dan atau screen-nya
dunia.
Bukan
hanya
dalam bidang
pariwisata
tetapi
hampir di
segala
aspek strategis;
dalam
kehidupan politik,
seni
budaya, kepariwisataan
daerah,
penelitian, aset
kepurbakalaan,
serta
ilmu-ilmu pengetahuan
lainnya
sampai dengan
pemilihan
tempat
atau momen-momen
penting
diadakan di
Bali.
Apabila
dapat
dirangkai dan
diarahkan
sumber-sumber
tersebut
betapa
terfokusnya kekuatan
yang cukup
dahsyat,
baik
bidang politik
maupun
ekonomi.
Persoalannya
sekarang,
mampukah
tokoh-tokoh
politisi
kita
mengakumulasi
kekuatan-kekuatan dan
momen-momen
penting
tersebut?
Bila
diamati
banyak di
antara
mereka terlalu
mudah
dibawa arus
modernisasi
dan
melupakan unsur
internal yang mengandung
daya
pikat dan
perekat yang
kuat.
Selain
itu
apabila ada yang
sukses
kurang hirau
pada
pendukung.
Jangankan
bersilaturahmi,
bertegur
sapa
saja berat,
menoleh
saja tidak
mau.
Ini
salah
satu kelemahan
utama
pada sektor internal.
Kemandirian
tanpa
dukungan, sulit
menggapai
cita-cita.
Bali
mengharapkan
para
tokoh-tokoh kita
memiliki
keteguhan
hati,
tidak mudah
menyerah
dan
serius menangani
suatu
masalah.
Terutama
dalam
bidang kebijaksanaan
politik yang
erat
kaitannya dengan
kehidupan
masyarakat.
Masyarakat
Bali yang kompak
mandiri
berpegang teguh
pada
sasaran ajeg
dan
tenget-nya
Bali
milik
kita bersama.
Kami
yakin
Bali tak
ada
duanya di
dunia
kalau hal-hal
tersebut
di atas
diresapi
dan
dilaksanakan dengan
baik.