kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 27 Maret 2007

 Debat


Ciptakan
''Image'' Politik Memukau
Oleh
Ida Bagus Putu Oka, BBA 

BALI seyogianya memiliki imbas politik yang memukau bila politisi dan para pemimpin di daerah bersatu. Bali telanjur monopoli alam budaya yang telah mendunia dengan keramahan, tenggang rasa dan kepribadian yang masih utuh. Bagi pakar-pakar, cendekiawan, hal ini merupakan dasar titik tolak untuk mengembangkan serta merintis awal pertumbuhan dan perkembangan ide-ide yang menopang unsur-unsur politik, baik untuk karier diri maupun kiprah rintisan politik demi keajegan Bali.

Dimensi budaya ini dapat untuk menggerakkan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama. Rupanya tidak berlebihan bahwa masyarakat Bali yang terdiri atas berbagai suku dan kepercayaan hidup rukun dari sejak dulu. Hal ini membuktikan bahwa kita telah memahami pedoman hidup berbangsa maupun bernegara bila terjun ke kancah politik. Apa yang kita miliki bersama tersebut tidak lepas dari pada warisan budaya yaitu perwujudan persatuan bangsa dan negara. Dasar-dasar dinamis yang universal kepemimpinan ada pada ajaran kepemimpinan Asta Bratha juga merupakan warisan nenek moyang kita. Secara tidak sadar ajaran ini telah oleh bangsa lain. Ini merupakan salah satu aset pola kepemimpinan yang tak ada duanya. Juga sebagai dasar yang sebenarnya telah diadopsi negara-negara maju untuk melengkapi manajemen seni kepemimpinannya. Mengapa kita, khususnya cendekiawan atau politikus-politikus Bali masih banyak berpaling dan terseret arus modernisasi yang kurang bermanfaat bagi Bali?

Kita boleh maju atau mengecap kehidupan modern dan lain sebagainya hanya sebagai pelengkap tetapi tidak dipakai sebagai dasar mengubah corak budaya dan sendi kehidupan. Kita semua sepakat untuk menegakan sendi-sendi yang mengarah pada ajeg Bali.

Keuntungan lain yang dimiliki Bali merupakan etalase dan atau screen-nya dunia. Bukan hanya dalam bidang pariwisata tetapi hampir di segala aspek strategis; dalam kehidupan politik, seni budaya, kepariwisataan daerah, penelitian, aset kepurbakalaan, serta ilmu-ilmu pengetahuan lainnya sampai dengan pemilihan tempat atau momen-momen penting diadakan di Bali. Apabila dapat dirangkai dan diarahkan sumber-sumber tersebut betapa terfokusnya kekuatan yang cukup dahsyat, baik bidang politik maupun ekonomi.

Persoalannya sekarang, mampukah tokoh-tokoh politisi kita mengakumulasi kekuatan-kekuatan dan momen-momen penting tersebut? Bila diamati banyak di antara mereka terlalu mudah dibawa arus modernisasi dan melupakan unsur internal yang mengandung daya pikat dan perekat yang kuat. Selain itu apabila ada yang sukses kurang hirau pada pendukung. Jangankan bersilaturahmi, bertegur sapa saja berat, menoleh saja tidak mau. Ini salah satu kelemahan utama pada sektor internal.

Kemandirian tanpa dukungan, sulit menggapai cita-cita. Bali mengharapkan para tokoh-tokoh kita memiliki keteguhan hati, tidak mudah menyerah dan serius menangani suatu masalah. Terutama dalam bidang kebijaksanaan politik yang erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat Bali yang kompak mandiri berpegang teguh pada sasaran ajeg dan tenget-nya Bali milik kita bersama. Kami yakin Bali tak ada duanya di dunia kalau hal-hal tersebut di atas diresapi dan dilaksanakan dengan baik.

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)