Ketapang-Gilimanuk
Tutup
Lagi
Banyuwangi
(Bali Post) -
Bali
Post/udi
ANTRE LAGI - Sejumlah kendaraan antre lagi di Pelabuhan
Ketapang, Senin (26/3) malam kemarin. Akibat cuaca
buruk, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk kembali ditutup
Akibat
cuaca
buruk, Pelabuhan
penyeberangan
Ketapang-Gilimanuk
kembali
ditutup Senin (26/3)
malam
kemarin.
Penutupan
dilakukan
mendadak
sekitar
pukul 17.45 WIB.
Akibatnya,
antrean
kembali terjadi.
Ratusan
kendaraan
menumpuk
di
areal parkir.
Hingga
pukul 22.00 wita
semalam,
belum
ada tanda-tanda
jalur
penyeberangan
akan
dibuka
kembali.
Manajer
Operasional PT ASDP
Ketapang
Ishak
Abadi mengatakan
pihaknya
terpaksa
menutup
jalur penyeberangan
karena
cuaca terus
memburuk.
Kecepatan
angin
sudah mencapai
di atas
20 knot. ''Ini
sangat
berbahaya bagi
pelayaran.
Karena
itu
jalur penyeberangan
langsung
ditutup
lagi,'' ujarnya.
Sejatinya,
tinggi
gelombang laut
masih
relatif normal.
Hanya,
alun
gelombang cukup
tinggi
dan membahayakan.
Apalagi,
embusan
angin cukup
kuat.
Sebelum
dilakukan
penutupan,
sebuah
kapal sempat
tiga kali
gagal
ketika keluar
dari
dermaga.
Pemicunya
adalah
kuatnya empasan
angin.
Setelah
tiga kali
berusaha
baru
kapal tersebut
bisa
berlayar menuju
Bali.
''Setelah
itu
pelayaran langsung
kita
hentikan,'' sambung
Ishak.
Antrean
kendaraan
tidak
berbeda jauh
dengan
penutupan jalur
penyeberangan
beberapa
hari
lalu.
Kendaraan
yang antre
sebagian
besar
adalah angkutan
barang
dan bus umum.
Kendaraan
ini
menumpuk memenuhi
areal
pakir pelabuhan.
Karena jam
sibuk,
antrean dengan
cepat
terjadi.
Apalagi,
kendaraan-kendaraan
ini
datangnya bersamaan.
Antrean
kendaraan
tidak
hanya terjadi
di
areal parkir ASDP
Ketapang.
Di
pelabuhan LCM,
ratusan
truk tronton
dan
sejenisnya terlihat
menumpuk
di
sepanjang dermaga.
Puluhan
sopir memilih
tidur-tiduran
di
depan
kendaraan
masing-masing
sambil
menunggu antrean.
''Ditutup
lagi
mas. Anginnya
kencang
banget,'
cetus
Supri,
salah satu
sopir
dari Probolinggo,
Jawa
Timur.
Kebanyakan
kendaraan yang
antre
mengangkut sejumlah
kebutuhan
pokok.
Mulai
dari
pisang, sayuran
dan
janur.
Kendaraan
ini
mulai masuk
ke
pelabuhan sekitar
pukul 20.00 WIB.
Diperkirakan
antrean
akan
terus
meluber ke
jalan
raya. Pasalnya,
hingga
semalam belum
ada
tanda-tanda pelabuhan
akan
dibuka
kembali.
Kondisi
cuaca
juga masih
terasa
buruk.
Angin
terus
berembus kencang.
Ini
terlihat
dari
goyangan badan
kapal yang
diparkir
di
dermaga. (udi)