Tujuh Aliran Dana ke Pejabat Bulog
Terkait Impor Beras dari Vietnam -----
Jakarta (Bali Post) -
Kejaksaan Agung terus menelusuri aliran dana yang
diterima mantan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo.
Hal ini terkait dengan kasus barunya yang mulai
ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus
itu dugaan korupsi pengadaan komoditi di Bulog. Untuk
pengembangan pemeriksaan, tim penyidik memeriksa
Laksmiati Samarhadi.
Kedatangan Laksmiati ke gedung bundar Kejaksaan Agung,
Jakarta, Senin (26/3) kemarin luput dari perhatian
wartawan. Selain wajahnya sangat asing, tim penyidik
juga tak pernah menyebutkan saksi yang akan dimintai
keterangan untuk kasus kedua, yang bakal menyeret
Widjanarko lebih lama berada di bui. Awak media
mengetahui pemeriksaan itu dari penasihat hukum Laksmi,
Jonggi Simorangkir.
Diungkapkan, kliennya diperiksa terkait aliran dana
milyaran rupiah. Diduga dana itu berkaitan dengan
pengadaan beras impor asal Vietnam yang dilakukan Bulog
pada 2001-2003. Dana itu masuk dalam rekening PT Arden
Brige Invesment (ABI). Pemilik perusahaan itu yakni
warga Singapura bernama Cheon Karm Chuen. Ia merupakan
mantan suami Laksmi.
''Ibu Laksmi tidak pernah mengetahui atau mengecek
rekening tersebut. Pasalnya, yang melakukan kerja sama
dengan Bulog adalah Cheon Karm Chuen, mantan suaminya,''
katanya.
Aliran dana itu merupakan hasil kerja sama pengadaan
beras selama 2001-2002. Tetapi dana itu mulai mengalir
pada 2002-2005.
Untuk pemeriksaan ini, lanjutnya, terkait kasus aliran
dana Bulog ke rekening Laksmi di Bank HSBC Hongkong.
Rekening itu memang dibuka Laksmi, ketika bersama
suaminya berada di Hongkong. Selain rekening, Laksmi
juga diperiksa soal penerimaan hadiah Bulog dari Vietnam
Southern Food Corporation (VSFC) yang menjadi rekanan
Bulog dalam pengadaan beras. Tetapi sayangnya,
Simorangkir tak mau menjelaskan status kliennya saat
proyek itu berlangsung.
Sementara itu, Direktur Penyidikan Pidsus Mohammad Salim
membenarkan pihaknya menemukan tujuh aliran dana dalam
kasus dugaan penerimaan hadiah terhadap Widjanarko yang
masuk ke dalam rekening PT ABI, atas nama Laksmiati
Samarhadi. Aliran dana yang masuk ke rekening Laksmi
berasal dari VSFC yang ditransfer melalui HSBC Vietnam.
Dari HSBC Vietnam dilanjutkan ke HSBC New York yang
selanjutnya ke rekening PT ABI, atas nama Laksmi.
Ketujuh aliran dengan nilai bervariasi. Pertama kali
terjadi pada 23 Agustus 2002 sebesar 772.179 dolar AS,
kedua 573.579 dolar AS masuk pada 20 Maret 2003, 189.808
dolar AS (9 April 2003), 500.000 dolar AS (27 Maret
2003), 402.323 dolar AS (9 Juni 2003) dan 400.000 dolar
AS (4 Maret 2004). Kemudian HSBC Singapura mentransfer
ke Indonesia 782.100 dolar AS (2003).
(kmb3)