Sudah
Ditemukan 20 Bom Aktif
Jakarta (Bali Post) -
Meski belum berhasil menangkap dua gembong teroris
paling dicari, Noordin M. Top dan Abu Dujana, namun
penangkapan tujuh tersangka kasus terorisme pekan lalu
patut disyukuri. Pasalnya, ketujuh tersangka teroris itu
memiliki kemampuan untuk melakukan setidaknya 20 kali
aksi peledakan bom. ''Bayangkan, kalau mereka tidak
tertangkap, berapa korban jiwa yang akan jatuh. Karena
dari tangan mereka, polisi menemukan 20 bom aktif,''
ungkap Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sisno
Adiwinoto, Senin (26/3) kemarin.
Menurut Sisno, hingga kini polisi belum mendapatkan
keterangan dari para tersangka mengenai lokasi-lokasi
yang akan dijadikan sasaran untuk diledakkan. Ia
berjanji, pada saatnya nanti, polisi pasti akan
membeberkan lokasi-lokasi yang direncanakan akan
diledakkan oleh para tersangka.
Kepala Polisi Federal Australia (Australian Federal
Police -- AFP) Komisioner Mick Keelty mengungkapkan, AFP
akan melakukan penyelidikan bersama dengan Polri terkait
penemuan berbagai bahan peledak milik ketujuh tersangka
itu. Penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui
struktur jaringan Jamaah Islamiah (JI), target-target
bom, dan para pelakunya, termasuk yang belum tertangkap.
Di tempat yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Sutanto
mengungkapkan, dalam waktu dekat Polri akan meminta
contoh DNA Noordin M. Top dari keluarganya di Malaysia.
DNA itu nantinya akan disimpan di laboratorium DNA milik
Polri untuk sewaktu-waktu digunakan untuk melacak
Noordin. ''Nanti kita akan mintakan dari keluarganya di
Malaysia,'' kata Kapolri.
(kmb5)