kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 27 Maret 2007

 Mancanegara


Istri
Thaksin Dituduh Menyelewengkan Pajak

Bangkok -
Setelah
dilengserkan melalui kudeta tak berdarah September lalu, keluarga mantan PM Thaksin Shinawatra kini harus menghadapi banyak masalah. Untuk pertama kalinya sejak turun dari jabatan, keluarga Thaksin harus berurusan menyangkut kasus kriminal. Pojaman Shinawatra yang tidak lain adalah istri mantan PM ini Senin (26/3) kemarin mendapat tuntutan pengadilan atas tindak penyelewengan pajak.    

Pojaman Shinawatra, saudara tirinya Banpot Damapong dan sekretaris pribadinya Kanchanapa Honghern dituntut dengan kasus penyelewengan pajak dan memberikan keterangan palsu.

Kasus yang nantinya dapat membuat ketiga orang ini meringkuk di penjara, bermula dari tahun 1997 ketika Pojaman dan saudara tirinya menjual saham-saham perusahaan Shinawatra Computer and Communication, yang kemudian berubah menjadi raksasa telekomunikasi Shin Corp.

Namun, semua tuntutan yang dilayangkan tidak ada sangkut-pautnya dengan penjualan Shin Corp yang sangat kontroversial tahun lalu, di mana pengamat mengatakan langkah yang ditempuh Thaksin tersebut menuai banyak protes dan menjadi awal munculnya berbagai masalah.

Pengadilan ini nampaknya akan memberikan kesan yang bagus bagi pemerintah junta, karena dalam beberapa waktu terakhir  mereka terus mendapat kritikan karena dinilai sangat lamban dalam menangani kasus menyangkut Thaksin dan keluarganya.

Saat menghadiri persidangan Pojaman mengenakan stelan berwarna kuning, atau warna penghormatan kepada raja di sana, dan tidak melontarkan sepatah kata pun saat memasuki gedung.

Sekitar 100 polisi berjaga di sekitar area pengadilan dan terlihat ada 20-an orang pendukung keluarga Thaksin membawa mawar merah dan spanduk bertuliskan "Mereka tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Thaksin, jadi mereka memberikan masalah kepada istri dan anaknya".

Menurut pengacara Noppadon Pattama, klien mereka masing-masing menyiapkan uang jaminan sebesar lima juta baht (sekitar satu milyar lebih) untuk jalur pembebasan. (ton/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)