Istri
Thaksin
Dituduh Menyelewengkan
Pajak
Bangkok -
Setelah
dilengserkan
melalui
kudeta tak
berdarah September
lalu,
keluarga mantan PM
Thaksin
Shinawatra kini
harus
menghadapi banyak
masalah.
Untuk
pertama
kalinya sejak
turun
dari jabatan,
keluarga
Thaksin
harus berurusan
menyangkut
kasus
kriminal. Pojaman
Shinawatra yang
tidak
lain adalah
istri
mantan PM ini
Senin (26/3)
kemarin
mendapat tuntutan
pengadilan
atas
tindak penyelewengan
pajak.
Pojaman
Shinawatra,
saudara
tirinya Banpot
Damapong
dan
sekretaris pribadinya
Kanchanapa
Honghern
dituntut
dengan
kasus penyelewengan
pajak
dan memberikan
keterangan
palsu.
Kasus
yang nantinya
dapat
membuat ketiga
orang
ini meringkuk
di
penjara, bermula
dari
tahun 1997 ketika
Pojaman
dan saudara
tirinya
menjual saham-saham
perusahaan
Shinawatra Computer and
Communication, yang kemudian
berubah
menjadi raksasa
telekomunikasi Shin Corp.
Namun,
semua
tuntutan yang dilayangkan
tidak
ada sangkut-pautnya
dengan
penjualan Shin Corp yang
sangat kontroversial
tahun
lalu, di
mana
pengamat mengatakan
langkah yang
ditempuh
Thaksin
tersebut menuai
banyak
protes dan
menjadi
awal munculnya
berbagai
masalah.
Pengadilan
ini
nampaknya akan
memberikan
kesan yang
bagus
bagi pemerintah
junta, karena
dalam
beberapa waktu
terakhir
mereka
terus
mendapat kritikan
karena
dinilai sangat
lamban
dalam menangani
kasus
menyangkut Thaksin
dan
keluarganya.
Saat
menghadiri
persidangan
Pojaman
mengenakan stelan
berwarna
kuning,
atau warna
penghormatan
kepada raja
di
sana,
dan
tidak melontarkan
sepatah
kata pun saat
memasuki
gedung.
Sekitar
100 polisi
berjaga
di sekitar area
pengadilan
dan
terlihat ada 20-an
orang
pendukung keluarga
Thaksin
membawa mawar
merah
dan spanduk
bertuliskan "Mereka
tidak
bisa berbuat
apa-apa
terhadap Thaksin,
jadi
mereka memberikan
masalah
kepada istri
dan
anaknya".
Menurut
pengacara
Noppadon
Pattama,
klien
mereka masing-masing
menyiapkan
uang
jaminan sebesar
lima
juta baht (sekitar
satu
milyar lebih)
untuk
jalur pembebasan.
(ton/afp)