Harga
Beras
Turun
Denpasar
(Bali Post) -
Harga
beras
di Pasar
Badung,
Kreneng dan
Sanglah
mengalami penurunan.
Hal
ini
disampaikan Kepala
Subdinas
Perdagangan
Dalam
Negeri, Dinas
Perindustrian
dan
Perdagangan Propinsi
Bali Bagus
Wijaya,
Senin (26/3) kemarin.
Harga
beras IR 64 Super
Lokal
Rp 5.300/kg, beras IR
64 Putri
Sejati
Rp 5.800/kg, beras IR
64 Putri
Agung
Rp 5.300/kg, beras IR
64 Kereta
Rp 5.600/kg
dan
beras IR 64 Dua
Naga
sebesar Rp 5.800/kg.
Beras
IR 64 super lokal
mengalami
penurunan
sebesar
Rp 100/kg atau 1,9%
menjadi
Rp 5.200/kg, beras IR
64 Putri
Sejati
mengalami penurunan
3,4% atau
sebesar
Rp 200/kg, beras IR
64 Putri
Agung
mengalami penurunan
Rp 100/kg
atau
sebesar 1,9%, beras
IR 64 Kereta
mengalami
penurunan
sebesar 3,6%
menjadi
Rp 5.400/kg, dan
beras IR 64
Dua
Naga juga
mengalami
penurunan
Rp 300/kg
atau
sebesar 5,2% menjadi
Rp 5.500/kg.
Dikatakannya,
mulai
menurunnya harga
beras
ini kemungkinan
disebabkan
musim
panen raya
sudah
dimulai.
Akhir
Maret
atau awal April
ini
merupakan awal
panen
raya.
Sementara
itu,
Direktur Pascasarjana
yang juga guru
besar
Fakultas Pertanian
Unud Prof. Dr. Ir.
Dewa
Ngurah Suprapta,
M.Sc.
mengatakan, yang menyebabkan
harga
beras di
pasaran
turun kemungkinan
musin
panen raya
sudah
tiba. Kemungkinan
lainnya,
adalah
pelepasan stok lama,
baik
oleh pedagang
maupun
pelaku lain, yang
dikumpulkan sejak
lama. Pedagang
yang menumpuk
stok
melepasnya ke
pasar
sehingga harga
tertekan.
Walaupun
harga
di pasaran
sudah
mulai menurun,
Bulog
jangan lantas
diam
saja.
Dikatakannya,
dalam
musim panen
raya
ini pemerintah
harus
melakukan pengadaan
lewat
Bulog untuk
melakukan
stok agar
tak
terjadi impor
beras
saat musim
kemarau
tiba.
Pemerintah
saat
sekarang ini,
lanjutnya,
perlu
memberikan kelonggaran
pada
Bulog untuk
membeli
beras berapapun
jumlahnya
dan
jangan membatasi
dengan HPP
di
bawah harga
pasar.
(can)