kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 27 Maret 2007

 Ekuin


Harga
Beras Turun 

Denpasar (Bali Post) -
Harga
beras di Pasar Badung, Kreneng dan Sanglah mengalami penurunan. Hal ini disampaikan Kepala Subdinas Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Bali Bagus Wijaya, Senin (26/3) kemarin.

Harga beras IR 64 Super Lokal Rp 5.300/kg, beras IR 64 Putri Sejati Rp 5.800/kg, beras IR 64 Putri Agung Rp 5.300/kg, beras IR 64 Kereta Rp 5.600/kg dan beras IR 64 Dua Naga sebesar Rp 5.800/kg.

Beras IR 64 super lokal mengalami penurunan sebesar Rp 100/kg atau 1,9% menjadi Rp 5.200/kg, beras IR 64 Putri Sejati mengalami penurunan 3,4% atau sebesar Rp 200/kg, beras IR 64 Putri Agung mengalami penurunan Rp 100/kg atau sebesar 1,9%, beras IR 64 Kereta mengalami penurunan sebesar 3,6% menjadi Rp 5.400/kg, dan beras IR 64 Dua Naga juga mengalami penurunan Rp 300/kg atau sebesar 5,2% menjadi Rp 5.500/kg.  Dikatakannya, mulai menurunnya harga beras ini kemungkinan disebabkan musim panen raya sudah dimulai. Akhir Maret atau awal April ini merupakan awal panen raya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana yang juga guru besar Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. mengatakan, yang menyebabkan harga beras di pasaran turun kemungkinan musin panen raya sudah tiba. Kemungkinan lainnya, adalah pelepasan stok lama, baik oleh pedagang maupun pelaku lain, yang dikumpulkan sejak lama. Pedagang yang menumpuk stok melepasnya ke pasar sehingga harga tertekan. 

Walaupun harga di pasaran sudah mulai menurun, Bulog jangan lantas diam saja. Dikatakannya, dalam musim panen raya ini pemerintah harus melakukan pengadaan lewat Bulog untuk melakukan stok agar tak terjadi impor beras saat musim kemarau tiba. Pemerintah saat sekarang ini, lanjutnya, perlu memberikan kelonggaran pada Bulog untuk membeli beras berapapun jumlahnya dan jangan membatasi dengan HPP di bawah harga pasar.  (can)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)