kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 6 Pebruari 2007

 Iptek


Industri
Teknologi 3G Indonesia Masuki Babak Baru 

Memasuki bulan kedua di tahun 2007 ini, teknologi 3G di Indonesia memasuki babak baru. Pasalnya sejak 1 Februari, dua dari tiga operator yang kini menyelenggarakan layanan tersebut memberlakukan tarif normal terhadap pemakaian 3G. Ini artinya tidak ada lagi penggunaan gratis pada durasi tertentu seperti yang diberlakukan ketika layanan ini pertama kalinya digelar

------------------------- 

TEKNOLOGI baru yang sering disebut-sebut WCDMA ini memang menimbulkan banyak sekali pesimisme di kalangan pengamat teknologi telekomunikasi. Sebab, di beberapa negara teknologi yang relatif canggih karena mampu menampilkan lawan bicara di layar ponsel ini justru mendapatkan respons yang minim. Antusiasme pengguna telekomunikasi seluler tidak seperti ketika layanan 2G pertama kali digelar. Hal ini tentu menimbulkan kekecewaan di kalangan operator yang sudah telanjur menggelar layanan ini. Terlebih jika dilihat dari mahalnya biaya investasi yang mesti ditanamkan untuk menggelar teknologi 3G.

Di Indonesia ketika rencana penyelenggaraan layanan ini mulai diperdengarkan, nada-nada pesimis banyak kalangan juga terdengar. Banyak kalangan menilai pengguna ponsel di Indonesia belum saatnya menikmati layanan ini karena mayoritas masih lebih banyak menggunakan layanan voice dan short message service (SMS). Anggapan banyak kalangan ini tidak dihiraukan para operator yang mau tidak mau memang harus bergerak maju mengikuti cepatnya arus perkembangan teknologi telekomunikasi

Februari ini bisa dibilang merupakan bulan yang menentukan apakah layanan 3G ini mampu diterima secara baik oleh masyarakat pengguna telepon seluler. Selama ini persoalan tarif menjadi salah satu alasan sikap pesimisme banyak pihak terhadap adanya pemberlakuan 3G di Indonesia. Namun agaknya persoalan tarif ini tidak menjadi halangan bagi dua operator, yaitu Telkomsel dan XL, untuk mulai memberlakukan tarif normal layanan ini tanpa disertai embel-embel gratis mencoba layanan 3G selama durasi tertentu.  

Telkomsel dan XL menggunakan momen awal Februari untuk mengumumkan tarif normal layanan 3G mereka. Dari pihak Telkomsel tarif yang dipatok untuk masing-masing layanan yang bisa diakses melalui teknologi 3G ini berbeda tergantung jenisnya. Misalnya tarif Video Call akan mengacu pada ketentuan normal tarif Voice Call baik kartuHALO, simPATI maupun kartu As tanpa ''Gratis 5 Menit Pertama''. Begitu pula untuk tarif video call pada Mobile TV. 

VP Marketing & CRM Telkomsel Henri Mulya Syam mengatakan adanya pemberlakuan tarif yang sama persis dengan tarif telepon biasa tidak akan menyurutkan minat pengguna 3G memanfaatkan layanan ini. ''Respons pelanggan sangat baik, hanya dalam waktu relatif singkat, dalam waktu kurang dari satu semester, pelanggan yang meregister sudah sekitar 1,7 juta. Dapat dikatakan bahwa secara sederhana, dengan pemberlakuan ini, maka biaya menelepon dengan layanan 3G sama dengan biaya menelepon normal (2G),'' katanya dalam release yang diterima Bali Post. 

Bahkan, Henri menambahkan, pelanggan juga akan memperoleh manfaat lebih dari keberadaan layanan 3G, karena mendapatkan fasilitas yang memungkinkan melihat lawan bicara. Beberapa indikator tentang antusiasme dan respons positif pelanggan yang berhasil dicatat Telkomsel mencakup pemanfaatan mobile TV dalam 4 bulan pertama (September - Desember 2006) mencapai 2 juta hits. Selain itu pemakaian video call pada akhir tahun 2006 mencapai hampir 1,2 juta video call. Adapun komposisi pelanggan yang sudah memanfaatkan layanan 3G adalah berasal dari kartuHALO (12%), simPATI (55%) dan kartu As (33%).  

PT Excelcomindo Pratama Tbk. atau yang akrab disebut XL juga tidak mau ketinggalan memberlakukan tarif penggunaan beberapa layanan XL 3G mulai 1 Februari 2007. Dijelaskan  General Manager Marketing Product XL Ruby Hermanto, pelanggan XL tetap dapat menikmati layanan XL 3G seperti gratis 6 menit pertama untuk video call hingga tanggal 9 Februari 2007. Setelah itu tarif video call akan disamakan dengan tarif panggilan ke luar (voice call) kartu bebas dan Xplor.  

Layanan download konten seperti mobile TV, Video Clip dan Full Track mulai diberlakukan tarif normal. Sementara tarif GPRS untuk akses ke portal XL 3G WAP dan jelajah di dalam portal tersebut tidak dikenakan biaya. ''Sejumlah layanan XL 3G masih tetap gratis, agar para pelanggan masih dapat mencoba layanan-layanan tersebut. Sementara itu, mulai 1 Februari 2007, XL sudah menetapkan skema tarif baru untuk beberapa layanan XL 3G,'' paparnya

Agaknya dilihat dari optimisme yang ditebarkan dua operator seluler yang menggelar 3G ini, kita hanya bisa menunggu sampai sejauh mana respons pengguna seluler. Namun bila melihat dari tarif yang tidak beda dengan layanan voice call biasa, agaknya layanan 3G bisa diterima baik oleh masyarakat pengguna seluler. Hanya yang masih perlu diingat, meski tarifnya sama dengan layanan teknologi 2G, masyarakat masih tetap perlu sosialisasi untuk lebih mengetahui manfaat dari teknologi tersebut. Perlu waktu lama memang untuk mengedukasi pasar Indonesia yang relatif belum dewasa menerima perkembangan teknologi telekomunikasi ini, tetapi telah tersedianya layanan ini merupakan sebuah langkah besar untuk menyiapkan masyarakat pengguna seluler nasional pada sebuah teknologi baru lainnya yang lebih canggih. (iah)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)