Industri
Teknologi 3G Indonesia
Masuki
Babak Baru
Memasuki
bulan
kedua di
tahun 2007
ini,
teknologi 3G di
Indonesia memasuki
babak
baru. Pasalnya
sejak 1
Februari, dua
dari
tiga operator yang kini
menyelenggarakan
layanan
tersebut memberlakukan
tarif normal
terhadap
pemakaian 3G.
Ini
artinya tidak
ada
lagi penggunaan
gratis pada
durasi
tertentu seperti yang
diberlakukan
ketika
layanan ini
pertama
kalinya digelar.
-------------------------
TEKNOLOGI
baru yang
sering
disebut-sebut WCDMA ini
memang
menimbulkan banyak
sekali
pesimisme di
kalangan
pengamat
teknologi
telekomunikasi.
Sebab,
di beberapa
negara
teknologi yang relatif
canggih
karena mampu
menampilkan
lawan
bicara di
layar
ponsel ini
justru
mendapatkan respons
yang minim. Antusiasme
pengguna
telekomunikasi
seluler
tidak seperti
ketika
layanan 2G pertama
kali digelar. Hal
ini
tentu menimbulkan
kekecewaan
di
kalangan operator yang sudah
telanjur
menggelar
layanan
ini. Terlebih
jika
dilihat dari
mahalnya
biaya
investasi yang mesti
ditanamkan
untuk
menggelar teknologi
3G.
Di
Indonesia ketika
rencana
penyelenggaraan layanan
ini
mulai diperdengarkan,
nada-nada pesimis
banyak
kalangan juga
terdengar.
Banyak
kalangan menilai
pengguna
ponsel
di Indonesia belum
saatnya
menikmati layanan
ini
karena mayoritas
masih
lebih banyak
menggunakan
layanan voice
dan short message service (SMS).
Anggapan
banyak
kalangan ini
tidak
dihiraukan para
operator yang mau
tidak
mau memang
harus
bergerak maju
mengikuti
cepatnya
arus
perkembangan teknologi
telekomunikasi.
Februari
ini
bisa dibilang
merupakan
bulan yang
menentukan
apakah
layanan 3G ini
mampu
diterima secara
baik
oleh masyarakat
pengguna
telepon
seluler. Selama
ini
persoalan tarif
menjadi
salah satu
alasan
sikap pesimisme
banyak
pihak terhadap
adanya
pemberlakuan 3G di
Indonesia. Namun
agaknya
persoalan tarif
ini
tidak menjadi
halangan
bagi
dua operator, yaitu
Telkomsel
dan XL,
untuk mulai
memberlakukan
tarif normal
layanan
ini tanpa
disertai
embel-embel gratis
mencoba
layanan 3G selama
durasi
tertentu.
Telkomsel
dan XL
menggunakan momen
awal
Februari untuk
mengumumkan
tarif normal
layanan 3G
mereka. Dari
pihak
Telkomsel tarif yang
dipatok
untuk masing-masing
layanan yang
bisa
diakses melalui
teknologi 3G
ini
berbeda tergantung
jenisnya.
Misalnya
tarif Video Call
akan
mengacu pada
ketentuan normal
tarif Voice Call
baik
kartuHALO, simPATI
maupun
kartu As tanpa
''Gratis 5 Menit
Pertama''.
Begitu pula
untuk
tarif video call pada
Mobile TV.
VP Marketing & CRM Telkomsel
Henri Mulya
Syam
mengatakan adanya
pemberlakuan
tarif yang
sama
persis dengan
tarif
telepon biasa
tidak
akan menyurutkan
minat
pengguna 3G memanfaatkan
layanan
ini. ''Respons
pelanggan
sangat
baik, hanya
dalam
waktu relatif
singkat,
dalam
waktu kurang
dari
satu semester, pelanggan
yang meregister
sudah
sekitar 1,7 juta.
Dapat
dikatakan bahwa
secara
sederhana, dengan
pemberlakuan
ini,
maka biaya
menelepon
dengan
layanan 3G sama
dengan
biaya menelepon
normal (2G),'' katanya
dalam release yang
diterima Bali Post.
Bahkan,
Henri menambahkan,
pelanggan
juga
akan memperoleh
manfaat
lebih dari
keberadaan
layanan 3G,
karena
mendapatkan fasilitas
yang memungkinkan
melihat
lawan bicara.
Beberapa
indikator
tentang
antusiasme dan
respons
positif pelanggan
yang berhasil
dicatat
Telkomsel mencakup
pemanfaatan mobile TV
dalam 4
bulan pertama
(September - Desember 2006)
mencapai 2
juta hits.
Selain
itu pemakaian video
call pada
akhir
tahun 2006 mencapai
hampir 1,2
juta video call.
Adapun
komposisi pelanggan
yang sudah
memanfaatkan
layanan 3G
adalah
berasal dari
kartuHALO (12%),
simPATI (55%)
dan
kartu As (33%).
PT Excelcomindo
Pratama
Tbk. atau yang
akrab
disebut XL juga
tidak
mau ketinggalan
memberlakukan
tarif
penggunaan beberapa
layanan XL 3G
mulai 1
Februari 2007. Dijelaskan
General Manager Marketing Product XL Ruby
Hermanto,
pelanggan XL
tetap
dapat menikmati
layanan XL 3G
seperti gratis 6
menit
pertama untuk video
call hingga
tanggal 9
Februari 2007.
Setelah
itu tarif video call
akan
disamakan dengan
tarif
panggilan ke
luar (voice call)
kartu
bebas dan
Xplor.
Layanan
download konten
seperti mobile TV, Video
Clip dan Full Track
mulai
diberlakukan tarif
normal. Sementara
tarif GPRS
untuk
akses ke portal XL 3G
WAP dan
jelajah di
dalam portal
tersebut
tidak
dikenakan biaya. ''Sejumlah
layanan XL 3G
masih
tetap gratis, agar para
pelanggan
masih
dapat mencoba
layanan-layanan
tersebut.
Sementara
itu,
mulai 1 Februari
2007, XL sudah
menetapkan
skema
tarif baru
untuk
beberapa layanan XL
3G,'' paparnya.
Agaknya
dilihat
dari optimisme yang
ditebarkan
dua operator
seluler yang
menggelar 3G
ini,
kita hanya
bisa
menunggu sampai
sejauh
mana respons
pengguna
seluler.
Namun
bila melihat
dari
tarif yang tidak
beda
dengan layanan voice
call biasa,
agaknya
layanan 3G bisa
diterima
baik
oleh masyarakat
pengguna
seluler.
Hanya yang
masih
perlu diingat,
meski
tarifnya sama
dengan
layanan teknologi 2G,
masyarakat
masih
tetap perlu
sosialisasi
untuk
lebih mengetahui
manfaat
dari teknologi
tersebut.
Perlu
waktu lama memang
untuk
mengedukasi pasar
Indonesia yang relatif
belum
dewasa menerima
perkembangan
teknologi
telekomunikasi
ini,
tetapi telah
tersedianya
layanan
ini merupakan
sebuah
langkah besar
untuk
menyiapkan masyarakat
pengguna
seluler
nasional pada
sebuah
teknologi baru
lainnya yang
lebih
canggih. (iah)