kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 6 Pebruari 2007

 Bali


18 Titik di Denpasar Rawan Banjir
 

Banjir di kawasan perkotaan saat musim hujan sudah menjadi tradisi. Bahkan, akibat makin terbatasnya daerah resapan, limpahan air menuju kota saat musim hujan volumenya terus meningkat. Ini terbukti setiap terjadi banjir di Denpasar, wilayah yang tergenang makin meluas. Kini, untuk mewaspadai bencana ini, Pemkot Denpasar telah melakukan antisipasi khusus. Bahkan, sejumlah titik dinyatakan rawan banjir. Lalu mengapa Satlak PB diminta siaga

ANTISIPASI terjadinya bencana banjir di Denpasar sejatinya sudah dilakukan sejak September 2006 lalu. Mengingat, musim hujan biasanya sudah turun sejak bulan Oktober setiap tahunnya. Meskipun tahun ini intensitas hujan belum menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan. Namun sebagai wujud antisipasi, Dinas PU Denpasar telah melakukan gerakan pengerukan tanah dan lumpur pada tiga aliran sungai di Denpasar.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga menyiagakan tim penanggulangan bencana yang tergabung dalam tim Satlak PB (Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana). ''Tim ini siaga selama 24 jam, dan bisa dihubungi bila terjadi banjir,'' ujar Kabag Humas Pemkot Denpasar I Made Erwin Suryadarma, S.E., Senin (5/2) kemarin.

Sebelumnya, apel siaga kebencanaan yang dipimpin Wali Kota Denpasar Drs. A.A. Puspayoga juga sudah digelar. Apel tersebut diikuti sekitar 150 orang anggota Satlak PB Kota Denpasar yang terdiri atas 1 peleton Polisi Pamong Praja, 1 regu tim medis, 1 regu relawan PMI, 1 peleton petugas kebersihan, 50 orang tenaga penggelontoran, satu peleton pemadam kebakaran dan 1 peleton tim reaksi cepat.

Wali Kota mengatakan apel siaga ini untuk mengantisipasi sejak dini jika terjadi bencana alam. ''Kita tidak mengharapkan terjadinya bencana atau musibah, tetapi jika toh terjadi kita sudah siap mengantisipasinya, sehingga kerugian yang ditimbulkan bisa diminimalisir,'' kata Puspayoga.

Penyiapan tim ini sebagai bentuk keseriusan Pemkot Denpasar dalam melindungi warga Kota Denpasar dari bencana alam. Namun, tokoh Puri Satria Denpasar ini tetap meminta partisipasi masyarakat Kota Denpasar untuk ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke selokan atau sungai.

 

18 Titik

Untuk diingat, tahun 2005 lalu sebagian wilayah Denpasar terutama yang terletak di pinggiran Tukad Badung tersapu banjir, bahkan sampai menimbulkan satu orang korban jiwa. Demikian juga Pasar Kumbasari khususnya di lantai satu sempat terendam air karena Tukad Badung meluap. ''Topografi Kota Denpasar relatif landai, dengan pemukiman padat serta perilaku masyarakat yang masih banyak membuang sampah ke sungai menyebabkan sedikit saja terjadi hujan akan banjir,'' ujar Puspayoga.

Sementara itu, data dari Dinas PU Kota Denpasar menyebutkan terdapat 18 titik di wilayah Kota Denpasar yang rawan banjir. ''Walaupun secara teknis saluran drainase yang ada masih cukup baik, namun adanya sumbatan sampah di beberapa sungai akan menyebabkan terjadinya banjir,'' kata Kadis PU Kota Denpasar Ir. Ketut Winarta.

Ke-18 titik rawan banjir tersebut di antaranya saluran drainase di Jalan Tjok. Agung Tresna, Jl. Hangtuah, Jl. Suli, Jl. Ken Arok, Jl. A. Yani, Jl. Waribang dan di Kelurahan Tonja. Di samping menyiapkan tenaga penggelontor yang siaga 24 jam, tim juga dilengkapi 5 unit dump truck, gergaji mesin, linggis, cangkul dan pompa air. (ara)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)