18 Titik
di
Denpasar Rawan
Banjir
Banjir
di
kawasan perkotaan
saat
musim hujan
sudah
menjadi tradisi.
Bahkan,
akibat makin
terbatasnya
daerah
resapan, limpahan air
menuju
kota
saat
musim hujan
volumenya
terus
meningkat. Ini
terbukti
setiap
terjadi banjir
di
Denpasar, wilayah
yang tergenang
makin
meluas. Kini,
untuk
mewaspadai bencana
ini,
Pemkot Denpasar
telah
melakukan antisipasi
khusus.
Bahkan, sejumlah
titik
dinyatakan rawan
banjir.
Lalu mengapa
Satlak PB
diminta
siaga?
ANTISIPASI
terjadinya
bencana
banjir di
Denpasar
sejatinya
sudah
dilakukan sejak
September 2006 lalu.
Mengingat,
musim
hujan biasanya
sudah
turun sejak
bulan
Oktober setiap
tahunnya.
Meskipun
tahun
ini intensitas
hujan
belum menunjukkan
terjadi
peningkatan yang signifikan.
Namun
sebagai wujud
antisipasi,
Dinas PU
Denpasar
telah
melakukan gerakan
pengerukan
tanah
dan lumpur
pada
tiga aliran
sungai
di Denpasar.
Selain
itu,
Pemkot Denpasar
juga
menyiagakan tim
penanggulangan
bencana yang
tergabung
dalam
tim Satlak PB (Satuan
Pelaksana
Penanggulangan
Bencana). ''Tim
ini
siaga selama 24 jam,
dan
bisa dihubungi
bila
terjadi banjir,''
ujar
Kabag Humas
Pemkot
Denpasar I Made Erwin
Suryadarma, S.E., Senin
(5/2) kemarin.
Sebelumnya,
apel
siaga kebencanaan
yang dipimpin
Wali Kota
Denpasar Drs. A.A.
Puspayoga
juga
sudah digelar.
Apel
tersebut diikuti
sekitar 150
orang
anggota Satlak PB
Kota Denpasar yang
terdiri
atas 1 peleton
Polisi
Pamong Praja, 1
regu
tim medis, 1
regu
relawan PMI, 1 peleton
petugas
kebersihan, 50 orang
tenaga
penggelontoran, satu
peleton
pemadam kebakaran
dan 1
peleton tim
reaksi
cepat.
Wali
Kota mengatakan
apel
siaga ini
untuk
mengantisipasi sejak
dini
jika terjadi
bencana
alam. ''Kita tidak
mengharapkan
terjadinya
bencana
atau musibah,
tetapi
jika toh
terjadi
kita sudah
siap
mengantisipasinya, sehingga
kerugian yang
ditimbulkan
bisa
diminimalisir,'' kata
Puspayoga.
Penyiapan
tim ini
sebagai
bentuk keseriusan
Pemkot
Denpasar dalam
melindungi
warga Kota
Denpasar
dari
bencana alam.
Namun,
tokoh Puri
Satria
Denpasar ini
tetap
meminta partisipasi
masyarakat Kota
Denpasar
untuk
ikut menjaga
kebersihan
sungai
dengan tidak
membuang
sampah
ke selokan
atau
sungai.
18 Titik
Untuk
diingat,
tahun 2005
lalu
sebagian wilayah
Denpasar
terutama yang
terletak
di
pinggiran Tukad
Badung
tersapu banjir,
bahkan
sampai menimbulkan
satu
orang korban
jiwa.
Demikian juga
Pasar
Kumbasari khususnya
di
lantai satu
sempat
terendam air karena
Tukad
Badung meluap. ''Topografi
Kota Denpasar
relatif
landai, dengan
pemukiman
padat
serta perilaku
masyarakat yang
masih
banyak membuang
sampah
ke sungai
menyebabkan
sedikit
saja terjadi
hujan
akan banjir,''
ujar
Puspayoga.
Sementara
itu, data
dari
Dinas PU Kota Denpasar
menyebutkan
terdapat 18
titik
di wilayah Kota
Denpasar yang
rawan
banjir. ''Walaupun
secara
teknis saluran
drainase yang
ada
masih cukup
baik,
namun adanya
sumbatan
sampah
di beberapa
sungai
akan menyebabkan
terjadinya
banjir,''
kata
Kadis PU Kota Denpasar
Ir. Ketut
Winarta.
Ke-18 titik
rawan
banjir tersebut
di
antaranya saluran
drainase
di
Jalan Tjok.
Agung
Tresna, Jl.
Hangtuah,
Jl.
Suli, Jl. Ken
Arok,
Jl. A. Yani,
Jl.
Waribang dan
di
Kelurahan Tonja.
Di
samping menyiapkan
tenaga
penggelontor yang siaga
24 jam, tim
juga
dilengkapi 5 unit dump truck,
gergaji
mesin, linggis,
cangkul
dan pompa air.
(ara)