Alasan
Sepi,
Pedagang
di
Gilimanuk
Enggan
Pindah
Negara (Bali Post) -
Para
pedagang yang
selama
puluhan tahun
berjualan
di
Pelabuhan Gilimanuk
khususnya
di
areal dermaga LCM
digusur.
Demikian
juga
warung-warung milik
mereka
juga sudah
dibongkar
oleh
pemiliknya sendiri.
Penggusuran
tersebut
menyisakan
kesedihan
dari
para pedagang
sendiri
karena kini
mereka
kehilangan mata
pencaharian.
Ibu
Ibrahim, salah
seorang
pedagang, yang didampingi
Ibu
Wenten dan yang
lainnya,
Senin (5/2)
kemarin,
mengatakan
sejak
sebulan lalu
mereka
tidak bisa
mendapatkan
penghasilan
lagi.
Sebelumnya,
mereka
bisa mendapatkan
Rp 50
ribu - Rp 100
ribu per
hari.
''Sejak
warung
ini kami
bongkar,
ya kami
tidak
bisa mendapatkan
penghasilan
lagi.
Kami
memang
diberikan tempat
berjualan
baru
namun sepi,''
katanya.
Ibrahim
mengatakan
sudah
berjualan sejak 12
tahun yang
lalu.
Ibu
Wenten juga
mengatakan
mereka
tidak mau
menempati
tempat yang
sudah
disediakan pihak ASDP
karena
di
sana
sepi
dan tidak
ada yang
berbelanja.
''Kami
hanya
mengharapkan kebijakan
dari
pihak pelabuhan agar
bisa
berjualan meski
pakai
gerobak di
sekitar
sini,'' katanya.
Sementara
itu,
Manajer Operasional
ASDP Gilimanuk
Arizal
Bahar ketika
dimintai
konfirmasi
Senin
kemarin, mengatakan
pihaknya
hanya
mengimbau agar para
pedagang
untuk
pindah ke
tempat yang
telah
disediakan.
''Kami
pelan-pelan
saja
mengimbau mereka
dan
tidak ingin
memaksa,
meskipun
awalnya
mereka sepakat
untuk
pindah. Namun,
kami
harapkan
mereka
pindah agar
pekerjaan
penataan
dermaga
bisa berjalan
dengan
baik sehingga
para
pedagang tidak
tertimpa
besi
atau hal-hal yang
membahayakan
lainnya,''
kata
Arizal.
''Areal
parkir dermaga
itu
katanya ditata agar
lebih
nyaman dan
asri,
juga agar lebih
luas.
Kami
juga
tidak ingin
pelabuhan
terkesan
kumuh,
kami ingin
benar-benar
bersih,''
jelasnya. (kmb)