kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 6 Pebruari 2007

 Bali


Alasan
Sepi, Pedagang di Gilimanuk Enggan Pindah 

Negara (Bali Post) -
Para
pedagang yang selama puluhan tahun berjualan di Pelabuhan Gilimanuk khususnya di areal dermaga LCM digusur.
Demikian juga warung-warung milik mereka juga sudah dibongkar oleh pemiliknya sendiri.

Penggusuran tersebut menyisakan kesedihan dari para pedagang sendiri karena kini mereka kehilangan mata pencaharian. Ibu Ibrahim, salah seorang pedagang, yang didampingi Ibu Wenten dan yang lainnya, Senin (5/2) kemarin, mengatakan sejak sebulan lalu mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan lagi.

Sebelumnya, mereka bisa mendapatkan Rp 50 ribu - Rp 100 ribu per hari. ''Sejak warung ini kami bongkar, ya kami tidak bisa mendapatkan penghasilan lagi. Kami memang diberikan tempat berjualan baru namun sepi,'' katanya.

Ibrahim mengatakan sudah berjualan sejak 12 tahun yang lalu. Ibu Wenten juga mengatakan mereka tidak mau menempati tempat yang sudah disediakan pihak ASDP karena di sana sepi dan tidak ada yang berbelanja. ''Kami hanya mengharapkan kebijakan dari pihak pelabuhan agar bisa berjualan meski pakai gerobak di sekitar sini,'' katanya.

Sementara itu, Manajer Operasional ASDP Gilimanuk Arizal Bahar ketika dimintai konfirmasi Senin kemarin, mengatakan pihaknya hanya mengimbau agar para pedagang untuk pindah ke tempat yang telah disediakan. ''Kami pelan-pelan saja mengimbau mereka dan tidak ingin memaksa, meskipun awalnya mereka sepakat untuk pindah. Namun, kami harapkan mereka  pindah agar pekerjaan penataan dermaga bisa berjalan dengan baik sehingga para pedagang tidak tertimpa besi atau hal-hal yang membahayakan lainnya,'' kata Arizal.

''Areal parkir dermaga itu katanya ditata agar lebih nyaman dan asri, juga agar lebih luas. Kami juga tidak ingin pelabuhan terkesan kumuh, kami ingin benar-benar bersih,'' jelasnya. (kmb)

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)