kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 6 Pebruari 2007

 Bali


Alami
Perembesan dan Tembok Retak    ...
Komite
Pertanyakan Kualitas Gedung SMAN 8  

Denpasar (Bali Post) -
Kualitas
gedung SMAN 8 Denpasar yang baru digunakan sejak tahun ajaran 2006/2007 ini kini menjadi pergunjingan di kalangan komite sekolah setempat. Pasalnya, belum genap setahun digunakan, gedung tersebut sudah mulai mengalami perembesan dan beberapa temboknya retak.

Wakil Ketua Komite SMAN 8 Denpasar Ir. Eko Supriyadi, Senin (5/2) kemarin, mengatakan selain gedung sekolah, masih ada beberapa persoalan yang harus mendapat perhatian. Hal ini penting diselesaikan guna menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi siswa yang menuntut ilmu di sekolah baru tersebut.

Eko mengatakan persoalan ini diketahui setelah pihak komite sekolah mengadakan rapat pada akhir pekan lalu. Dalam rapat tersebut mengemuka adanya sejumlah persoalan yang secepatnya harus diselesaikan. Terutama soal kualitas penyelesaian gedung yang beberapa mengalami perembesan. Masalah batas wilayah atau luas lahan gedung SMAN 8 juga belum jelas. Karena data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dari pihak desa semuanya berbeda.

Eko juga menyoroti masalah keamanan di kawasan sekolah itu. Apalagi, sampai saat ini tembok penyengker yang mengelilingi sekolah belum bisa dibangun. Keadaan tersebut juga mengakibatkan beberapa orang bisa lalu lalang di dalam areal sekolah. ''Ini kan berpengaruh terhadap keamanan secara umum,'' katanya.

Sebelumnya, kualitas beton pada bangunan SMAN 8 Denpasar sempat dites oleh Dinas PU Denpasar dan dipantau jajaran DPRD Denpasar. Dalam melakukan tes dengan concreted test hammer telah menunjukkan kualitas beton di atas standar. (kmb12)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)