Alami
Perembesan
dan
Tembok Retak
...
Komite
Pertanyakan
Kualitas
Gedung SMAN 8
Denpasar
(Bali Post) -
Kualitas
gedung SMAN 8
Denpasar yang
baru
digunakan sejak
tahun
ajaran 2006/2007 ini
kini
menjadi pergunjingan
di
kalangan komite
sekolah
setempat.
Pasalnya,
belum
genap setahun
digunakan,
gedung
tersebut sudah
mulai
mengalami perembesan
dan
beberapa temboknya
retak.
Wakil
Ketua
Komite SMAN 8 Denpasar
Ir. Eko
Supriyadi, Senin
(5/2) kemarin,
mengatakan
selain
gedung sekolah,
masih
ada beberapa
persoalan yang
harus
mendapat perhatian.
Hal
ini
penting diselesaikan
guna
menciptakan suasana
belajar yang
nyaman
bagi siswa yang
menuntut
ilmu di
sekolah
baru tersebut.
Eko
mengatakan
persoalan
ini
diketahui setelah
pihak
komite sekolah
mengadakan
rapat
pada akhir
pekan
lalu.
Dalam
rapat
tersebut mengemuka
adanya
sejumlah persoalan
yang secepatnya
harus
diselesaikan.
Terutama
soal
kualitas penyelesaian
gedung yang
beberapa
mengalami
perembesan.
Masalah
batas
wilayah atau
luas
lahan gedung SMAN 8
juga
belum jelas.
Karena
data yang diperoleh
dari
Dinas Pendidikan
dan
Kebudayaan serta
dari
pihak desa
semuanya
berbeda.
Eko
juga
menyoroti masalah
keamanan
di
kawasan sekolah
itu.
Apalagi,
sampai
saat ini
tembok
penyengker yang mengelilingi
sekolah
belum bisa
dibangun.
Keadaan
tersebut
juga
mengakibatkan beberapa
orang
bisa lalu
lalang
di dalam
areal
sekolah. ''Ini
kan
berpengaruh
terhadap
keamanan
secara
umum,'' katanya.
Sebelumnya,
kualitas
beton
pada bangunan SMAN 8
Denpasar
sempat
dites oleh
Dinas PU
Denpasar
dan
dipantau jajaran DPRD
Denpasar.
Dalam
melakukan tes
dengan concreted test hammer
telah
menunjukkan kualitas
beton
di atas
standar.
(kmb12)