DARI WARUNG GLOBAL
Maling
tak
Pandang Bulu,
Aktifkan
Patroli
BOBOLNYA rumah
Polwan
oleh maling
merupakan
suatu
bentuk kelalaian.
Masyarakat
harus
waspada dengan
kejadian
ini,
karena maling
atau
kejahatan sudah
sangat
parah dan
tidak
pandang bulu.
Guna
mengantisipasi
terulangnya
kejadian
tersebut,
masyarakat
meminta agar
polisi
mengaktifkan patroli
terutama
ke
rumah-rumah warga.
Hal itu
mengemuka dalam
diskusi
Warung Global dengan
tema
Rumah ''Polwan
Dibobol
Maling'' yang disiarkan
Radio Global FM Lombok, 96,7,
Sabtu (3/2).
Anwar
Ahmad di
Mataram
mengatakan, Polwan
yang kemalingan
karena
ilmu yang dipelajari
dikepolisian
kurang
dipraktekkan sepenuhnya.
Ia
mengimbau,
kembalikan
patroli
polisi. Polisi
jangan
naik motor tapi
naik
sepeda supaya
bisa
terkejar oleh
masyarakat yang
mau
melapor.
Ali di
Mataram
mengatakan hikmah
dari
peristiwa ini
bahwa
harta itu
perlu
dibersihkan.
Ali juga
meminta agar
masyarakat
waspada
terhadap orang yang
tidak
dikenal.
Jangan
semua sales
diperbolehkan
masuk.
Harusnya
mereka
dapat izin
dari
pemilik rumah
jika
mau masuk
ke
dalam rumah
warga.
Gusti
di
Ampenan mengatakan
rumah
Polwan dibobol
maling
sebagai bukti
bahwa
penjahat juga
tidak
pandang bulu.
Afin
di Kawo
Pujut
berpendapat, ironis
anggota
kepolisian dibobol
maling.
Rumah
polisi
saja jadi
sasaran,
apalagi
rumah masyarakat
bawah.
Ini
semakin
menambah krisis
kepercayaan
warga
terhadap kepolisian.
Sementara
Artiman
di Pajang
mengatakan,
maling
di siang
hari
karena malingnya
biasa
atau karena
Polwannya yang
terlalu
lalai.
Sedangkan
Air Bumi
di
Mataram menilai
ini
implementasi skenario
publik yang
ingin
menciptakan krisis
kepercayaan
kepada
kepolisian.
Sedangkan
Broto
di Mataram
mengatakan,
malingnya
menggunakan
prinsip
pemerataan dalam
melakukan
aksinya. (sit/nti)