kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 5 Pebruari 2007

 Nusatenggara


DARI WARUNG GLOBAL

Maling
tak Pandang Bulu, Aktifkan Patroli 

BOBOLNYA rumah Polwan oleh maling merupakan suatu bentuk kelalaian. Masyarakat harus waspada dengan kejadian ini, karena maling atau kejahatan sudah sangat parah dan tidak pandang bulu. Guna mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut, masyarakat meminta agar polisi mengaktifkan patroli terutama ke rumah-rumah warga. Hal itu mengemuka dalam diskusi Warung Global dengan tema Rumah ''Polwan Dibobol Maling'' yang disiarkan Radio Global FM Lombok, 96,7, Sabtu (3/2). 

Anwar Ahmad di Mataram mengatakan, Polwan yang kemalingan karena ilmu yang dipelajari dikepolisian kurang dipraktekkan sepenuhnya. Ia mengimbau, kembalikan patroli polisi. Polisi jangan naik motor tapi naik sepeda supaya bisa terkejar oleh masyarakat yang mau melapor.

Ali di Mataram mengatakan hikmah dari peristiwa ini bahwa harta itu perlu dibersihkan. Ali juga meminta agar masyarakat waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Jangan semua sales diperbolehkan masuk. Harusnya mereka dapat izin dari pemilik rumah jika mau masuk ke dalam rumah warga.

Gusti di Ampenan mengatakan rumah Polwan dibobol maling sebagai bukti bahwa penjahat juga tidak pandang bulu. Afin di Kawo Pujut berpendapat, ironis anggota kepolisian dibobol maling. Rumah polisi saja jadi sasaran, apalagi rumah masyarakat bawah. Ini semakin menambah krisis kepercayaan warga terhadap kepolisian.

Sementara Artiman di Pajang mengatakan, maling di siang hari karena malingnya biasa atau karena Polwannya yang terlalu lalai. Sedangkan Air Bumi di Mataram menilai ini implementasi skenario publik yang ingin menciptakan krisis kepercayaan kepada kepolisian. Sedangkan Broto di Mataram mengatakan, malingnya menggunakan prinsip pemerataan dalam melakukan aksinya. (sit/nti)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)