kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 2 Pebruari 2007

 Mancanegara


Tony Blair --

Skandal
Jual Beli Kursi 

Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk kedua kalinya diinterograsi polisi terkait penyelidikan "cash-for-honours" yang menyelubungi bulan-bulan terakhirnya sebagai pemimpin, tegas kantornya Downing Street Kamis (1/2) kemarin.

Polisi berusaha mencari tahu apakah Partai Buruh pimpinan Blair dan beberapa partai lainnya secara illegal menawarkan kursi-kursi tak terpilih dalam parlemen tinggi, House of Lords, sebagai imbalan atas bantuan finansial.

Blair yang diinterograsi Jumat pekan lalu ditunjuk sebagai saksi dalam penyelidikan dugaan penyelewengan finansial pada Partai Buruh, bukan sebagai seorang tersangka.

"Jumat lalu PM sempat diwawancarai singkat oleh polisi sebagai saksi mata," ungkap Downing Street sambil menambahkan interogasi yang berlangsung kurang dari satu jam tersebut diminta agar dirahasiakan oleh pihak kepolisian.

Pengumuman ini dilayangkan tepat dua hari setelah Lord Michael Levy, utusan untuk kawasan Timur Tengah Blair sekaligus menjabat sebagai kepala penggalang dana Partai Buruh ditangkap untuk kedua kalinya dalam penyelidikan kasus tersebut.

Dua pekan lalu, Ruth Turner seorang figur penting lainnya yang dekat dengan Blair dan menjabat sebagai humas pemerintah di kantor Downing Street juga ditangkap.

Levy ditangkap atas dugaan melakukan konspirasi agar terbebas dari jeratan hukum, dan akhirnya dibebaskan menggunakan jaminan. Sementara Turner ditahan atas dugaan melanggar Honours Act 1925 dan mengabaikan proses hukum.

Penangkapan orang-orang penting ini kemudian menimbulkan spekulasi bahwa penyelidikan polisi semakin membesar bak bola es. Belum ada keterangan lebih lanjut dari wawancara polisi kepada Blair.

Penyelidikan kasus yang disebut-sebut sebagai "cash-for-honours" mulai dilakukan Maret 2006 yang mana Blair beserta seluruh kabinetnya diwawancarai oleh para detektif. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)