Tony Blair --
Skandal
Jual
Beli Kursi
Perdana
Menteri
Inggris Tony Blair untuk
kedua
kalinya diinterograsi
polisi
terkait penyelidikan
"cash-for-honours" yang
menyelubungi
bulan-bulan
terakhirnya
sebagai
pemimpin, tegas
kantornya Downing Street
Kamis (1/2)
kemarin.
Polisi
berusaha
mencari
tahu apakah
Partai
Buruh pimpinan Blair
dan
beberapa partai
lainnya
secara illegal menawarkan
kursi-kursi
tak
terpilih dalam
parlemen
tinggi, House of Lords,
sebagai
imbalan atas
bantuan
finansial.
Blair yang diinterograsi
Jumat
pekan lalu
ditunjuk
sebagai
saksi dalam
penyelidikan
dugaan
penyelewengan finansial
pada
Partai Buruh,
bukan
sebagai seorang
tersangka.
"Jumat
lalu PM
sempat diwawancarai
singkat
oleh polisi
sebagai
saksi mata,"
ungkap Downing Street
sambil
menambahkan interogasi
yang berlangsung
kurang
dari satu jam
tersebut
diminta agar
dirahasiakan
oleh
pihak kepolisian.
Pengumuman
ini
dilayangkan tepat
dua
hari setelah Lord
Michael Levy, utusan
untuk
kawasan Timur
Tengah Blair
sekaligus
menjabat
sebagai
kepala penggalang
dana
Partai
Buruh ditangkap
untuk
kedua kalinya
dalam
penyelidikan kasus
tersebut.
Dua
pekan
lalu, Ruth Turner seorang
figur
penting lainnya yang
dekat
dengan Blair dan
menjabat
sebagai
humas pemerintah
di
kantor
Downing Street
juga
ditangkap.
Levy ditangkap
atas
dugaan melakukan
konspirasi agar
terbebas
dari
jeratan hukum,
dan
akhirnya dibebaskan
menggunakan
jaminan.
Sementara Turner
ditahan
atas dugaan
melanggar
Honours Act 1925
dan
mengabaikan proses
hukum.
Penangkapan
orang-orang
penting
ini kemudian
menimbulkan
spekulasi
bahwa
penyelidikan polisi
semakin
membesar bak bola
es.
Belum
ada
keterangan lebih
lanjut
dari wawancara
polisi
kepada Blair.
Penyelidikan
kasus yang
disebut-sebut
sebagai "cash-for-honours"
mulai
dilakukan Maret 2006
yang mana Blair
beserta
seluruh kabinetnya
diwawancarai
oleh
para detektif. (ton/afp)