Bisa
Lebih
Cepat
MEMASUKI
2007, mesin
ekonomi
Indonesia diharapkan
berjalan
lebih
cepat. Karena
itu,
semua pihak
harus
menyatukan langkah
untuk
membentuk satu-kesatuan
perekonomian
bangsa yang
lebih
kuat. Hal itu
dikemukakan
Gubernur Bank Indonesia
Burhanuddin Abdullah
dalam
Lokakarya Forum Budaya
Kerja
Perbankan Nasional
di Surabaya,
Kamis (1/2)
kemarin.
Berikut
penjelasannya.
Apa
indikatornya
pertumbuhan
akan
lebih baik?
Selama
10 tahun
krisis,
keadaan masih
centang
perentang, satu
langkah
seseorang tak
ada
kaitannya dengan
langkah
orang atau
kelompok yang lain.
Namun
gejala belakangan
ini
sebetulnya sudah
mulai
ada kecenderungan
membaik.
Indikator
itu
terlihat dari
nilai
tukar rupiah
terhadap
dolar yang
tembus
hingga ke level
9.100, padahal
sudah
disepakati nilai
tukar
hingga 9.300. Demikian
pula dengan
suku
bunga SBI Januari
2007 yang masih 9,5
persen.
Bagaimana
dukungan
sektor
riil?
Soal
perekonomian
dan
sektor keuangan yang
cenderung
berkembang
dan
membesar hingga
menjadi
seperti sekarang,
sebenarnya
tidak
ada kaitannya
dengan
sektor riil.
Hingga
kini, prestasi
sektor
riil masih
terlalu flat
untuk
bisa berjalan
paralel.
Kenapa
krisis
bisa berlangsung
begitu lama?
Semua
langkah
dan upaya yang
secara 'tulus'
diupayakan
pemerintah
dan
banyak pihak,
ternyata
ditanggapi
secara
salah dan
penuh
prasangka buruk.
Setiap
tindakan selalu
saja
dicurigai ada
sesuatu
di belakangnya. Hal
seperti
ini, merupakan
pertanda
bahwa
secara domestik
respon
terhadap krisis yang
sudah
berjalan 10 tahun
masih
menumbuhkan rasa
saling
tidak percaya yang
semakin
besar.
Bagaimana
dengan
negara lain?
Padahal
kondisi
secara regional
bangsa-bangsa Asia Timur
yang sudah
menyusun
sebuah
rancangan telah
membuat
wilayah itu
menjadi
lebih solid, kompak
dan
kuat setelah
masa
krisis. Dari hasil
analisis,
pascakrisis,
bangsa-bangsa
di Asia
Timur itu
makin
hati-hati dalam
menjalankan
managemen
ekonominya.
Cirinya
semakin besarnya
cadangan
devisa
di masing-masing
negara.
Cina menambahkan 250
milyar
dolar ke
cadangan
devisanya
dan India
menambah
lagi 700
milyar
dolar.(059)