kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 2 Pebruari 2007

 Ekuin


Bisa
Lebih Cepat 

MEMASUKI 2007, mesin ekonomi Indonesia diharapkan berjalan lebih cepat. Karena itu, semua pihak harus menyatukan langkah untuk membentuk satu-kesatuan perekonomian bangsa yang lebih kuat. Hal itu dikemukakan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dalam Lokakarya Forum Budaya Kerja Perbankan Nasional di  Surabaya, Kamis (1/2) kemarin. Berikut penjelasannya

Apa indikatornya pertumbuhan akan lebih baik?

Selama 10 tahun krisis, keadaan masih centang perentang, satu langkah seseorang tak ada kaitannya dengan langkah orang atau kelompok yang lain. Namun gejala belakangan ini sebetulnya sudah mulai ada kecenderungan membaik. Indikator itu terlihat dari  nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tembus hingga ke level 9.100, padahal sudah disepakati nilai tukar hingga 9.300. Demikian pula dengan suku bunga SBI Januari 2007 yang masih 9,5 persen.

 

Bagaimana dukungan sektor riil?

Soal perekonomian dan sektor keuangan yang cenderung berkembang dan membesar hingga menjadi seperti sekarang, sebenarnya tidak ada kaitannya dengan sektor riil. Hingga kini, prestasi sektor riil masih terlalu flat untuk bisa berjalan paralel.

 

Kenapa krisis bisa berlangsung begitu lama?

Semua langkah dan upaya yang secara 'tulus' diupayakan pemerintah dan banyak pihak, ternyata ditanggapi secara salah dan penuh prasangka buruk. Setiap tindakan selalu saja dicurigai ada sesuatu di belakangnya. Hal seperti ini, merupakan pertanda bahwa secara domestik respon terhadap krisis yang sudah berjalan 10 tahun masih menumbuhkan rasa saling tidak percaya yang semakin besar.

Bagaimana dengan negara lain?

Padahal kondisi secara regional bangsa-bangsa Asia Timur yang sudah menyusun sebuah rancangan telah membuat wilayah itu menjadi lebih solid, kompak dan kuat setelah masa krisis. Dari hasil analisis, pascakrisis, bangsa-bangsa di Asia Timur itu makin hati-hati dalam menjalankan managemen ekonominya. Cirinya semakin besarnya cadangan devisa di masing-masing negara. Cina menambahkan 250 milyar dolar ke cadangan devisanya dan India menambah lagi 700 milyar dolar.(059)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)