Diserobot, Desa Munduk Bestala Selamatkan Hutan Negara
Singaraja (Bali Post) -
Setelah diserobot bertahun-tahun oleh warga di
sekitarnya, tanah negara seluas sembilan hektar di Desa
Munduk Bestala Kecamatan Seririt akhirnya bisa diambil
alih oleh desa setempat. Selain akan dikembalikan
menjadi hutan, kawasan itu juga akan dikembangkan
menjadi daerah agrowisata.
Kepala Desa Munduk Bestala, Putu Santika, di sela-sela
acara pengukuran oleh petugas dari Pemkab Buleleng,
Kamis (1/2) kemarin, mengaku bersyukur karena tanah
negara itu akhirnya bisa diselamatkan. Santika
menceritakan hampir 40 persen tanah negara itu
sebelumnya dikuasai oleh sejumlah warga yang berada di
sekitar hutan tersebut. Sejak bertahun-tahun, tanah itu
ditanami cengkeh, kakao dan pohon perkebunan lainnya.
"Kami takut penyerobotan itu meluas, sehingga kami
memohon agar tanah itu diukur ulang," katanya.
Menurut Santika, pengukuran dilakukan agar batas antara
tanah negara dan tanah milik warga itu jelas. Sehingga
suatu saat nanti tidak terjadi lagi penyerobotan hutan.
Nanti setelah batas-batasnya jelas, maka tanah negara
itu akan dikelola oleh Desa Munduk Bestala untuk
dijadikan hutan agrowisata. "Pohon besar dan langka
serta sumber-sumber air yang ada di atas tanah negara
itu akan kami pelihara untuk dijadikan kawasan
agrowisata," kata Santika yang didampingi ketua panitia
penyelamatan tanah negara di Desa Munduk Bestala, Made
Sutayasa.
Menurut Santika, pihak Desa Munduk Bestala hanya ingin
menyelamatkan tanah negara tersebut untuk kepentingan
bersama. Jika tanah itu tidak secepatnya diukur, ia
mengkhawatirkan hutan itu akan habis disulap menjadi
perkebunan. Padahal, hutan itu sangat berguna sebagai
penyangga sumber air yang mengairi dua subak di Desa
Munduk Bestala dan Desa Bestala. "Mudah-mudahan tindakan
kami ditiru desa lain, karena kemungkinan banyak kawasan
hutan di desa-desa lain di Buleleng diserobot menjadi
perkebunan," katanya. (kmb15)