kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 2 Pebruari 2007

 Bali


Puluhan
Siswa SMAN 1 Ubud Kesurupan  

Gianyar (Bali Post) -
Puluhan
siswa SMAN 1 Ubud, Kamis (1/2) kemarin, kesurupan saat proses belajar-mengajar di sekolah tersebut. Kesurupan yang pertama kali dialami oleh salah satu siswi kelas 10.V, Novi, disusul siswa lainnya yang jumlahnya mencapai 28 orang. Peristiwa ini membuat suasana belajar di SMAN 1 Ubud kacau. Hingga akhirnya semua siswa dipulangkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut seorang guru yang kebetulan mengajar saat peristiwa tersebut, Wayan Ubud, sebagaimana biasanya siswa yang ada di kelas mengikuti proses belajar. Sekitar pukul 09.45 wita di kelas tersebut sedang mendapatkan pelajaran bahasa Mandarin. Tanpa disadari, tiba-tiba saja salah satu siswi, Novi, yang duduk di deretan paling depan berteriak dan menendang bangku yang membuat suasana kelas ricuh. Wayan Ubud yang saat itu kebetulan berada di belakang pun terkejut. Dan berusaha untuk menenangkan siswa yang lainnya.

Lima belas menit kemudian, hal yang sama juga dialami oleh siswa di kelas lainnya. Melalui pengeras suara, semua siswa kemudian diarahkan untuk berkumpul ke padmasana sekolah untuk sembahyang meminta ketenangan. Orangtua siswa yang kesurupan pun dihubungi. Informasi yang diperoleh, kesurupan tidak hanya terjadi di kelas. Siswa yang ada di kantin juga mengalami hal serupa. Dari 28 siswa yang kesurupan tersebut hanya dua orang yang siswa laki-laki.

Kepala SMAN 1 Ubud, Drs. A.A. Ketut Raka, yang ditemui mengatakan peristiwa tersebut juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Beberapa kejadian aneh juga pernah terjadi di sekolah yang sebelah timurnya merupakan Tukad Ubud (Sungai Ubud). Karena kejadian itu, pihak sekolah telah membuat upacara Waraspati Kalpa di sekolah tersebut bersama dengan masyarakat sekitarnya. Sejak saat itu, tidak pernah lagi terjadi peristiwa aneh di sekolah tersebut. Sedangkan untuk siswa yang kesurupan ini pertama kali sejak dilangsungkan upacara tersebut, pada 29 Desember 2005.

Berkaitan dengan adanya kesurupan Kamis kemarin, pihak sekolah meminta petunjuk ke Ida Pedanda Giri Kusuma, dari Geria Payangan. Mengenai keterkaitannya dengan adanya pembangunan labotarium yang dibangun bertingkat, A.A. Raka mengatakan ketidakmungkinannya. Karena saat awal rencana pembangunan tersebut telah dilakukan prosesi upacara sebagaimana mestinya. (dar)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)