Aktivis
Antiperburuan
Paus
Diselamatkan
Kapal yang
Dikuntit
Sydney -
Aktivis
pecinta
alam memang
sangat
gencar melakukan
usaha
untuk menyelamatkan
makhluk
dan alam
di
dunia dari
kepunahan.
Namun,
aksi
mereka banyak
menemui
halangan, bahkan
bahaya.
Dua
aktivis dari Sea
Shepherd Convervation (SSC)
yang menguntit
kapal
pemburu ikan
paus di
lepas
Antartika tersesat
di
tengah lautan
selama
tujuh jam dalam
cuaca
buruk, Jumat (9/2)
kemarin.
Namun
beruntungnya
mereka
terselamatkan dan
yang sedikit
memalukan
adalah
kapal juru
selamat
itu adalah
kapal yang
mereka
kuntit sebelumnya.
Dari keterangan yang
dihimpun Sea Shepherd
Convervation,
kru
kapal Jepang
ikut
ambil bagian
dalam
upaya pencarian
sepasang
aktivis
dengan boat kecil
yang dilaporkan
hilang
di tengah
kabut yang
sangat
tebal.
"Kami
menyambut
dan
berterima kasih
kepada
mereka, namun
kami
masih memiliki
rencana
untuk mengikuti
mereka,"
ujar
direktur internasional
SSC Jonny
Vasic.
"Itu
adalah
bagian dari
peraturan
di laut
dan
kami
akan melakukan
hal yang
sama,"
imbuhnya kepada
wartawan. "Kami
tidak
akan
menyakiti
siapa pun
dan
mereka juga
melakukan
hal yang
sama."
Pasangan
aktivis yang
berasal
dari Australia dan
AS, sebelumnya
terus
mengikuti kapal
Nisshin Maru, yang
melakukan
ekspedisi
untuk
membunuh ratusan
ikan
paus dalam
musim
panas Southern Hemisphere.
Kapal-kapal
milik
aktivis menghabiskan
beberapa
pekan
di perairan
dingin
Antartika dan
berusaha
keras
menemukan armada Jepang,
dan
bulan lalu
mereka
juga menyampaikan
akan
memberikan hadiah
sebesar 25.000
dolar
kepada mereka yang
bisa
membantu dan
menghentikan
peruburuan
paus.
Sejak
1986 Komisi
Perburuan
Paus
Internasional sebenarnya
sudah
menerapkan sebuah
moratorium terhadap
perburuan
paus
komersial, namun
Jepang
tetap saja
memburu
ikan raksasa
itu
dengan alasan
penelitian
ilmiah.
(ton/afp)