kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 10 Pebruari 2007

 Mancanegara


Aktivis
Antiperburuan Paus Diselamatkan Kapal yang Dikuntit 

Sydney -
Aktivis
pecinta alam memang sangat gencar melakukan usaha untuk menyelamatkan makhluk dan alam di dunia dari kepunahan. Namun, aksi mereka banyak menemui halangan, bahkan bahaya. Dua aktivis dari Sea Shepherd Convervation (SSC) yang menguntit kapal pemburu ikan paus di lepas Antartika tersesat di tengah lautan selama tujuh jam dalam cuaca buruk, Jumat (9/2) kemarin. Namun beruntungnya mereka terselamatkan dan yang sedikit memalukan adalah kapal juru selamat itu adalah kapal yang mereka kuntit sebelumnya. 

Dari keterangan yang dihimpun Sea Shepherd Convervation, kru kapal Jepang ikut ambil bagian dalam upaya pencarian sepasang aktivis dengan boat kecil yang dilaporkan hilang di tengah kabut yang sangat tebal. "Kami menyambut dan berterima kasih kepada mereka, namun kami masih memiliki rencana untuk mengikuti mereka," ujar direktur internasional SSC Jonny Vasic.

"Itu adalah bagian dari peraturan di laut dan kami akan melakukan hal yang sama," imbuhnya kepada wartawan. "Kami tidak akan menyakiti siapa pun dan mereka juga melakukan hal yang sama."

Pasangan aktivis yang berasal dari Australia dan AS, sebelumnya terus mengikuti kapal Nisshin Maru, yang melakukan ekspedisi untuk membunuh ratusan ikan paus dalam musim panas Southern Hemisphere.

Kapal-kapal milik aktivis menghabiskan beberapa pekan di perairan dingin Antartika dan berusaha keras menemukan armada Jepang, dan bulan lalu mereka juga menyampaikan akan memberikan hadiah sebesar 25.000 dolar kepada mereka yang bisa membantu dan menghentikan peruburuan paus.

Sejak 1986 Komisi Perburuan Paus Internasional sebenarnya sudah menerapkan sebuah moratorium terhadap perburuan paus komersial, namun Jepang tetap saja memburu ikan raksasa itu dengan alasan penelitian ilmiah. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)