kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 10 Pebruari 2007

 Bali

 

Sarbagitaku Rawan Konflik  ----
Denpasar
Diminta Upayakan Sumber Air Mandiri 

Denpasar (Bali Post) -
Ketergantungan
terhadap daerah lain dalam penyediaan sumber air untuk memenuhi kebutuhan warga Denpasar dinilai banyak kelemahan. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar diminta memikirkan sistem penyediaan dan pengelolaan sumber air sendiri secara profesional. Hal ini diungkapkan anggota Komisi B DPRD Denpasar, Ir. I Ketut Sugiata, saat ditemui di kantornya, Jumat (9/2) kemarin.

Bila pengelolaan sumber air dilakukan secara baik, dipastikan mampu memenuhi kebutuhan warga Denpasar. ''Dengan sistem ini, Denpasar bisa memperkecil ketergantungan dengan daerah lain,'' katanya. Terhadap rencana pengelolaan air bersih yang melibatkan lima daerah yang tergabung dalam Sarbagitaku (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan dan Klungkung), dinilai rawan konflik. Artinya, bisa saja di tengah jalan kerja sama seperti itu tidak bisa berlanjut. Apalagi bila sumber air yang digunakan juga dimanfaatkan oleh krama subak.

''Bila krama subak merasa terganggu dengan pemanfaatan airnya, bisa ribut,'' ujar Sugiata sambil mencontohkan kasus sumber air Gembrong di Tabanan. Ia memberikan solusi agar Pemkot Denpasar bisa memanfaatkan sumber air yang ada di wilayah Denpasar. Terutama pemanfaatan sumber air permukaan di hilir. ''Rencana pembangunan instalasi pengolahan air Waribang tahap II sebaiknya secepatnya direalisasikan, melihat kapasitas produksinya cukup besar,'' katanya.

Sebelumnya Dirut PDAM Denpasar Putu Gede Mahaputra mengatakan untuk peningkatan kapasitas produksi telah direncanakan program pengembangan. Salah satunya, pembangunan IPA Waribang II tersebut. ''Sampai saat ini PDAM Denpasar memang masih kekurangan kapasitas produksi air bersih,'' katanya belum lama ini. (kmb12)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)