Sarbagitaku
Rawan
Konflik
----
Denpasar
Diminta
Upayakan Sumber Air
Mandiri
Denpasar
(Bali Post) -
Ketergantungan
terhadap
daerah
lain dalam
penyediaan
sumber air
untuk
memenuhi kebutuhan
warga
Denpasar dinilai
banyak
kelemahan.
Karena
itu,
Pemerintah Kota (Pemkot)
Denpasar
diminta
memikirkan sistem
penyediaan
dan
pengelolaan sumber
air sendiri
secara
profesional. Hal
ini
diungkapkan anggota
Komisi B DPRD
Denpasar, Ir.
I Ketut
Sugiata,
saat
ditemui di
kantornya,
Jumat (9/2)
kemarin.
Bila
pengelolaan
sumber air
dilakukan
secara
baik, dipastikan
mampu
memenuhi kebutuhan
warga
Denpasar.
''Dengan
sistem
ini, Denpasar
bisa
memperkecil ketergantungan
dengan
daerah lain,'' katanya.
Terhadap
rencana
pengelolaan air bersih
yang melibatkan
lima
daerah yang
tergabung
dalam
Sarbagitaku (Denpasar,
Badung,
Gianyar, Tabanan
dan
Klungkung), dinilai
rawan
konflik. Artinya,
bisa
saja di
tengah
jalan kerja
sama
seperti
itu tidak
bisa
berlanjut.
Apalagi
bila
sumber air yang digunakan
juga
dimanfaatkan oleh
krama
subak.
''Bila
krama subak
merasa
terganggu dengan
pemanfaatan
airnya,
bisa ribut,''
ujar
Sugiata sambil
mencontohkan
kasus
sumber air Gembrong
di
Tabanan.
Ia
memberikan
solusi agar
Pemkot
Denpasar bisa
memanfaatkan
sumber air yang
ada di
wilayah
Denpasar.
Terutama
pemanfaatan
sumber air
permukaan
di
hilir. ''Rencana
pembangunan
instalasi
pengolahan air
Waribang
tahap II
sebaiknya
secepatnya
direalisasikan,
melihat
kapasitas produksinya
cukup
besar,'' katanya.
Sebelumnya
Dirut PDAM
Denpasar
Putu
Gede Mahaputra
mengatakan
untuk
peningkatan kapasitas
produksi
telah
direncanakan program
pengembangan.
Salah
satunya,
pembangunan IPA
Waribang II
tersebut.
''Sampai
saat
ini PDAM Denpasar
memang
masih kekurangan
kapasitas
produksi air
bersih,''
katanya
belum lama ini.
(kmb12)