kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Pon, 10 Pebruari 2007

 Bali


Siswa
SMAN 1 Kediri dan SMK Marsudirini ''Kerauhan'' 

Tabanan (Bali Post) -
Kerauhan
massal terjadi Jumat (9/2) kemarin di SMA 1 KediriSejak pagi, beberapa siswa mengalami trance (kerauhan) yang menyebabkan timbulnya kepanikan pada sekolah tersebut. Beberapa tokoh agama akhirnya didatangkan untuk membantu siswa yang berteriak dan menangis histeris itu. Sehari sebelumnya, Kamis (8/2) lalu, beberapa orang siswa juga mengalami kerauhan, tetapi cepat ditangani oleh pihak sekolah.

Menurut informasi di lapangan, sejak sekitar pukul 08.00 wita, pagi kemarin, ratusan siswa di sekolah tersebut sedang melakukan kerja bakti, Jumat bersih. Satu orang siswa tiba-tiba berteriak dan menangis dengan keras. Histeris siswa perempuan itu akhirnya menjalar pada beberapa siswa lainnya dan siswa yang kerauhan bertambah banyak, sebagian besar siswa perempuan.

Beberapa siswa dan guru setempat akhirnya melakukan penanganan. Jumlah siswa yang kerauhan makin banyak. Bahkan, ada siswa yang hingga berguling-guling di halaman sekolah sebelum akhirnya dapat ditenangkan. Salah seorang tokoh Muslim, Haji Datuk Basiru, akhirnya datang untuk memberikan pertolongan, sebab yang kerauhan  ada yang beragama Islam, juga Kristen. Haji tua yang rumahnya berdekatan dengan sekolah tersebut akhirnya memberi pertolongan dengan membacakan doa serta memberi air minum pada beberapa siswa yang berteriak seperti ketakutan. Basiru menyatakan siswa tersebut kerasukan, tetapi tidak bersedia menjelaskan kerasukan apa. Sementara salah seorang siswa yang tadinya kerauhan, Diah, mengaku dirinya ketakutan karena melihat sosok yang menyeramkan.

Sekitar pukul 10.00 wita, pihak sekolah akhirnya mengumumkan kepada para siswa untuk meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah masing-masing. Tetapi beberapa siswa yang kerauhan sulit untuk ditenangkan dan beberapa siswa lainnya juga ikut histeris. Hal itu menimbulkan kepanikan pihak sekolah dalam melakukan penanganan. Di tengah situasi yang tegang, nyaris terjadi keributan antara pihak sekolah dan para wartawan media cetak serta elektronik yang meliput kejadian tersebut. Hal itu dipicu dari teriakan salah seorang guru yang melarang para wartawan untuk mengambil gambar.

 

SMK Marsudirini

Sementara itu, kerauhan juga terjadi di SMK Marsudirini, Negara.  Tiga siswa kelas III sekolah tersebut kerauhan saat berdoa di ruang doa, Jumat kemarin sekitar pukul 14.00 wita. Tiga siswa yang mengalami kerauhan adalah Juliadi Wirawan (17), Komang Widia (16), dan Eni Stipurnamawati (17).

Dari beberapa sumber di SMK Marsudirini, peristiwa kerauhan tersebut berawal dari siswa kelas III yang usai belajar melakukan doa bersama di ruang doa yang berada di belakang gedung sekolah. Tiba-tiba Juliadi dan Widia langsung kerauhan, disusul oleh Eni sekitar setengah jam kemudian. ''Saya takut, ada banyak orang di sini. Saya ingin pulang karena saya takut di sini,'' teriak Juliadi sambil meronta-ronta.

Sementara itu, Widia yang berada di ruang doa juga mengalami hal yang sama. Bahkan dia juga teriak-teriak. Kadang dia diam, tapi sebentar lagi dia menangis. Sedangkan Eni yang kerauhan di dalam kelas, langsung dibopong oleh teman-temannya ke luar kelas. Dia meronta-ronta sambil menangis. ''Ruangan ini begitu sempit bagi saya, saya butuh ruangan yang luas, karena di sini ruangannya panas, bekas gudang,'' teriak Widia.

Setengah jam setelah Widia dan Juliadi kerauhan di ruang doa, Eni yang sedang praktik menjahit langsung kerauhan juga. "Kami kemudian mencoba membacakan ayat suci Alquran agar Eni cepat tersadar dari kerauhan,'' ujar salah satu teman Eni.

Salah seorang guru SMK Marsudirini mengatakan sekitar sebulan yang lalu di SMK Marsudirini pernah terjadi kerauhan dengan korban sekitar 13 siswa yang sedang mengikuti perkemahan. Menurutnya, salah satu siswa yang mengalami kerauhah saat itu teriak-teriak, kalau penunggu di sana meminta kepada pihak sekolah untuk dibuatkan sebuah ruangan.

Katanya, saat kerauhan sebulan lalu, penunggu meminta dibuatkan ruang khusus untuknya. (upi/kmb)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)